Thematic Apperception Night Chapter VI

Standard

Amber POVImage

Kepalaku sangat pusing, aku tak mampu menajamkan pandanganku lagi, berkali-kali aku terbatuk dengan air yang keluar dari hidung dan juga dari telingaku. Aku tak bisa melawan berat di mataku lagi, dan membiarkannya terpejam sebentar.

Keributan terjadi di, dimana ini? sepertinya ruang emergency, telingaku pengang, pandanganku masih sedikit kabur. Seorang dokter memeriksaku dengan sangat cermat, aku menoleh ke sebelah kiri, Suzykah?

“Suzy!” aku berusaha berteriak dengan keadaan masker oksigen yang sedang terpasang menutupi mulut dan hidungku. Suzy tak menjawab sama sekali, ia dikeluarkan dari ruang emergency ini, entah kemana. Bertahanlah Suzy, maafkan aku karena tak bisa menyelamatkanmu.

Aku membuka alat bantu napasku dan bersikeras bertanya mengenai keadaan Suzy, tapi seorang suster yang sedari tadi menanganiku tak banyak bicara, dia hanya mengatakan bahwa Suzy akan dibawa ke ruang tindakan.

“Suster, aku dalam keadaan sadar penuh, bisakah aku mendampingi sahabatku?”

“Tidak perlu, miss, sudah ada keluarganya” brangkar yang sejak tadi ku gunakan didorong ke arah pintu keluar.

“Aku mau dibawa kemana?” tanyaku penasaran.

“Paru-paru anda akan  kami rontgen, kemungkinan besar air masuk ke dalam paru-paru anda” jawabnya cepat tanpa memperhatikanku, mungkin aku terlalu banyak bicara, syukurlah Suzy telah bersama keluarganya, semoga ia baik-baik saja.

Aku melirik ke arah jam tanganku, Oh God! Ini pukul 12.10, dua puluh menit lagi aku sudah harus berada di London Euston.

Nurse, dimana barang-barangku di letakkan?”

“Tadi dititipkan di resepsionis oleh keluarga temanmu”

Suster yang mengantarku ke depan ruang rontgen masuk dan membiarkanku di depan pintu, sepertinya ia sedang mengecek keadaan di dalam terlebih dahulu. Kali aku tak boleh terlambat bertemu Krystal.

Kulepas masker oksigenku, kemudian membuka lilitan selimut tebal yang membalut tubuhku. Ternyata aku telah dipasangkan pakaian rumah sakit. Aku segera turun dari brangkar, dengan kaki telanjang aku berlari ke arah lobby.

Ya Tuhan harus berbicara apa aku terhadap resepsionis? Tak mungkin ia memberikan seluruh barangku dengan keadaan aku yang seperti ini. Ku perhatikan keadaan sekitar, ada sebuah kursi roda tepat di sisi kanan lobby aku segera ke arah kursi roda tersebut.

Ku ambil coat dan sendal yang yang berada di kursi roda ini, ku rapihkan rambutku dan ku atur napasku. Kemudia berjalan santai ke arah resepsionis.

“Bisakah aku mengambil barang-barangku?”

“Bukankan anda korban tenggelam yang baru saja tiba?”

“Iya, betul, tapi sepertinya aku hanya akan di tempatkan di ruang rawat inap biasa, tak ada masalah yang berarti, para suster sedang sibuk, aku ingin mengganti pakaian dalamku”

“Biar ku bantu”

“Terimakasih”

Resepsionis itu membawakan ransel besarku dan mengantarkanku ke toilet. Aku berjalan sebaik mungkin agar resepsionis ini tak menghawatirkanku, kulihat sekitar, mencari pintu keluar terdekat. Akupun masuk ke dalam bilik toilet, dan resepsionis itu menungguku di depan pintu. Haaaaah.. aku mulai mengganti seluruh pakaianku.

“Uhuk, uhuk uhuk uhuk”

“Apa anda baik-baik saja, miss?”

“Aku ke-kesulitan bernapas”

“Ya Tuhan! akan ku panggilkan perawat segera” ia terdengan keluar dengan tergesa-gesa, tak ingin menyia-nyiakan waktu sedetikpun aku ikut keluar dan berlari ke arah yang berlawanan dengannya, keluar, melalui pintu samping dan segera masuk ke dalam taxi yang terparkir dengan posisi yang bagiku, sempurna.

“London Euston, please, aku sedang terburu-buru” tanpa basa-basi taxi yang ku tumpangi melesat cepat keluar lingkungan rumah sakit, dari kejauhan aku memandangi rumah sakit yang tadi kusinggahi, sambil menjalin jemari di kedua belah tanganku dan menaruhnya di depan mulutku, dengan mata yang terpejam aku mendoakan Suzy agar dia baik-baik saja. Maafkan aku Suzy, aku lebih memilih meninggalkanmu dibanding menyakiti hati kekasihku.

“Sir, bisakah kau naikan suhu penghangat udaranya? Aku sedikit kedinginan” pintaku kepada supir taxi yang masih mengendarai taxinya dengan sangat cepat.

Aku memeriksa tasku. Ya Tuhan, aku baru menyadari tak ada lagi iphone dan dompetku.  Tapi paspor, visa dan tanda pengenalku kusimpan di satu tempat demi memudahkan perjalananku, dan semuanya masih rapih di dalam ranselku, beberapa lembar pecahan besar europun masih ada di saku dalam ranselku. Aku menyiapkan selembar uang dan tak akan meminta kembalian karena supir taxi ini telah mengerjakan tugasnya dengan baik.

