Thematic Apperception Night Chapter I

Standard

“Aku di depan Rosary Tea, menghadap Eiffel”.

Kuterima pesan singkat itu di ponselku, dari orang yang, hahaa, orang yang selalu bisa membuatku senyum bahkan tertawa tanpa harus ada alasan yang jelas. Background ponselku ini adalah foto wajahnya dari samping, mukanya jelek sekali di sini, muka orang yang sedang mengantuk. Baiklah, tanpa membalas pesannya akupun berjalan menghampirinya.

Udaranya dingin sekali, mungkin besok pagi salju akan turun. Ku gesekkan kedua belah telapak tanganku, memastikan agar jari-jariku bisa hangat ketika memegang tangannya
atau kedua belah pipinya yang putih. Dag dig dug, selalu begini, jika akan bertemu
dengannya jantungku memompa darah dengan cara yang eksesif, tapi baguslah, setidaknya
badanku jadi sedikit hangat. Akupun melanjutkan langkahku yang tidak berirama ini, dengan wajah yang ragu kadang menunduk, kadang menatap lurus, kadang aku menatap langit smbil melompat-lompat.

Ah itu dia, hei jantung, tenanglah sebentar! Aku gengsi jika harus terlihat gugup. Ku tarik nafas dalam-dalam sambil melangkah pelan ke hadapannya, ya pelan, karena rasanya masih kacau. Kupandangi dirinya dari kepala hingga kaki, topi vedora hitam, hmmm coatnya juga berwarna hitam, sama seperti coat yang sekarang kukenakan, dan sepatu boots suede berwarna hijau tua, ada kata yang lebih baik dari ‘sem pur na’?

Jarak kita masih jauh, skitar 20 meter. Tangan kirinya memegang cup plastik
minuman dari Rosary Tea, tempat yang tidak hanya menyediakan teh, tapi kopi dan juga minuman cokelat. Dan wanita yang jaraknya telah 10 meter di depanku ini tidak memiliki minuman favorit disana, baginya semuanya enak, aku masih belum tahu kapan dia ingin meminum teh, kopi atau cokelat.

Satu meter, cantiiiiik sekali…

Karena aku semakin gerogi, kumasukkan tanganku kedalam saku coat.

“Apa-apaan itu?” tanyanya tiba-tiba.

“Hah? Apa yang salah?” aku masih sangat bingung.

“Tanganmu, dear” Hah? Tanganku? Kosong? Apa wanita harus selalu dikasih hadiah jika bertemu?

“Jangan masukkan tanganmu ke saku, tapi kesini!” lanjutnya sambil menarik kedua telapak tanganku ke wajahnya, karena aku masih kacau, tanganku kembali masuk ke dalam saku coat ku. Kamipun tertawa, tawanya renyah, tapi tawaku, hehehe.

Aaaah aku, takut, salah. Dia terus menatapku, pada akhirnya aku balik menatap
wajahnya. Rambutnya yang hitam dan lembut, keningnya, matanya yang hahaa sial, mata sipit penggoda, hidungnya, bibirnya yang memamerkan cahaya-cahaya musim semi.

Trak..

Trak..

Trak..

Langkah-langkah ramai di kanan, kiri, depan, dan belakangku melambat, anginnya memelan, detiknya bergerak ragu. Aku meraih tangan kirinya, kulepas sarung tangannya, kemudian ku jalin jari-jariku ke dalam jari-jarinya, kutarik ia maju, 30 cm jarak kita sekarang. Ku rasa kita sudah tidak terlalu kaku, kecuali tangannya yang mendadak dingin.
Kutarik tangan kanannya, ku lepas sarung tangannya dan kembali menjalin jari-jariku ke dalam jari-jarinya.

“Baca pikiranku” katanya dengan suara berbisik. Kulepas jalinan jari-jari kanan kami, terlihat ekspresi penasaran darinya karena aku tidak langsung menjawab pertanyaannya.

“Semoga tangan kananku cukup hangat untuk pipimu yang lucu” ucapku sambil
dengan lembut menyentuh pipi kanannya, mengusapnya beberapa kali. Sekarang, 5 cm.

“Nafasmu hangat” katanya. “And your scent is always comforting me”.

Kurasa cukup kita bercakap-cakap dengan kata-kata. Akupun menutup bibirnya,
dengan bibirku. Mhhhh.. aku suka aroma nafasnya, tubuhnya perlahan-lahan menghangat,
nyaman sekali. Rambutnya wangi, bibirnya, sepertinya sangat pas dengan bibirku, kau tau
mozarella cheese? Kau tau stroberi Prancis yang manis? Kau tahu milk chocolate dari Swiss?
Tidak, tidak seperti itu, rasanya lebih dari itu, lebih…

Kurasa keramaian telah menjadi kelabu, lalu pudar, ku harap tidak ada yang
mempedulikan kita, ku intip daun yang hendak gugur berhenti bergerak, mungkin tepatnya
melambat, sangat melambat. Kini ku lingkarkan lenganku ke lekukan pinggangnya yang
indah, ku dekap ia dengan lembut namun kuat, sambil tetap menikmati apa yang ada
dihadapanku. Kurasa muka pucat kami sudah menjadi merah dan semakin memanas, kuharap
caraku menciumnya tidak membuatnya tersedak karena.. hehehe..

