Thematic Apperception Night Chapter II

Standard

Dini hari di Battersea Bridge

            Aku segera berlari untuk mencari taksi agar sampai ke stasiun terdekat, tapi aku mendadak bingung, memang berapa lama waktu harus ku tempuh agar dapat sampai England, ini sudah pukul 17.30 yang kuingat Prancis dan England di pisahkan dengan laut, tapi ada thunel (rail train bawah laut) yang menghubungkan kedua negara ini. Oke, ku keluarkan iphoneku untuk browsing, aaaah batrenya tinggal 2% baru aku mau mengetik di search engine ini nyawa iphoneku sudah tamat. Akhirnya aku mencoba bertanya kepada salah satu penjual souvenir khas Prancis yang banyak berjajar di sekitar Eiffel.

Excuse me, Sir, do you know..” baru saja beberapa kata yang keluar dari mulutku paman itu sudah memotong dengan cepat

No, no english!” dia menolak mentah-mentah bahasa yang kugunakan, aku baru ingat kalau sebagian besar orang Prancis membenci bahasa England dan merasa tidak butuh untuk mempelajari bahasa internasional tersebut, tapi ini tempat wisata dunia, dan paman ini adalah penjual souvenir, ah aneh. Ku tanya kebeberapa orang dan tetap sulit mendapat jawaban. Aaahgt.

Wa! Mendadak mataku cemerlang dan senyumku mengembang hingga gigi depanku terekspos indah, khekhekhe.. Ada penjual majalah bermuka Asia! dengan semangat aku menghampiri Bibi itu berharap dia orang Korea atau China, aku menghampirinya dan langsung mengatakan

            “Excuse me, Madam, are you Chinese, mmm Chaai-nese?” kataku dengan pengucapan yang sangat jelas, dan dia menjawabnya dengan bahasa china, haha, finally! Kudapatkan jawaban darinya dengan mudah, sebagai tanda terimakasih aku membeli majalah LA FEMME ACTUELLEmajalah fashion paling terkenal di Prancis dan tidak lupa memberikan tip kepada bibi ini. Haha entah kenapa aku membeli ini, mungkin Krys akan suka :p

Bibi itu bilang agar aku berangkat naik taksi saja ke stasiun Gare du Nord, dia bilang stasiun itu tidak jauh dari sini. Aku tertawa setelah mengetahui kalau dari stasiun Paris sampai stasiun London hanya memakan waktu 2,5 jam, jadi aku bisa check out dulu, kemudian pergi ke stasiun dengan tenang, khekhekhe.

Aku berjalan kaki ke hotel, jaraknya cukup jauh, sekitar 500 meter, tapi aku suka sekali berjalan kaki, mengirup udara sore sambil sesekali bernyanyi, aku tidak mendengarkan musik karena sedang sedikit mengobservasi tempat ini, baru kedua kalinya aku ke Prancis. Karena sekarang sudah masuk musim dingin, tidak terlalu banyak turis yang terlihat, kurasa semuanya hampir penduduk asli sini, aku melihat ramalan cuaca dari big screen di depan kantor penerbit daily news, besok baru hari ketiga musim dingin dan belum akan turun salju ternyata, sepertinya ada pergeseran musim (sok tahu). Hotelku sudah kelihatan, aku berlari sampai depan pintu hotel, jangan tanya kenapa aku musti berlari, karena jawabannya, aku hanya sedang ingin berlari. Setelah di depan lobi aku berjalan ke arah lift, ada tiga orang yang masuk ke dalam lift, semoga mereka melihatku dan menahan pintu liftnya.

“Mwo?” ada wanita asia di dalam lift itu, wajahnya familiar sekali, aaaah aku malas berlari untuk bisa naik lift itu, dan lift itupun tertutup dengan sempurna, yasudahlah. Tapi aku masih penasaran, apa ia tadi itu dia.