“Ambil kembaliannya, Sir

“Hari yang menyenangkan untukku, semoga keberuntungan menyertaimu, Son

I hope so

Aku berlari ke dalam stasiun berarsitektur modern ini, entahlah aku harus menunggu dimana, bahkan aku tak tahu akan melakukan perjalanan kemana.

Excusme, Sir, untuk keberangkatan ke luar negeri aku harus memasuki mainline platform nomer berapa?”

“Katakan kemana kau akan pergi? Jika ke Prancis silahkan ke platform 9”

“Mmmm.. selain ke Prancis?”

“Sebetulnya anda akan kemana?” Prancis, England, hmmm, Irlandia, mungkin Irlandia, tapi aku tak yakin.

“Mmm, Ireland”

“Silahkan menunggu di platform 8, untuk keberangkatan keluar negeri disediakan empat platform, mulai dari enam hingga sembilan” Kenapa tidak dari tadi saja kau menjawab seperti itu.

Thank you, Sir” aku melihat sekeliling, memasang topiku dan berjalan cepat melalui platform satu hingga tujuh. Ini dia mainline platform 8, puji Tuhan Krystal belum sampai. Mhh.. perutku terasa perih dan mual, aku menutup erat mulutku dengan kedua telapak tanganku, dan berlari ke arah toilet dengan tergesa-gesa.

Kubuka pintu toilet dan memuntahkan isi perutku, hhhh kakiku lemas sekali, aku terduduk di depan toilet, ya Tuhan, air semua, seberapa banyak air yang ku telan? Setelah menekan flash, aku keluar pintu toilet dan menghampiri wastafel, berkumur dan mencuci wajarku berkali-kali. Ku pandangi wajahku melalui cermin di hadapanku “Everything’s is fine, Everything’s gonna be alright” ucapku dalam hati.

Aku berjalan keluar, menghampiri telepon umum, kembali mengatur fokus pandanganku, napasku, dan langkahku. Kembali berjalan ke arah platform 8. Hah? Krystalkah itu, aku berjalan cepat namum sebisa mungkin tanpa bersuara, ia sedang memunggungiku, dari belakang saja gadis ini terlihat begitu menawan. Satu, dua, tiga langkah dan.. bukkk..

Krystal POV

Bukkk.. seseorang memelukku dari belakang, dingin sekali tubuhnya.

“Krystaaaal..” Ucapnya sedikit lirih

Yes, Amber?”

“Aku tidak telat lagikan?” dia yang masih memelukku dari belakang mengeratkan pelukkannya, menenggelamkan wajahnya di sudut kiri bahuku dan berucap..

“I’m sorry. I miss you, Princess..” ucapnya pelan.

Detak jantungku berdetak kencang, napasku tidak beraturan, bukan, bukan perasaan yang biasa ku rasakan terhadapnya, ada perasaan lain, aku menundukkan kepalaku, tak sanggup untuk berkata.. I miss you too..

Ia mengangkat wajahnya dari sudut bahuku, melepas pelukannya dan berjalan ke hadapanku.

“Kau masih marah kepadaku?”

“Tidak” aku memegang pipi kirinya dengan tangan kananku.

“Kenapa wajahmu dingin sekali? Matamu juga sangat merah, apa kau baik-baik saja?”

“Kalau tubuhku panas baru kau boleh khawatir, aku dingin karena aku terlalu lama diluar” maaf, aku berbohong lagi..

Alright” Aku merogoh sakuku dan segera menghubungi nomer Jessica Unnie.

Unnie ingin berbicara denganmu” aku memberikan ponselku kepadanya. Terlihat ekspresi kaget dan gugup pada wajah Amber. Sepertinya Sica Unnie sudah menerima panggilan dariku.

“This is amber, Krystal said that you want to talk to me” Amber mengaktifkan mode loud speaker.

Ne, Kau sekarang sedang dimana?”

“At train stasion, Unnie” sepertinya ia sudah menduga apa yang berikutnya akan ditanyakan oleh Jessica Unnie

“Train station, akan kemana kalian?” Amber menatapku menunggu jawaban dariku.

“Katakan saja kita ke Italy” Bisikku kepadanya.

“Omo! Dia tak akan percaya, dear” aku paham maksud Amber, Sica Unnie pasti akan menanyakan kenapa kita bulak balik dari selatan ke barat dan kembali ke selatan.

“Are you still there?”

“Mmmm yes, Unnie, we’re going to Ireland” dari mana dia tahu kalau kita akan ke Ireland, matilah aku Jessica Unnie pasti..

“Ya! Pulang sekarang juga atau tak ku izinkan kau berpacaran dengan adikku lagi!” Amber terlihat sangat ketakutan dan hampir melemparkan ponsel itu ke arahku. Aku mengambil alih pembicaraan.

“Jessica Unnie kumohon, kami hanya akan berjalan-jalan di kota”

“Berikan telponmu kepada Amber!”

Yes, Unnie

“Kurang jelaskah kata-kataku, Liu? Pulang atau kupinta Jacky (Amber’s sister) untuk menemani kalian berdua!” Ya Tuhan banyak sekali ancaman untuk Amber dari kakakku.

“Mmmm Unnie, kumohon, percayalah padaku, aku tak akan melepaskan pandanganku sedetikpun dari adikmu, aku juga yakin bahwa Krystal dapat menjaga dirinya dengan baik” Amber terlihat semakin gugup.

