Thematic Apperception Night Chapter V

Standard

Scandinavian Night

Aku menarik Suzy agar kami bertukar posisi. Coat milik Suzy yang kukenakan segera ku lepas. Ah shit.

“Tolong pegang ini, Suz” aku memberikan iphone dan dompetku kepadanya.

Dengan cepat aku menjejalkan coat ini ke dalam lubang yang ada di perahu sialan ini.

“Dayunglah sekuat tenaga” Suzy dengan segera mendayung perahu kami tapi perahu ini malah berputar di tempat.

“Suz, jika mendayung dayunglah dari kanan lalu pindah ke kiri dan seterusnya, jika hanya mendayung di satu sisi kita hanya akan berputar di tempat” ucapku sambil menginjak coat yang menutupi lubang di bawahku. Akupun segera mendayung dengan cepat.

“Help! Anyone can hear me? S.O.S!” aku berteriak sekencang mungkin, suaraku bergema. Kenapa sepi sekali disini? Ya Tuhan. Air yang masuk sudah tak terbendung lagi.

“Buka baju dan sepatumu, kita akan berenang”

“Di air sedingin es ini, Unnie??”

Aku mengabaikan protesnya dan segera membuka vest wol, kaus lengan panjang, dan sepatu juga kaos kakiku.

KRAKKK..

Shit, ada apa dengan perahu ini??” lubangnya membesar dan air yang masuk sudah tak basa basi lagi. Yang kulakukan adalan menarik kaki Suzy untuk segera melepas bootsnya.

“Buka bajumu!” perintahku.

            “Help!!” itu teriakan terakhir yang bisa ku lakukan hingga akhirnya..

BYUR..

Aku menariknya keluar dari perahu, menghindari perahu ini terbalik dengan kita yang berada di bawahnya. Jesus Chirst.. Dingin, dingin sekali.

Author POV

Krystal membuka matanya, bukan karena alarm ponselnya yang berbunyi karena ini baru pukul 10.20 waktu setempat. Posisi tidurnya tak berubah, masih dengan posisi miring ke sebelah kanan, membelakangi jendela besar yang hanya memberikan pemandangan gedung yang berada di seberang hotel ini.

Krystal membalikan tubuhnya merangkak ke sisi kasur untuk menggapai botol air mineral di meja kecil yang berada persis di samping kiri tempat tidurnya. Meneguknya beberapa kali.

“Uhuk uhuk uhuk, ah minum saja aku tersedak, hhhhhh.. jam berapa ini?” Krystal mendapati dirinya terbangun satu jam lebih awal dari yang seharusnya. Ia menaruh botol air mineralnya di tempat semula sambil menggapai amplop coklat yang tergeletak tak jauh dari botol minumnya.

“Aku masih tak mengerti, gambar apa ini?” ia mendapati amplop berisi kartu tersebut tepat di atas amplop yang sepanjang tidur tadi ia peluk.

Amber POV

“Gerakan terus badanmu, jangan sampai kau kaku kedinginan” untuk beberapa detik ke depan kita masih bisa berpegangan di perahu yang setengah mengapung ini, sambil memutuskan akan berenang ke arah mana agar segera sampai ke tempat terdekat untuk menepi.

“Takbisa, unnie, aku sudah kaku kedinginan” ya Tuhan wajahnya langsung membiru, dan perahu kami telah tenggelam. My Lord of the Lord, dengan namamu bantulah kami. Aku mulai berenang, tangan kiriku melingkar di atas dada Suzy.

“Ge, gerakan kakimu semampumu, Suz” ia tak menjawab tapi cukup menurutiku.

Ya Tuhan aku bahkan tak merasa bahwa aku berenang maju, aku, aku seperti bergerak di tempat. Tapi aku masih berusaha sekuat tenaga untuk tetap berenang dan sambil menarik Suzy.