Kamarku sebenarnya di lantai tiga, tangga di hotel inipun melengkung jadi tidak terlalu lelah seharusnya, hanya saja aku habis berjalan sejauh 500 meter jadi ku putuskan untuk menunggu pintu lift di depanku ini terbuka. Setelah pintu lift terbuka aku melihat sepasang kekasih sedang berciuman, mereka tidak keluar, asik sekali sepertinya, tapi aku yakin itu tidak seasik yang aku dan Krys lakukan sore tadi *nyengir setan*.

Setelah keluar dari lift langsung berlari kecil untuk masuk ke kamarku, kamar nomer 308. Langsung ku charge iphoneku dan melirik ke araah..

“Aaaaaaaaaak, kasurrrr!” kujatuhkan begitu saja badanku laaaluu.. Zzzzzzttt. Zzzzzzzzzt..

Mmmmhhhh, KYAAA! Jam berapa ini? Oh God, ini jam delapan, tunggu dulu, jam delapan malam atau jam delapan pagi?? Karena mau jam delapan malam atau pagi masih gelap-karena musim dingin- setelah kulihat jam digital di iphone ku tertulis jam delapan PM, aaah syukurlah, aku buru-buru merapihkan semua barang ku yang hanya satu ransel berukuran cukup besar ini, ya karena kami hanya punya sisa waktu empat hari sebelum comeback dengan mini album baru yang aku yakin akan sangat seru, tapi me-le-lah-kan.

Aku berlari ke arah receptionis untuk check out sekalian minta dipanggilkan taksi. “You’re welcome, madamoiselle” ucapku kepada receptionis yang sangat ramah itu, orang di Italy dan Prancis sepertinya memang lebih ramah dibanding orang-orang Eropa negara lain *kembali sok tau* Ohya aku ingat sesuatu.

“Mmm sorry madamoiselle, is there any Korean tourist that check in at this hotel?”

            “Yes miss, but they just left about 1 or 2 hours ago”

            “Really? Under whose name?

“Please wait a moment, miss. It’s written mr. Bae.”

Mr. Bae? Oh My God, Bae! Tapi, Mister? Yang kulihat tadi itu wanita. Mungkinkah dia dengan ayahnya? Kalaupun benar itu dia, terus kenapa? Toh aku masih bisa bertemu dengannya di Korea, dan empat hari ini tidak akan kusia-siakan untuk orang lain selain kekasihku. Akupun segera berlari ke taksi.

            “Gare du Nord, please”.

Krystal POV

Dia tetap pada pendiriannya, mengatakan bahwa Amber itu gila, yang perlu kulakukan hanya mengangguk tanpa menatap wajahnya. Jika aku berbicara satu kata, dia akan menyerbuku dengan nasihat-nasihat berbau doktrin-doktrin kerasnya, seperti pendeta yang galak. Dia selalu mengingatkan betapa ‘normal’nya aku sebelum Amber datang ke tempat yang sama denganku, menyadarkanku betapa banyak laki-laki yang menyukaiku. Aku menyukai pria? Tentu saja! Hanya saja kebetulan aku jatuh cinta kepada Amber, seorang wanita yang bagiku, siapapun terhitung normal jika menyukainya.

Jika kuperhatikan, banyak sekali yang ingin berteman dengan Amberku, terlalu banyak. Hingga pada akhirnya Amber ‘kalah’ dan menjadikan orang-orang itu teman dekatnya. Dia terlalu indah, ketampanannya dipuja, tapi kecantikannya tidak ada yang bisa mengelaknya, selama hidupku aku belum pernah melihat orang yang lebih tampan atau yang lebih cantik darinya.

Meski aku sangat mencintainya, akan kurelakan dia jika ada seorang namja yang mencintainya dengan tulus, tapi jika yeoja, tidak hanya orang itu yang akan kucincang, Ambernyapun akan ku blender lalu kubuat mereka menjadi isi kimbab. Satu hal yang sangat sangat perlu diketahui, tidak akan pernah ada satu orangpun yang lebih mencintainya dibanding aku. Tidak akan pernah ada.