“Amber Joshephine Liu tak bisakah kau..” Aku mengambil alih pembicaraan

Unnie, waktuku tak lebih dari seminggu sebelum aku sibuk kembali dengan pekerjaanku, selama libur kemarin aku hanya di Korea dan beberapa hari di Amerika, aku bosan Unnie. Apa yang kau inginkan aku sesibuk dirimu? Kau ingin aku persis denganmu yang sudah tak pernah punya waktu sejak umur sebelas tahun? izinkan aku bebas kali ini” Aku menggigit bibir bawahku, menahan tangis sebisa mungkin, Amber mengambil ponselku, memelukku dan menonaktifkan mode loud speaker, dan kembali berbicara dengan kakakku.

Amber POV

“Aku akan menjaganya, Unnie, percayalah” Aku berusaha untuk meyakinkannya.

“Lalukan pekerjaanmu itu dengan baik, aku tak akan memaafkan dirimu jika terjadi sesuatu padanya” suara terdengar sedikit bergetar.

Yes, Unnie

“Jaga juga dirimu baik-baik, Amber. Aku menyayangi kalian berdua” ia memutuskan sambungannya terlebih dahulu. Aku memasukan ponsel Krystal ke dalam sakuku dan mengangkat wajah kekasihku yang tenggelam di atas dadaku. Aku memasang wajah cemberut.

“Baiklah, tak apa, kita pulang saja.” Ucapnya pasrah. Aku merangkul bahunya, mengajaknya berjalan.

Dear..” Ia tak menjawab, tapi ia memandang mataku.

“You shouldn’t grow any taller okay, coz this is the perfect height for my arm around your shoulder”

“Kau harus meminta izin Sulli terlebih dahulu sebelum mengcopy kata-katanya”

“Pardon?”

“Tak tak mencontek kata-kata Sulli?” Aku menggelengkan kepalaku, tak paham dengan maksudnya.

Anniya, hanya saja Sulli pernah berkata hal yang sama kepadaku”

“Jinjja?”

“Ne..”

“Aaaa, Sulli mencuri kata-kataku”

“Kau yang mencurinya, Unnie, haha” ia tertawa dengan air mata yang masih mengalir di pipinya, aku menghapusnya perlahan. Kereta telah sampai, kami berdiri di pintu paling ujung kereta yang terlihat sangat modern ini, ketika kereta berhenti sempurna dan pintunya telah terbuka aku memandang wajah kekasihku yang tertunduk dalam. Ku bawa kopornya dan masuk ke dalam kereta.

“Ya! Apa kau berani melawan Jessica Unnie?” Aku menarik tangannya.

“Tidak, aku tak berani melawan kakakmu yang galak itu. But fortunatelly, dia mengizinkan kita pergi, khekhekhe” aku tertawa geli melihat matanya yang membulat tak percaya, ia langsung lompat masuk ke dalam kereta dan memelukku erat, aku hanya tertawa melihat tingkahnya ini. Dengan muka yang 180 derajat berbubah dari beberapa detik yang lalu, ia membuka tasnya mengambil tiket kereta untuk melihat dimana kami akan duduk.

“Kau disini, aku disini” ucapnya  sambil menunjuk kursi di samping jendela, kami duduk berhadapan.

“Waeeeeee?” protesku

“Apanya yang kenapa?”

“Aku tak mau duduk di depanmu, aku mau duduk di sampingmu”

“Nanti kau sulit untuk melihat pemandangan”

“Aaaa, kaukan pemandanganku” ia tak menjawab tapi hanya menjulurkan lidahnya kepadaku.

            “Krys I’m serious, i wanna sit beside you”

“Tunggu saja, jika kursi di sebelahku kosong berarti kau bisa duduk di sampingku”

“Pasti kosong, khekhekhee” Aku yakin pasti kursi di sampingku dan di samping Krystal kosong. Aku memain-mainkan pipi kekasihku dengan telunjuk jariku, meminta perhatian darinya yang mulai sibuk dengan tabletnya. Drrrttt drrrttt.. hmmm, ponsel Krystal bergetar, aku merogoh sakuku dan melihat siapa yang menghubunginya, woa, Sulli, maaf Little bun, ku reject panggilan darimu.

“Ya! Apa yang kau lakukan, Llama?!” Krystal berteriak memekik hingga rasanya gendang telingaku hampir pecah. Ia juga memukul lenganku dengan sangat keras, refleks khas anak ini.

“Maaf, aku hanya tak mau anak kecil itu mengganggu kita”

“Apa yang kau maksud anak kecil? Sulli lebih tua tujuh bulan dariku, jika dia anak kecil aku apa? Hhhh jinjja, you rascal!” Aku tak menjawab apa-apa hanya memandanginya dengan wajah memelas, dia segera menghungungi Sulli.

“Amber! Sulli mereject panggilanku, ini semua gara-gara kau! Tak tahukan akhir-akhir ini dia lebih sensitif”

“Sorry..” Dia mengabaikanku dan segera menulis pesan untuk Sulli, aku tak diizinkan mengintip, perhatiannya terlalu berlebihan untuk Sulli.

“Uhuk uhuk uhuk”

“Tak perlu kau pura-pura batuk untuk menarik perhatianku, Llama!”

Aku menahan batukku, dadaku kembali terasa sesak, kupasang meja kecil yang tersedia di dinding kereta, kemudian melipat kedua tanganku dan menenggelamkan wajahku disana. Hhhh.. kepalaku sangat pusing.

“Are you okay?” Krystal mengelus-ngelus rambutku dan mendekatkan wajahnya kepadaku, hangat napasnya terasa olehku. Aku mengintip dari balik lenganku.