“Kakiku keram, un” ucap Suzy lirih, ia begitu terlihat ketakutan. Suzy sudah tak menggerakan kakinya tapi aku masih berusaha menariknya, kini kami berhadapan, ku lingkarkan kedua tangan Suzy di leherku, kami berhadapan. Akupun sudah tak bisa berenang maju, kini aku benar-benar hanya berenang di tempat, hanya untuk memastikan bahwa kepala kami masih di atas permukaan air.

Krystal POV

Kenapa perasaanku tak enak? aku bahkan tak bisa tidur lagi padahal biasanya aku tak akan membuang sia-sia jika aku memiliki waktu tidur. Entahlah sebaiknya aku keluar, sepertinya udara sedang tidak terlalu dingin.

Aku tak mengenakan pakaian berlapis, hanya kemeja yang sejak pagi ku kenakan, coat yang cukup tebal dan sarung tangan sebagai perisaiku di luar. Aku hanya membawa ponsel dan dompet, menyimpannya di saku luar coatku.

Kuputuskan untuk menuruni tangga, selama di hotel ini aku belum pernah menaiki tangga, hotel ini tak teralu besar tapi pelayanan dan fasilitasnya cukup baik, kebetulan aku mendapatkan kamar di lantai tiga, jadi membuatku cukup malas untuk melalui tangga, baik naik maupun turun, tapi ini hari terakhirku di sini, aku ingin sedikit melihat-lihat.

Aku berjalan cepat menuruni tangga, melalui lobby kemudian keluar dari hotel ini, masih tak tahu akan kemana tapi kemudian aku memutuskan untuk berbelok ke kanan, berjalan di trotoar yang terbuat dari batu alam, udara dinginnya tak seberapa. Ohya, sepertinya aku sudah punya tujuan akan kemana. Kubuka salah satu note di ponselku, di sini tertulis..

King’s Rd, Wimbledon, London Borough of Merton, London SW18

Aku berjalan kaki menuju tempat itu. Meski sebagian masa kanak-kanakku ku habiskan di Amerika, tapi aku beberapa kali pernah ke England, dan tentunya ke daerah ini, Chelsea.

Drrrttt drrrrrttt.. Jessica unnie?

“Hallo, unnie, ada apa?”

“Agnete bilang kau sudah tidak di Prancis, benarkah?”

“Mmm, yes, unnie..”

“Kemana kau, Krys?”

“Aku sedang di Chelsea, Unnie

“Chelsea? Amerika? Atau..”

Anniya..”

“Chelsea, London?”

Ne..”

“Dengan Ambermu itu? Aku baru tahu dia tak ada di Korea, berikan ponselmu kepadanya”

“Dia sedang tidak bersamaku, unnie

“Krys, biarkan aku berbicara dengan Amber”

“Sungguh aku tidak bohong, aku sedang sendirian”

Tuuuuut.. sambungan teleponnya ia matikan, aku rasa nada berbicaranya sedikit berlebihan. Tapi wajar saja jika dia marah, aku tak memberitahukannya terlebih dahulu. Aku melanjutkan langkahku, sepertinya alamat yang ku cari masih jauh.. Drrrttt drrrrttt.. Sica Unnie menghubungiku lagi.

“Apa Amber mengganti nomer teleponnya, Krys?”

“Yes, unnie.. mmm I’m sorry coz I’m not told you before I..

“Aku minta kau pulang hari ini, Krys”

“Tidak bisa, Unnie, maaf.. Aku akan pulang dua hari lagi”

“Aku minta kau pulang hari ini, Jung Soojung.”

“Jessica Unnie, kenapa kau terdengar begitu memaksa? Apakah ada yang tidak beres di sana? Semuanya baik-baik saja bukan?”

“Mmm, ya, baik-baik saja, tapi aku tak suka kau pergi hanya berdua dengan kekasihmu, kau belum cukup umur, Krys”

“Tenang, Unnie, aku bahkan tak satu hotel dengannya, tak usah khawatir, aku masih bisa menjaga diriku dengan baik”

“Kenapa kalian tidak satu hotel? Jadi selama ini kau sendirian?”