Sebenarnya trip ke Eropa ini ide Agnete, sahabatku. Dia mengajakku liburan dan keliling Eropa dalam rangka merayakan keberhasilannya mendapatkan beasiswa di salah satu Universitas di Prancis. Dia sudah tinggal di sini semenjak beberapa bulan yang lalu.  Dia bilang hanya aku dan dia, tapi diam-diam aku mengajak Amber. Aku di apartementnya, sedangkan Amber di hotel. Aku tahu kalau dia curiga akan keberadaan Amber di Prancis, sampai kecurigaannya terbukti sore tadi. Sulit sekali untuk ‘menyembunyikan’ Amber, aku kesulitan jika harus berbohonh. Banyak orang menganggapku dengan image cool, tapi jika harus berbohong, aku akan mendadak mental retarded.

Tapi akhirnya aku bisa mencuri kesempatan untuk bertemu Amber, sayangnya kesempatannya terlalu singkat, haaaah.. I’m going to explode! Aku ingin bersama Amber di hari-hari yang tersisa sebelum kami kembali ke dunia ‘broadway’. Aku hanya ingin menyadarkan diriku kembali akan betapa bawelnya orang ini jika bersamaku, bagaimana tidak? Jika di Korea dia mendadak setengah bisu karena kesibukan kami dan karena kendala bahasa Koreanya yang masih belum fasih, dan di Korea sangat sedikit yang bisa mengerti bahasa aslinya, salah satunya aku, mungkin orang akan kaget jika melihat dia sudah bawel dengan bahasa aslinya.

Amber membuat liburanku bersama Agnete terasa sangat membosankan, aku sangat suka Eropa, tapi aku dihadapkan dengan kenyataan Amber yang juga ada di Eropa namun tak tersentuh olehku, membuatku malas untuk menikmati apa-apa. Di kepalaku hanya ada Amber, even in the quite corner of my mind, isinya hanya ada Amber. Di empat bilik jantungkupun isinya Amber, di aliran darahku ada huruf A M B E R, di sela-sela jariku ada Amber, di setiap sisi tubuhku ada Amber-nya. Alright aku berlebihan. Karena aku butuh refreshing, dan Amber Josephine Liu adalah refreshernya, maka aku harus kabur dari Agnete, tidak kabur juga sebetulnya, tapi harus sedikit berbohong untuk pamit ke Agnete, maaf Agnete, tapi kali ini, aku lebih memilih Amber, so I’ll see you, dear friend..

Hmmm di antara kelima member memang aku yang paling irit bicara, tapi semakin aku irit bicara semakin penuh isi pikiranku, ya seperti sekarang ini, entah kapan istirahatnya, pada saat tidur saja cukup banyak sepertinya yang kupikirkan. Sebaiknya aku mengirimkan pesan untuk Amber supaya isi kepalaku sedikit tertumpahkan.

Tapi biar ku beri tahu rahasianya, meski jutaan orang sudah menyadari kedekatanku dengannya sejak awal debut, baru 8 bulan yang lalu dia jujur akan perasaannya padaku, mau tau ceritanya? Saat itu Amber kacau sekali, jadi sepertinya.. tidak layak untuk diceritakan.

=====

Amber POV

Hanya memakan waktu 15 menit aku sampai di stasiun besar ini, keren sekali arsitekturnya, terlihat seperti bandara mini, aku tidak kesulitan untuk berkomunikasi dengan bahasa England di sini, kemudian segera memesan tiket tujuan London, dan aku mendapatkan tiket untuk keberangkatan pukul 11 malam.

Aku menunggu di ruang tunggu yang besar ini, di sini cukup hangat dan nyaman. Kusandarkan kepalaku disenderan kursi, tapi posisi dudukku jadi merosot, ku keluarkan iphoneku, kulihat ada satu SMS dari Krys, dia hanya menulis.

                Makanlah yang banyak, kau tidak akan terlalu kedinginan jika makan banyak, I’ll see you..

Balas tidak yaaa? Khekhekhe, karena aku harus menunggu satu jam lebih dan tidak memiliki kegiatan yang oke akhirnya kuputuskan untuk membalas SMSnya

                Yes

Aihhh balasan macam apa itu yang ku kurimkan padanya, scumbag brain!