“Aku hanya mengantuk”

Unnie! Kau tidak sedang mencari perhatianku kan?” Aku tak sanggup menjawab, hanya sedikit menggelengkan kepalaku.

“Tidurlah” ia kembali mengelus-elus kepalaku, rasa sakit di kepalaku sedikit menghilang, tapi menyisakan kantuk yang tak bisa kulawan.

Krystal POV

Aku mengambil gambar wajahku dan sedikit mengedit di beberapa bagian. Kemudian mengirimkannya kepada Sulli. Sambil menulis sedikit pesan.

 

Call me call me call me call me call me call me call me NOW!!

Sincerelly

Your Black Kitty

            Baiklah aku mengalah, aku yang menghubunginya kembali. Terdengar nada sambung yang berulang kali, ia tidak juga mengangkatnya.

“Hallo?” Telponku sepertinya sudah diangkat tapi tak terdengar suara dari Sulli.

Haaaaa…llo” Hahahaha dia mempermainkanku.

“Ya! Nakal sekali kau tak mau menjawab panggilan dariku”

“Kau yang melakukannya lebih dahulu, Black Kitty!”

Unnie mu yang melakukannya”

“Memangnya kalian sedang apa sampai-sampai dia tak mau terganggu sama sekali, pasti kalian sedaaang, aaaa! Kau tak boleh melakukan apa-apa dengannya, Soojung!”

“Hahahaa.. kalau aku tak boleh melakukan apa-apa dengannya, kau juga tak boleh melakukan apa-apa dengan Minho Oppa!”

“Sudah terlanjur, chingu, aku baru saja berciuman dengannya”

Nooo! You can’t do it, tweety!”

“Hallo” Hah? Suara siapa itu?

“Minho Oppa kah?”

Ne.. Apa kabar Krys?”

“Aaaaaaaaa, kau baru saja mencium Sulli? Benarkan?”

Ne, hehehe”

“Aaaaah katakan padaku kau tak merasakan apa-apa!”

“Memangnya aku itu kau yang tidak bisa merasakan apa-apa terhadap lawan jenis” ucapnya dengan sangat santai.

Oppa! Aku tidak sebegitunya”

“Yes you’re not a lesbian, but you’re girlfriend is a lesbian, hahaha” tawanya meledak, Sullipun terdengar tertawa.

“Jangan bilang kalian mengaktifkan loud speaker, ya! Bagaimana jika ada yang mendengar”

“Hahaha, anniya, kita menggunakan earphone, babo!”

“Aaaaa.. Aku cemburu! Kenapa kalian menggunakan satu earphone untuk berdua?” mereka tak menjawab, sepertinya ada yang memanggil mereka.

“Krystal, miane, aku harus kembali shooting

Arraso, jangan kau bawa tidur adegan mesummu itu”

“Hahahaa, tapi berjanjilah sesuatu”

Ne..”

“Mimpikan aku malam ini, arra arra arra?”

Arraso

“Bye bye, my princess”

Bye bye, my prince” ya Tuhan, aku merindukanmu  Sulli, tenang saja, sudah kukumpulkan banyak oleh-oleh khusus untukmu Tweetyku.

Aku menyandarkan tubuhku, melilitkan syal hingga menutupi sebagian wajahku, melipat kedua tangan dan mulai memejamkan mata.

***

Aku meminjam tablet milik Krystal, mengambilnya dari dalam tas yang berada di atas pangkuannya. Setelah membuka password yang telah ku ketahui sebelumnya aku langsung masuk ke halaman berita yang menjadi trending.

Deg! Tanganku bergetar hebat, kaku, tak mampu membuka satupun artikel yang tertumpuk di salah satu halaman berita. Semua bertuliskan tentang berita kematian seorang idol korea yang beberapa jam lalu masih tersenyum ceria di hadapaku. Tidak mungkin, tidak mungkin. Tapi dengan gerakan kaku, kuputuskan untuk membuka salah satu artikel, di dalamnya bertuliskan Bae Suzy atau yang biasa dikenal sebagai Suzy Dream High menghembuskan napas terakhirnya di Inggris akibat tenggelam di salah satu danau yang berada di taman kota, seorang temannya yang juga merupakan idol asal korea, Amber J Liu dalam keadaan kritis akibat insiden yang sama.

Suzy menginggal dunia? Dan aku kritis? Aku menjatuhkan tablet milik Krystal, kulihat kedua belah telapak tanganku, kenapa warnanya putih pucat? Aku berusaha mengepal tanganku dan tak terasa apa-apa, warna tanganku sedikit demi sedikit memudar, dan menjadi tembus cahaya, dadaku kembali sesak, aku mulai terbatuk-batuk hingga memuntahkan air dalam jumlah yang banyak. Apa yang sebenarnya terjadi??

Krystal POV

“Amber, Amber please wake up, are you okay, honey?” aku menggoyang-goyangkan lengannya yang ia jadikan bantalan tidurnya, ia terbatuk-batuk hebat. Ya Tuhan, sepertinya ia sedang sakit.

“Krys..” ia menyebut namaku dan terlihat masih setengah sadar, pipinya basah oleh keringat dingin dan, air mata? Ia menangis?

Ne, Amber, gwencana, honey?” sungguh, dia sangat terlihat menghawatirkan. Ia tak menjawab, tatapannya kosong.

“Apa kau habis mimpi buruk? Memang kau mimpi apa?” dia hanya menggelengkan kepalanya, aku berpindah posisi, duduk di sampingnya. Ia langsung menaruh kepalanya di bahuku.