“Aku baik-baik saja, Unnie

“Soojung, berapa umurmu? Berapa umur Ambermu? Kalian belum cukup umur untuk bepergian terlalu jauh tanpa pendamping”

“Aku yakin kita akan baik-baik saja, kenapa kau terdengar begitu khawatir?”

“Mmmmh.. Anggap saja ini intuisi seorang kakak kandung. Bisakah kau menurutiku kali ini?”

“Aku sudah cukup sering menurutimu, Unnie

“Hhhhh.. God. Kirimkan nomer Amber kepadaku, segera!”

“Aku tidak menyimpan nomer..”

Sweetheart, please. Kau sedang tak bersamanya, kau tidak satu hotel dengannya dan kau tak menyimpan nomornya, haruskah aku percaya?”

“Demi Tuhan aku tak berbohong kepadamu, akan ku hubungi kau kembali sekitar dua jam lagi”

“Krys mengertikah kau jika aku sedang sangat khawatir denganmu?”

“Tidak perlu ada yang kau kawatirkan, Un, I’m fine and everything is fine too, aku akan menghubungimu kembali dua atau tiga jam lagi, I love you Jessica Unnie

Kali ini aku yang memutuskan sambungan teleponnya. Aku tak tahan dengan nada bicaranya, terlalu menekan, tapi dia benar-benar terdengar khawatir, entah kenapa. Mmm? Unnie mengirimkan pesan.

Mungkin aku terdengar berlebihan, tapi aku takut sesuatu yang buruk mungkin terjadi padamu, kumohon, dear.. pulanglah aku berjanji lain kali akan mengizinkanmu pergi.

 

Ya Tuhan, ketakutan yang ia rasakan sungguh tak beralasan, aku tak suka jika terus dianggap sebagai anak kecil, aku bahkan tak berminat untuk membalas pesan singkat darinya. Aku menoleh ke sebelah kanan, melihat papan alamat gedung yang ada persis di sebelah kananku.

Hmmm? London SW17, aku segera berlari kecil untuk segera sampai ke gedung sebelahnya, London SW 19, 17 lalu 19? Berarti london SW 18 ada di sebrang jalan ini, aku mulai berlari kecil untuk sampai ke.. London SW18.

            Oh God.. aku berdiri terpaku di depan gedung London SW18, aku berusaha maju satu.. dua.. tiga langkah, untuk memastikan gedung apa yang kulihat, kudongakkan kepalaku kepada tulisan besar di atas gedung tiga lantai ini, membacanya pelan, mengejanya satu persatu dan mulai merasa.. ketakutan.

Amber POV

“Pergilah, berenanglah ke tepi, biarkan aku di sini” Suzy mulai melepas pelukkannya.

“Suzy, kumohon agar kau tetap memegangku” Ya Tuhan aku mulai kelelahan.

Help, help us please!” Aku kembali berteriak memohon pertolongan.

“Unnie, menepilah, nanti kau bisa meminta bantuan untuk menolongku”

“Tak akan sempat, tak ada siapapun di sini”

Kali ini Suzy benar-benar melepas dirinya dari pelukanku sambil mendorongku menjauh. Suz, kumohon, aku tak punya tenaga lagi untuk menarikmu, ya Tuhan, aku berenang ke arahnya, menarik tangannya dan mulai berusaha untuk berenang ke tepi lagi.

“Suzy kumohon, gerakan tubuhmu sebisa mungkin, air ini terlalu dingin, wajahmu sudah sangat biru”

Akkkkkkkkkkkkkkkhhhh kakiku sakit, ya Tuhan kurasa kakiku juga keram, God, please save us..

Krystal POV

Hhhhhh.. hhhh.. napasku terasa berat, ya Tuhan..

TEEEEET TEEEEEET…

“I’m sorry, i’m sorry”

            “Effin’ you ,assian!”

Aku menyebrang tanpa melihat kanan dan kiri, aku ingin berlari tapi, bukk!

            “Hey walk with your eyes, kid!” seorang pria paruh baya menabrakku, iya, ini sepenuhnya salahku. Aku ingin berlari tapi tak sanggup, kakiku benar-benar terasa lemas. Mungkinkah benar apa yang ada di dalam kepalaku? Aku berusaha berjalan secepat mungkin untuk segera sampai ke hotel.