TEEEEEEEEEEEEEEEET….

Aaaah berisik! Seseorang menekan klakson mobilnya sangat lama.

Dengan refleks yang cepat, gadis di pelukanku ini melepaskan bibirnya dari bibirku,
tapi aku masih enggan melepas pelukanku, aku tidak perduli dengan seseorang yang
membunyikan klaksonnya dengan tidak jelas itu, toh kami berdiri di atas trotoar. Yang ku
tahu aku masih memeluk wanita ini.

“Hei, cepat! Kita sudah terlambat” ucap gadis itu kepada wanitaku.

“Iyaa, Agnete” ia menyahut lemas, tangan kirinya masih ku pegang.

“Dia sahabatku, dear” bisiknya.

“Oh sahabatmu. Ohya kau tadi minum cokelat ya?” tanyaku.

Dia hanya menjawabnya dengan tawa yang renyah, sambil melapas pelukanku, aaaah
tidak boleh, tidak boleh pergi, aku yakin dia bisa membaca ekspresiku. Tapi ia malah masuk
ke dalam mobil sahabatnya sambil mengucapkan I Love You kepadaku, tanpa suara.
Sahabatnya mengacungkan jari tengahnya, sambil berteriak kepadaku.

“Dasar kau perempuan gila!”

Ku lambaikan tanganku dan kulempar senyumku kepada wanita yang barusan tidak
memiliki jarak denganku, aku berteriak padanya

“Je t’aime trop!”

Aaaaaah dia pergi, apakah di depan Eiffel tidak ada tombol Undo? Ah lututku agak
lemas, mungkin sisa-sisa nervous ku tadi, atau gara-gara detak jantungku yang fluktiatif,
setelah berdebar-debar, mendadak normal cenderung lambat. Akupun duduk di trotoar
jalanan, ponselku bergetar! ahahaa ada pesan dari My Krystal.

My dearest, Amber.. Kutunggu kau besok pagi untuk sarapan di Gallant Endeavour,
King’s Road, Chelsea ;)

Aaah wanita ini, tahu sekali bagaimana membuat senyumku mengembang bahkan
membuatku melompat-lompat tak jelas dan tak peduli situasi maupun kondisi, anehkah jika
kusebut.. she’s my ‘hobby’? Hahahaa.

Seperti biasa, tak kubalas pesannya, tapi aku segera berlari ke stasiun terdekat
memastikan diriku bisa naik kereta tercepat dan sampai pagi-pagi untuk bertemu gadis amerika itu, di England.

Advertisements

24 responses »

  1. eakk ff kryber nih..
    Krystal ingat lu masi kecil, hahaha bisa dibunuh unniemu nti kw kalau tw kissue ama amber,, hahaha.
    Nice story thor. Next

  2. awal crita yg manis, 2 jempol bwt thor yg udah bikin pmulaan crita yg benar2 nyata…Thor kayanya emang udah hobi bikin fiksi dr dulu ya…(bkn krn latah aja)

  3. anyeong…
    salam kenal gue reder baru, baru nemu ff ini
    mohon izin baca ya chingu…
    ceritannya keren..
    ini ceritanya orang ini di luar ya ?
    lanjut ya chingu gue bacanya..
    semangat..

  4. haii?? thor..
    gue bkn reader bru.. tp, gue udah lma baca ff ini lama.. cma gue berhenti bca krna kgk bs mecahin pw nya..
    okay,gue tau lu benci sma silent reader.. gue gk bermaksut silent, tp gue gk tau caranya ngoment ..
    so ,akhirnya gue bikin wp ini,supaya bsa koment..
    jujur gue 3bln suka ff ..
    jd maklumi dan jeongmal mianhe thor..

    salam Ezzy

      • ahahah.. dan Tuhan gk ngeberkati gue bgt thor..
        gmn gg?? stlh gue bkin wp, si Ayastheru bru ngasih cra ngoment pke email .. kekekeke

        gue gk pnya twiter thor.. gmna coba ?? udah 2bln ini gue gk nemu2 jwbnya.. apa kgk kshan cba ?? 😦

      • Apa dong ada line? Klo ada add gue aja @sunnybam itu pw smua gampang kok, apalagi yg final gausah nyari dmn2 jawabannya! Ada disana ikutin aja cluenyaaa

  5. Hai… hai… thor salam kenal. Aww… manisnya cerita. Settingnya eropa, suka banget. Alurnya lambat kayaknya.

  6. wooaaahh keren banget ceritanya gua suka cara nulis lu thor berasa bgt .. kayak yg liat langsung gua saking terhanyutnya hehehee
    gua baru nemu nih wp tapi gua langsung suka .. jadi langsung dah gua komen
    oh ya gua lupa … gua readers baru thor izin baca ff nya ya …..
    gomawo 🙂

  7. wooaaahh keren banget ceritanya gua suka cara nulis lu thor berasa bgt .. kayak yg liat langsung gua saking terhanyutnya hehehee
    gua baru nemu nih wp tapi gua langsung suka .. jadi langsung dah gua komen
    oh ya gua lupa … gua readers baru thor izin baca ff nya ya …..
    gomawo 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s