“Everything’s fine, tak usah ceritakan mimpi burukmu jika kau tidak mau, itu hanya mimpi, mungkin itu hanya imbas kekhawatiran yang disampaikan Sica Unnie” aku mengambil botol air mineral dan memberikannya kepada Amber. Ia segera meminumnya seperti orang yang baru bertemu dengan air.

“Sudah seratus persen sadarkah?” tanyaku padanya. Ia hanya menggelengkan kepalanya. Aku selalu suka wajah bangun tidurnya, mata sembabnya, bibir merah dan rambutnya yang berantakan selalu membuatku gemas melihatnya. Kuputuskan untuk mencium bibinya. Cup..

“Sekarang sudah sadar?”

“Kekekeke, baru lima puluh persen, satu ciuman akan meingkatkan kesadaranku sebesar satu persen, maka kau harus menciumku lima puluh kali lagi supaya aku sadar penuh, setuju? Aku setuju”

“Hahahaaa, kau menyebalkan sekali, Llama, akan ku cium satu kali lagi”

“Lima puluh kali lagi, ayolah”

“Sekali lagi atau tidak sama sekali”

“Satu kali tapi lima belas menit, tanpa jeda”

“Ya! Kita sedang di tempat umum!”

“Memang kalau bukan di tempat umum kau mau menciumku lima belas menit tanpa jeda?” kulihat ada senyum nakal di wajahnya, ishh, anak ini.

“Mmmmolla” aku menutup wajahku menyembunyikan rona merah yang pasti terlihat jelas di wajahku.

“Hahahaa” Amber memegang kedua belah tanganku, menatapku sambil tersenyum merayu seperti senyum anak kecil yang minta dibelikan es krim.

“Waee?” tangan kanannya mulai menyentuh pipiku, tak lama bibir hangatnya menyentuh bibirku dengan lembut. Aku bersandar di sisi kereta, caranya menciumku sudah lebih baik, aku menarik tubuhnya agar lebih dekat denganku, mmhhh, kurasa wajahku memanas. Tiba-tiba Amber melepas ciuman kami dan tersenyum sambil memamerkan deretan gigi-giginya kepadaku.

“Wae?”

“Kekekeke..” Ia menengok ke belakang dan menunjuk kearah pelayan kereta yang sedang menawarkan menu makanan kepada penumpang di sebelah kita.

“Hahaha, kau kelaparan, Llama?” ia mengangguk antusias.

Good afternoon, miss” pelayan kereta yang terlihat sangat cantik itu tersenyum sambil memberikan makanan ringan untuk kami.

“We have some fresh foods and drinks, this is the menu”

“Yes, I want this Pizza” ucap Amber sambil menunjuk salah satu gambar di dalam menu.

“Kau mau apa, Krys?”

“Aku tidak terlalu lapar, roti ini sudah cukup”

“Juice maybe?”

“Mmm, boleh, one manggo juice and mineral water, please

Pelayan itu mengulang kembali pesanan kami kemudian menghampiri penumpang lainnya.

“Bolehkan aku meminjam tabletmu?”

“Memang kenapa gadjet-gadjetmu?”

“Hilang, dompetku juga hilang”

No way! Bagaimana bisa hal itu terjadi?” aku sungguh penasaran, kasihan sekali kekasihku ini.

“Aku sedang berenang di tempat umum, aku menyimpan barang-barangku di dalam tas dan kusimpan tasku di salah satu kursi yang tersedia di sisi kolam renang. ketika aku ingin menghampiri tasku, resletingnya telah terbuka, dan dompet, iphone juga ipodku sudah lenyap”

“Haaaaah, jahat sekali yang mencurinya, apa saja isi dompetmu?”

“Tenang saja, aku sudah menelepon manager Oppa untuk mengurus semuanya, aku tak terlalu banyak menyimpan uang di dompetku”

“Kau tidak menyimpat foto kita yang aneh-anehkan?”

“Memang kita pernah foto apa, princess?”

“Mungkin saja kau mengambil fotoku ketika aku sedang mandi”

“Aishhh! Aku tidak sepervert itu, dear

“Siapa tau saja” ucapku sambil memperhatikan kuku-kukuku yang mulai memanjang. Amber mengambil tasku dan menyeluarkan tablet milikku. Dengan cermat ia membuka satu persatu halaman berita sambil menikmati makanan yang telah sampai di mejanya, entah dibuat dari apa Pizza pesanannya, tak sampai sepuluh menit sudah sampai di kursi kami. Aku hanya memperhatikan apa yang ia lakukan, entahlah apa yang sebenarnya sedang ia cari.

“Ini” ia mengembalikan tabletku, mulutnya penuh dengan Pizza.

“Kunyahlah dengan baik, jangan kau jejelkan satu loyang pizza itu ke dalam mulutmu” ucapku sambil membersihkan mulutnya dengan tisu basah kemudian kulanjutkan dengan tisu kering. Sekarang ia merebut ponselku, menginspeksi setiap call logs, pesan, email dan chating yang pernah ku lakukan, dan hampir menanyakannya satu persatu. Kadang aku menjawabnya dengan serius, tapi beberapa kali kujawab dengan bercanda, hanya karena ingin membuatnya kesal, tapi dia hampir tak pernah bisa merasa kesal terhadapku, itu alasan kenapa aku sangat khawatir ketika ia sudah mendiamkanku, seperti yang terjadi pagi tadi.

“Kenapa kau tahu bahwa aku akan mengajakmu ke Ireland, Unnie?”