Ketika aku sudah sampai di depan hotel, aku segera berlari ke arah elevator. Aku berpegangan pada sisi elevator, memandangi wajahku yang tercermin di sisi elevator yang terbalut cermin ini. Pintu elevator telah terbuka, aku segera masuk ke dalam kamar. Aku mengambil amplop yang ada di sisi kanan kasurku, kemudian duduk di lantai, menekan dadaku dan mulai.. pecah, air mataku mengalir deras, aku menangis hingga kesulitan bernapas..

Amber POV

Uhuk uhuk.. di mana ini? aku segera duduk tegak, aku di dalam mobil ambulans?

“Miss, please lying down, you’re not in a good condition” seorang suster berkulit hitam berusaha membantuku untuk kembali dalam posisi tidur.

“Where’s my friends, nurse?” Aku bertanya dengan panik. Ya Tuhan bagaimana keadaan Suzy?

“She’s in the another ambulance” ucapnya sambil memasangkan masker oksigen untukku.

            “I don’t need this, I’m alright, is she okay?” aku kembali berusaha duduk dan menatap matanya meminta jawaban yang akurat.

“I’m not sure, but..”

            “Is she still.. hhhh.. alive?”

“I’m not take responsibility of her”

“Please ask the nurse in her ambulance about her condition, please..” aku memohon dengan sangat. Tapi suster di kanan dan kiriku tak menjawab apa-apa. Suzy.. Suzy.. Suzy..

Ambulans yang membawaku akhirnya menepi, sepertinya aku sudah sampai di rumah sakit. Brangkar yang kugunakan di turunkan dari dalam ambulans, aku mulai terbatuk-batuk hingga keluar air dari hidungku, Jesus Christ perih sekali. Aku tak diizinkan bergerak, hanya mataku yang memperhatikan sekitar, mencari dimana Suzy.

Krystal POV

Jam berapa ini? aku mengerejapkan mataku yang terasa berat ini, aku ketiduran. Sudah jam satu? Aku meraih ponselku yang sedari tadi ada di bawah tubuhku, aku tidur dalam keadaan tengkurap, ternyata alarmnya berbunyi hanya saja suaranya terhambat karena tertiban oleh tubuhku. Dengan cepat aku berlari ke kamar mandi, membasuh wajarku beberapa kali, semoga bengkak di sekitar mataku tak terlihat.

Aku merarik napas dalam-dalam sambil memejamkan mata kemudian melihat cermin, berbicara kepada diriku sendiri.

“Everything’s fine, Everything’s gonna be alright”

Seluruh barang-barang yang masih tercecer kumasukan dengan asal ke dalam tas DKNY ku yang berukuran cukup besar.

Aku segera berlari, elevatornya sedang di lantai enam, aku memutuskan untuk menuruni tangga. Menghampiri resepsionis untuk melakukan check out dan minta dipanggilkan taxi. Ternyata taxi yang kuminta sudah stand by di depan hotel, supir taxinya bahkan menghampiriku yang masih di meja resepsionis, membantuku membawakan koperku yang berukuran cukup besar. Aku segera mengikutinya dari belakang dan masuk ke dalam taxi dengan tergesa-gesa.

“London Euston, please” Aku membuka call logs di ponselku, mencari-cari nomer Amber, ada beberapa nomer Eropa yang menghubungiku, nah, kurasa ini nomer Amber.

Aku segera menghubungi Amber, berharap nada sambung segera terdengar. Hhhhh.. aku kurang beruntung, nomernya tidak aktif. Setidaknya jalanan London ini tidak begitu padat.

Stasiun London Euston  berjarak lima belas menit dari King’s Road. Sepertinya aku sudah sampai. Seketika setelah taxi yang ku naiki berhenti, aku memberikan uang dan meminta supirnya untuk menyimpan kembaliannya, tak ada cukup waktu, padahal uang kembalianku bahkan lebih besar dibanding biaya taxiku. Aku berlari ke bagasi taxi untuk segera mengambil barang-barangku, bahkan supir taxinya tak sempat membantuku.