Tapi tidak hanya yes yes saja, aku menuruti apa yang dia lakukan, aku pergi ke coffee shop dan membeli capucino panas dan dua potong roti, yang satu croisant, yang satu, panjang sekali namanya, bahkan aku tak tahu cara mengucapkannya, hanya kutunjuk saja.

Setelah membeli makanan dan minuman ini, aku duduk di kursi yang disediakan coffee shop ini, dan sekali lagi menikmati stasiun yang sedikit mirip Hogwarts ini, hehee. Di sepanjang rel berjajar lampu-lampu bulat berwarna orangnye, di samping lampu ada kursi panjang klasik, lebih menyerupai taman, taman tanpa tumbuhan, aku bahkan tak tahu Krys naik apa ke England, dan apa sekarang dia sudah sampai di England atau justru masih di Paris? Sepertinya gerakan lambat akan terulang jika saja ia berjalan di antara lampu-lampu oranye itu. Jika ia senyum dengan memamerkan gigi-giginya akan sangat lucu, tapi jika ia senyum tanpa memamerkan giginya, itu akan sangat ‘mengganggu’ ku…

“Aisssshhh, apa-apaan ini khayalanku semakin ngawur saja, jadi kemana-mana begini” kuputuskan untuk membaca salah satu buku yang dikirimkan kakakku dari LA, dia perhatian sekali, dia tahu aku akan kesulitan mencari buku berbahasa England di Korea, dengan pemberiannya inipun aku tidak harus repot-repot memakai topi dan hoodie bahkan masker jika ingin ke tempat umum.

Sedang seru-serunya membaca buku, TVG (high speed train) yang akan mengantarkanku ke London diberitahukan akan segera datang di jalur yang sudah ku tahu sebelumnya, kuperhatikan tidak terlalu banyak orang yang menumpang. Aku segera naik kereta modern ini dan dengan mudah mendapatkan tempat dudukku, hmmm nyaman sekali, kursinya cukup lebar, daaaan kembali mengantuk, ku putuskan untuk tidur selama perjalanan, lagi pula tidak banyak yang bisa aku lihat, sebagian besar perjalanan adalah lorong bawah laut yang tertutup, jika saja lorongnya transparan, pasti akan sangaat sangaat keren, kenyataannya hanya lorong abu-abu, jadi, mari kita tidur saja.

Hoaaaam.. 2 jam lebih aku habiskan untuk tidur, lebih dari cukup, sebelumnyapun aku sudar tidur 2 jam lebih, aku terbangun karena suara dari speaker di kereta ini yang menginformasikan bahwa 15 menit lagi kereta akan sampai di stasiun London, kusiapkan satu-satunya barang bawaanku sambil sedikit memperhatikan orang yang sibuk akan barang bawaannya, aku melihat beberapa wajah asia, tapi umur mereka sudah diatas empatpuluh tahun sepertinya, dan mukanya terlalu formal. Karena aku masih kesulitan berbahasa Korea, tapi niatku untuk mempelajarinya cukup besar, kemampuan observasiku jadi cukup baik karena aku sangat memperhatikan kata-kata, pengucapan, ekspresi bahkan gesture orang yang sedang berbica denganku.

Wow, stasiun disini ternyata tidak jauh berbeda dengan stasiun di Paris, hanya sedikit lebih modern saja. Aku tidak terlalu ingin berlama-lama di sini karena ingin buru-buru melihat England, haha memangnya stasiun ini bukan England? Aku berjalan cepat ke arah pintu keluar stasiun, tapi aku memperhatikan juga wajah-wajah orang England, warna rambut mereka lebih terang dibanding warna rambut orang Prancis, kulitnyapun lebih putih, pucat lebih tepatnya, hidungnya lebih besar-besar, oke oke. Aku segera naik ke dalam taksi yang berjajar rapih di depan pintu keluar.

“King’s road please. Is it far from here?”