“Sudah kubilang jangan panggil aku Unnie. Memangnya kau mau mengajakku ke Ireland? Aku hanya asal tebak”

Yes, apakah kau tahu tempat-tempat yang indah di sana?”

No, aku tak paham irlandia seperti apa, mungkin tak jauh berbeda dengan negara-negara besar dengan pemandangan kota yang indah”

“Baguslah jika kau tak tahu, dan jangan cari tahu, karena ini kejutan”

Allright” ia menjawab tanpa melihatku, masih bermain-main dengan ponselku, ingin mengetahui segala yang kulakukan ketika aku tak bersamanya.

Taklama terdengar pemberitahuan bahwa kereta akan sampai di stasiun Holyhead dalam waktu lima belas menit lagi. Aku menyeruput jus mangga yang masih tersisa cukup banyak, sedikit merapihkan kemejaku, memasang coat yang semenjak tadi tergelatak di kursi, dan memasukan beberapa barang yang cukup berantakan hasil geledah singkat yang dilakukan kekasihku. Sementara Amber masih sibuk memakan sisa Pizza yang masih tersisa beberapa slice, aku hanya membantu memakan satu slice, itupun tak habis.

Aku kembali mengambil tisu basah untuk mengelap tangan dan mulutnya, lucu sekali dia, mirip sekali dengan pokemon hahaa.. membantunya mengenakan coat hitamnya, dia sudah tak menggunakan coat broken whitenya.

Kereta api yang kita tumpangi sudah melambat. Ketika kereta telah melambat sempurna Amber mempersilahkanku untuk berjalan duluan. Ia membawakan koperku yang berukuran cukup besar dan berjalan tepat di belakangku. Kami hanya berjalan mengikuti penumpang lainnya, keluar dari mainline.

“Habis ini kita kemana? Kita harus menyebrang laut bukan untuk sampai ke Irlandia?” tanyanya yang kini telah berada di sampingku.

“Ikuti saja aku” hehehe ku biarkan dia penasaran.

Amber POV

Jika saja gadjetku tak bermasalah pasti aku sudah sangat penasaran perjalanan macam apa yang mungkin akan kulakukan dengan Krystal. Sayangnya semuanya telah lenyap. Omo! Ada jalur khusus untuk mencapai pelabuhan dengan hanya berjalan kaki? Oh my God this is great! mungkin tiket yang kekasihku beli semacam tiket terusan, ya, aku hanya mencoba mengira-ngira.

“Amber”

Yes?”

“Kau mau membeli makan terlebih dahulu?”

“Jam berapa kapalnya berangkat?”

“Sekitar tiga puluh menit lagi, tapi kapal sudah ada di dermaga”

“Baiklah, kita langsung naik kapal saja”

Tempat ini terlihat sangat sibuk, tak terlihat seperti musim dingin di negara-negara lain, di sini terlihat benar-benar tempat tanpa istirahat. Kini kami telah tiba di dermaga 80 tambatan 3 tempat Irish Ferry berlabuh untuk keberangkatan ke Irlandia selatan, Irlandia selatan? Ah bahkan bentuk negara Irlandia di globe saja aku tak ingat. Aku mengeluarkan pasporku dengan semangat kemudian kami menunjukkan paspor kami masing-masing ke petugas kapal di kaki tangga kemudian berjalan cepat ke atas, memasuki kapal. Oh God really, rasanya jantungku akan keluar, indah, indah sekali. Lautnya biru sempurna begitupun langitnya. Di geladak, seorang pramugara memeriksa tiket kami dan mengantarkan kami ke, entah kemana.

“Perjalanan kita yang sesungguhnya akan segera dimulai” ucap Krystal kepadaku, rambut panjangnya yang tertiup angin, bibirnya yang tetap merah di cuaca sedingin ini, dan tatapan intensnya terhadapku malah membuatku berpikir yang tidak-tidak. Hmmm.. Semoga Aku masih bisa mengendalikan diriku dan semoga kau masih bisa menjaga dirimu, Princess..

TBC

Hwahahaha 3500 words lebih tuh.. gimana kalau yang ini? ada yang mikir kalau ini cerita hantu gak? Pas Amber ngeliat tangannya pucet dan gabisa digerakin? Bikin cerita hantu apa ya? Suzy mati terus gentayangin Amber ama Krystal terus mereka kecemplung trus tamat ni ff, kekekeeke..

Untuk readers gue yang kece-kece, ditunggu komennya yaa.. saran sangat didengar sama gue, dan bakal jadi bahan pertimbangan untuk keciyamikan ff ini kedepan. kalau mau liat sekeren apa fery yang dinaikin Amber dan Krystal bisa liat disini: http://www.360vr.ie/virtual-tours/Ulysses/360VR_ULYSSES.html Iya mereka naik kapal ini, kekekeke.. coba dong kalian lebih tau lebih dulu dibanding Amber, Amber aja baru mau masuk eh lo lo pada udah pada di dalem hahaha..

Ohya kenapa akhirnya gue post siang ini karena gue dapet sms dari dosen untuk ketemu dia, yang mana gue harus ngutak ngutik skripsi gue lagi. Jadi ntr malem waktunya ceritanya kusus gue dan skripsi gue aja. Tapi tenang, gue bakal tetep mundar mandir ke wp ini, setidaknya kalau gue udah ngepost, beban gue jadi gak dabel hehehe..