Bangunannya sangat modern, berbeda dengan stasiun-stasiun Eropa yang sebelumnya ku singgahi. Dari pintu masuk aku berlari ke sebelah kiri, mencari mainline platform 8, aku melalui platform satu hingga tujuh dengan sangat tergesa-gesa, mainline platform 8 disediakan untuk keberangkatan ke stasiun terakhir di barat inggris yang biasanya di lanjutkan dengan kapal fery untuk mencapai negara yang berada di seberang England.

Aku berdiri, mengahadap ke arah pintu masuk, menanti kedatangan Amber, kereta akan sampai di mineline ini sekitar lima menit lagi. Kemana dia? Lagi-lagi terlambat.

Bukkk.. seseorang memelukku dari belakang, dingin sekali tubuhnya.

“Krystaaaal..” Ucapnya sedikit lirih

Yes, Amber?”

“Aku tidak telat lagikan?” dia yang masih memelukku dari belakang mengeratkan pelukkannya, menenggelamkan wajahnya di sudut kiri bahuku dan berucap..

“I’m sorry. I miss you, Princess..” ucapnya pelan.

Detak jantungku berdetak kencang, napasku tidak beraturan, bukan, bukan perasaan yang biasa ku rasakan terhadapnya, ada perasaan lain, aku menundukkan kepalaku, tak sanggup untuk berkata.. I miss you too..

TBC

Hwaaah tadi postnya buru-buru ngejar sebelum tahun baru, hahaa.. Ahhhh slamat tahun baru 🙂 ini chapter maha pendek yah jangan ada yg geplak ini cmn 2000 lalala words >< ampuuuun..

Btw enjoy the story yaa. masukan please please please 🙂

Advertisements

40 responses »

  1. Thor demi deh gue suka banget sama gaya bahasa sama penulisannya kayak di novel-novel, gak ngebosenin terus ceritanya yang ga gampang ditebak. Sampe sekarang gue masih penasaran bgt thor sama ceritanya segala ada tbc lagi-_- updatenya jgn sebulan sekali ya thor-_- secepetnya lah #readergataudiri

    • ini tbcnya masih agak banyak loh, hahaa.. waiyaaa makasih udah sukaa. tenang2 authornya kok yg gatau diri males bgt cari waktu unk nulisnya 😀 thank you for reading 🙂

  2. Tok..tok…
    Mo namu akh d taon baru…
    Selamat taon baru thor…
    Selamat juga buat rumah baruna…

    Wew itu kenapa deh krystal na nangis? Trus suzy apa kareba dy? Akh makin penasaran aja jadina…

    Thor apdetna jgn lama2 yey… 🙂

    • Disini masing2 pda pnya masalah tpi gada yg saling tau masalahnya.. nanti seiring waktu mreka akan tau. Ceile seiring wktu haha.. selamat tahun baru jugaa ;D

  3. Demi eomma jung sooyeon #digapplokgorjess
    Ini bikin penasaran hahaha..
    Itu krystal nangis kenapa? Tulisan yg bikin krystal takut apa? Itu si suzy gimana? Itu kenapa amber bisa nyusul bukannya stay di RS? Itu….. #dihajarauthor hahaha
    pendek sih tapi nggak apa deh .. Tumben itu si sulli nggak muncul..
    Okee.. gue suka ff nya, baca ff ini berasa lagi di inggris and I Love Inggris ! Hahaha
    Udahan ah.. Komen gue nyampah aja.. Ditunggu kelanjutannya 🙂

    • hahahaa iyaaa sinetron indonesia aja bikin penasaran apalagi tulisan gue harus lebih bikin pnasaran, hahaha..
      hebatkan amber bisa ada di stasiuuun? nanti diceritain kok 😀
      Suzy jga ntr dicritain hahaa.. Sulli nanti bakal banyak muncul #apa sih ini PHP nulis nanti2 mulu haha
      I love inggris too 😀
      gak kok gak nyampah, authornya mlah seneng kalau dikomenin 😉

  4. happy new year thor, amber selamatkah? suzy selamatkah? akh masih penasaran dengan ceritanya. hemm krystal kenapa menangis, oh tuhan jangan sampai hal buruk terjadi dengan amber dan suzy.