“It just take 15 minutes on this hours, but before 9 pm it can take about 40 minutes because of traffic”

“All right”

Waaah keren keren, aku suka sekali, bangunan-bangunannya tidak kalah klasik dengan Prancis. Sepanjang perjalanan aku memperhatikan jalanan, sampai akhirnya aku melihat jembatan dari kejauhan, and the bridge is soooo great! Mulutku bahkan sedikit menganga karena memandangi jembatan keren yang dengan segera akan kulewati, oh my God..

“Ah sir, what bridge is it?”

“This is a Battersea Bridge”

“Battersea bridge? What river’s bellow this bridge, sir?”

“It’s river Thames”

“Aaah, it looks like an old brige, do you know how old is this bridge?”

“I’m not sure, but it’s about 200 years old brige”

“mmm, I think I want take a walk in this bridge. Please just stop here, sir”

Akupun turun dari taksi ini dan segera ke tepi jembatan, aaaah indah sekali, aku mengirup udara malam, aisssssh, dinginnya tidak main-main, brrrrr~

Aaaah andai saja ada Krys di sini, pasti tubuhku tidak kedinginan seperti ini, aku meminum bir yang sengaja ku beli di stasiun Nord, alkoholnya ringan, tapi karena aku belum terbiasa minum minuman beralkohol membuatnya tetap bereaksi hangat di tubuhku. Ngomong-ngomong nanti pagi jam berapa ya aku harus sampai ke restoran itu? Kalau jam empat pagi sudah ada Krys belum ya? Ehehee..

Aku bersandar di sisi jembatan, sepertinya aku sudah di posisi 2/3 jembatan ini, ujung jembatan masih terlihat jelas, tapi pangkalnya agak samar. Tiang-tiang jembatan ini memang mengesankan kalau jembatan ini adalah jembatan tua, bukan terlihat rapuh, tapi terlihat klasik, berwarna coklat tembaga, tiang-tiang lampunyapun sangat artistik, dengan warna lampu kunging-oranye, membuat badan jembatan ini semakin cantik,  banyak sekali lampu namun redup karena tertutup kabut tipis, membuat cahayanya menjadi blur, tapi bagiku malah membuatnya sangat indah, dengan bulan berwarna orange, aaaah keren sekali keren sekali! ya aku mulai melompat-lompat bodoh, padahal aku sering mengejek orang yang berperilaku kekanakan, aku sendiri sering begini kalau tidak ada orang yang melihat, khekhekhe.

Mwo! Iiisssshhh, ada perempuan menggunakan coat putih (entah abu-abu entah cream) selutut, dengan rambut panjangnya yang berantakan tertiup angin, aiiiisshhh dia juga membawa sebotol minuman, entah apa, mungkin vodka, dia menghampiriku tapi ia menunduk dalam, kulihat cara jalannya masih cukup lurus, sepertinya tidak terlalu mabuk, tapi cukup mengerikan, bagaimana jika di dalam coatnya ada pisau yang sudah ia asah berhari-hari, aaah kayalan macam apa ini -_____-

Tidak tidak, jangan mendekat, ingin rasanya ku tendang hantu (eh wanita) itu biar kecemplung ke sungai, tidak tidak tidak, hush hush! sebaiknya aku menghindar atau bagaimana ini?! what the….

“KYA! Aaah! I’m sorry, sorry” gadis itu berteriak kaget karena melihatku di hadapannya, aku juga jadi ikut kaget, tapi.. tunggu tunggu! OH MY GOD!

A-ku-ke-nal-o-rang-i-ni-!!-!!

“SUZY?!” “IS THAT YOU??”

Advertisements

12 responses »

  1. hahaha ngakak gw pas krystal blng jika yeoja, tidak hanya orang itu yg akan ku cincang, Amber-nya pun akan ku blender lalu ku buat mereka menjadi isi kimbab. Kalau gni krystal mirip bgt ama jungjes, jd serem ni mbak. Hahaha

  2. ah baby jung sama kejamnya sama kaknya ya..
    selalu senang menganiaya pacarnya sendiri..
    oh jadi mereka liburan toh ke eropa..
    lanjut baca ya chingu…
    semangat.. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s