Yaudah selamat menunggu untuk next chapt yaaa.. I love all the readers, But I have more love buat readers yang mau nyediain sedikit tenaga dan waktunya untuk komen, hahaha iye gue author yang haus komen J ohya rata-rata readers ngikutin vice versa jugakan? Kalau yang gak ngikutin silakeun ditilik navy99blue.wordpress.com ada sedikit kejutan di vice versa chapter 11 yang kata authornya akan update hari ini juga, hahaha.. yasudah, I’ll see you soon, dear readers

Sincerelly yours

author

Advertisements

60 responses »

  1. *cipok authour*
    masyahallah thour gua suka banget chapter ini ciyus !!
    tapi beneran suzy mati ? ah nanti gmna dong amber ?
    baby jung kyanya mm… seneng buahnget thour katanya mau buat xxx gitu ?
    tapi jngn deh kasian nanti ambernya !
    semoga di chapter depan makin sweet ea kryber !
    oh ya gua mau nanya!
    alamat e-mail sm twitter lo dong thour 😀 *sok deket lo cuk*

    pokoknya ffnya keren abiss …
    Cepet updet ea semangat !!

    Luph author *cipok basa*

    • Iyaaa mimpi doang cuuuk hahaha.. masih ada yg dibingungin gak?? Adatuh tuiter gue di kolom yg judulnya ‘haaiii’ disamping ‘home’ kekeke

  2. Idih makin penasaran ini…
    Beneran itu suzy na mati? Ato itu cm mimpi na c amber aja?
    Author sebenerna aku masih bingung sama alur cerita ini kaya gmn, mungkin karna chap na msh pendek kali ya…or mungkin akuna aja yg lemot…hehe
    Ok dah d tunggu kelanjutanna author..

  3. baru nyadar yang amber liat di tablet itu mimpikan thour ?
    pasti mimpi !
    kalau suzy mati ga ada goo hye mi lagi dong ?

    agak sedikit bingung thour !
    apa otak gua aja kali ea yang lemot ?

    tapi ttp ffnya jjang !!
    keren ….

    • Iyaaa cuman mimpi cuuk, itu yg amber pov pertama2 itu flashback nyeritain gmn amber bsa ada distasiun kekeke.. thank you..

  4. gila thor panjang juga coba chap chap sbelumnya sepanjang ini wah bakalan ngefly to the sky ini mah haha 😀
    cool abis ni chap gue bingung mau ngomen apa lagi cause gue bahagia lo updatenya cepet+panjang and bagus pula crtanya
    cie cie itu kryber mulai mesra kembali jadi sneng deh gue >< trus gue kaget beud pas si amber mimpi kirain gue itu real #garelalahirbatin
    gue berharap penuh smoga lanjutannya lebih aWOW dan sama cepet update ya thor 😀

    • Hahahaa seru bgt komen lo seru cuuk..
      Iyaaa cmn mimpi kok tenang ajah. Itu gue potong disitu pdhl niatnya mau dipotong sampe dia nyampe ke irlandia, cmn kyknya bkalan bleber kepanjangan. Iyaa smangat soalnya diwp sndiri haha
      Thank you ya cuk udh baca, iya smoga cpet lagi gue apdetnya, hehehe

  5. thor maaf baru tau caranya coment maaf y thor *peluk author. ini ff nya keren banget thor oh iya ambernya sekarat gimana tuh nanti kisah romantis kryber terus katanya ada suzber mana nih thor wah suzy nya keburu mati thor. semoga cepet di apdet semangat thor 🙂

    • Ehhhh itu amber skarat sma suzy mati cuman mimpi doang, aslik cuman mimpi! Hahahaa..
      Waaa slamat ya ud bisa komen.skrng 😀 makasih udh baca, ditunggu next chaptnya yaa..

  6. Moment Kryber mkin unyu dh.. Tpi syg krys gk tw keadaan amber sbnr’a.. Amber jg kuat bnget yak bsa brtahan dlm keadaan yg bsa d blg ckup kritis..
    Tpi.. Suzy gmana nih thor??
    See u next chapt,, semangadt.. 😉

    • Iyaaa ambernya pdhl mayan kacautuh fisiknyaa..
      Suzy nanti dikabarin di next chapt yaa..
      Aaaa thank you for reading 😀

  7. wew ini ada huubungannya sama vice versakah? coz saat aku baca vice versa chap 11 disitu ada percakapan antara sica dan krys. dan sama percis di chap 5 Thematic Apperception Night . ini berhubungankan *mikir ala shinichi kudo* hehheeheh, suzy meninggal? gak mungkin pasti itu hanya mimpi buruk yang amber alami di kereta. penasaran ama perjalanan kryber ke irlandia. hehehehhe happy new year author, thanks for update chapter ini. mian gak bisa koment banyak. pst foto krybernya aku bajak boleh kah kkekekekeekek

    • That’s 100% right prilly. Selamat kyknya lo yg prtama kali ngeh 😉
      Iyes cmn mmpi buruk aja kok. Owrait, mohon tunggu unk irlandianya, smoga bisa cepat juga. Thank you prilly 🙂

  8. Behh apdet trnyata .. !!

    Ada aroma2 gk enak nih sama sulli !! Bakal ada jungli kah ??
    Keknya ada bbrpa bagian yg gk ane faham pas si amber pov *au bnr apa slah ane baca nya*
    Suzy sehat kn gk ada cacad ato rusak *klo rusak dteng aja krmh ane* haha .. ~(‾⌣‾~) (~‾⌣‾)~
    AmberSuzy moment ane tunggu ye thorr

    Jlan2 nya ke aviva stadium gk tuh !!