    • happy new year, prilly..
      kalau amberkan ktauantuh slamet udh ada di stasiun lagi, kalau suzy, kita liat nanti yaa.. iyaa doanya di aamiin-in hahaa 😀

  5. emm trlalu singkat ya ヘ(´o`)!!
    kryber : berawan

    thorr semoga aja sts berawan menjadi cerah ヽ(´▽`) tong nyampe hujan lebat (ノ´д`)

    espiritu (˛•̃•̃)/\(•̃•̃¸) ..

    wilujeng taun anyar thorr semoga ditaun ieu bisa leuwih ti taun
    kamari :)”

    adios permios

    • hahaha iya trlalu singkat yaa, ini biar enak motongnya soalnya haha, biar kyk sinetron2, bersambungnya pas bikin penasaran hahaa..
      bisa leuwih naon ti taun kamari? lewih geulis? leuwih panjang? hahaa
      chaoo 😉

  6. waw demi apa ni makin rame aja ceritanya walau masih kurang panjang hehe v^^
    thor next chap pada panjang dong crita.a ya #wajahmemelas
    happy new year too
    lanjut thor jangan lama” ya 😀

    • iyaaaa diusahain ya aku bikin panjang hahaa..
      wajah memelas diterima ;D
      iyaaak nih lagi lanjut bikin cerita, tumben2an hahaa..

  7. iaa nii thor pendek tpi gak papa yg pnting update..hehe
    Hahha sih suzber kejebur yaa,kasihan.
    Knpa krystal disini sedih mulu yaa,,cep jgn nangis mulu baby jung.
    Ehh itu kok tw2 amber ktmu sma krystal bkn’a dia d RS?
    Selamat thn baru juga yaa bwt authornya^^

    • Iyaaa baby jungnya sedih2 mulu yaaa.. nahitu canggihkan amber bisa ada di sana hahaa.. thank you for reading 😀

  8. yaaa!!author udh punya blog.chukkae…kmren2 aku bca d blog ea ka aish/navy.he
    yaah thor kok chapter ini pendek??hiks:) pdhl ini thn bru..huhu

  9. updetnya jangan lama-lamma ea itu saran gw keke….
    lo tau knpa gw blng ke gtu?
    krna gua suka banget sama FF loo….

    faigthing

  10. akh sial siapa yg menyabotase perahuny? Jahat bgt, pcundang lah.. Gmbar apa yg d dapat krystal? Lalu apa yg di lihatny? Pnasaran gw ama ni crita.

  11. wahhhh author punya lapak ndiri
    selamat y thor #clap clap clap
    mian br mampir, untung aj ane bs ngebobol tu ff d WP temen author yg d protect jd bs nemu ni WP 😀
    klo gak, bakal galau sepnjangan nungguin kelanjutan ff ini d WP ntu

    pendek amat thor cerita nya,…
    penasaran dgn krystal, kok tiba2 dy ngerasa ketakutan kayak gitu…
    o ya thor, ni ff ceritanya msh berhubungan dgn ff vice versa ya ?

    • Hahaha selamat selamat datang.. eh pdhl dipampang kok di wp tmn gue di post TAN5 teaser..
      Nanti akan terpecahkan satu persatu kok hehehe..
      Iya nyambung sdikit2 haha
      Makasih ya udh mampir 😀

  12. Sbenarnya ada apa sih dg mreka brtiga trus knpa tuh krytal tiba2 nangis tnpa sebab gtu and siapa juga yg mau nyelkain suzy and amber makin dbkin pnsran dah ma cerita ni epep tp seru koq thor
    Nah tu knp amber tau2 meluk krys gmn ma nasib suzy dia nggak pa2 kan? #bnyak tnya nih readr^ v
    Lanjut bca ye thor!! Gomawo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s