    *adu kepo ya ane m(_ _)m

    Adios permios
    Espiritu (˛•̃•̃)/\(•̃•̃¸)

    • Hahaa iyanih apdet.. bingungnya dbagian mn? Tnya aj ama gue. Suzy ntr dicritain.. jungli? Hahaha krn prsahabatan mreka yg pling zet bgt jd bkal sring dicritain, kekeke..
      Ini reader gue yg 1 ini ngarahnya kebola mulu haha.. thank you for reading yaa 😀

  9. suzy mati??untung cmn mimpi.kekekeke
    klo bnrn mati..*tabokauthor…plakk
    itu amber msih skit,main kabur2 aja.Hadeeuuh…-__-!
    buat author..cpet kmli yaa.next chap..kutunggu ff mu.hahahaha

  10. itu amber msh sakit?ko kabur haha
    eh suzy jgn mati thor kan syng tu#plak
    keren nh crita’a…kira2 next chap ada apaan ya#plak plak plak
    dtunggu next chap’a thor 😉

  11. ada hubungan ni ama vv, pas adegan sica nelfon krystal. Weiiss seru ini pakek 2 wp. untung cuman mimpi suzy ninggal. Kalau btulan pucat tuh si amber. Kryber ny uda mulai sweet lg nih. Moga ke depannya makin sweet ni pasangan. Hahaha amber uda mulai mikir aneh nih. Go NC, go NC go… Hahaha di chap slnjtnya ada nc thor? #plak otak lu ngeres bgt#

  12. tuh kan saya ketinggalan bacanya thor,,,lupa klo nii ff dah pndh dorm.keke
    Owh nii kryber mw melakukan prjlana ke irlandia hnya ber2 sja,,brsa gii bln madu tuh..
    Yeyy jungli nyempil lagi,,tapi unyu mw yg pnjng moment’a..
    Untng aja pas amber browsing cuma mimpi,,hehe
    Oke di tunggu lanjutanya & SEMANGAT bwt author.

  13. thor,..
    krystal nya d bikin tetep setia ama amber aja donk
    jgn sampe sulli ikut nyempil d antara hubungan kryber 😦
    daaaaaaaannnn
    apa tuh mksd dr pikiran amber yg terakhir ckckckckckck
    jiaaaaahhhhh
    jgn ampe deh amber ilang pengendalian diri nya
    hahahahha

    • Krys sma sulli itukan sahabatan bgt, gabisa dipungkiri hubungan prsahabatan mreka yg sarat makna itu *aduh bhs gue yah haha* yh penting pacarnya ttp amberkan haha..
      Wahahaa doain aja ya spy ambernya gk nakal2 amat XD

  14. sempet shock pas baca suzy mati, dan gue sampe ngulang berapa kali tuh bacanya mastiin suzy beneran ga mati. phew-_- thor jangan ada yg mati-mati loh gue ga relaaaa banget. krybernya disini sweet, itu krystal ga peka banget pacarnya sakit, setidaknya curiga kek. oke makasih thor udh update, ditunggu next part~~

  15. Kryberr….

    To the point aja

    Sumpah,,,
    WOW.. Keren bangt,,
    Bela2an amber buat nemuin krystal, romantis. So so so sweet thor

    Jadi dagdigdugdeg dorr nungguin chapter seLANJUTnya…

  16. Annyeong ^^
    I’m a new reader kekeke :)), kalo aku komennya lngsung disini gpp kan kak ?
    Suka bnget jalan ceritanya, kyaa lg beneran disana hahaaa
    Aku udh baca dr chap 1 smpe ke sini, ttep blom ilang senyum”nyaa hehee
    Ttep lanjut nulis kak, ditunggu next chap ^^

  17. Langsung komen sini aja thor gpp kan? oh gpp.. hehe

    Kaget bgt tuh pas bagian yg ada mati-matinya.. kukira beneran untunglah cuma mimpi fiuhhhhh~

    • iyaa gakpapa banget 😀 tenang-tenang, ambernya belum mati kok (kok belum thor brrti bakal mati?| hehehe iyalah kan smua orang bakal mati) yah gue ngomong sendiri, thank you udah mampir 😀

  18. Hwaaaa.. Gue telat bca… T.T..

    Gue udh bca dong VV11ny, lngsung inget ni FF ^^…
    Thor, lo prnah kliling eropa???

    Oy, ni FF bkalan sjenis ma Runaway n VV jg?? Mistery; code, analisis?? Gtu kah??

    Msih pnsran ma Sully n Krystal nihhh.. OK gue lanjut chap brkutny…

    • Nggak telat kok, baru pos tadi siang hahaa.. belum pernah kliling eropa hahaa >_< pingin bgt, tp kliling indonesia dlu haha..
      Hmmm iyaa, ada 'yang ngajak main2' juga disini, hehehe..
      Makasih udah mampir 😀

  19. Hwaaaa.. Gue telat bca… T.T..

    Gue udh bca dong VV11ny, lngsung inget ni FF ^^…
    Thor, lo prnah kliling eropa???

    Oy, ni FF bkalan sjenis ma Runaway n VV jg?? Mistery; code, analisis?? Gtu kah??

    Msih pnsran ma Sully n Krystal nihhh.. OK gue lanjut chap brkutny…

  20. KryBer : “Everything is fine,
    Everything gonna be alright”

    ngakak pas Amber kabur dari RS 😀
    padahal kan tenaganya masih lemes

  21. gue kirain suzy mati!! Trnyta cuman mimpi -_-” bkin deg”an aja nih author…
    Amber jngan napsong ye ntar djadiin es batu ama empoknya krystal tau rasa kau #kkk dplototin jessjung
    Makin daebak thor ceritanya kryber and author Jjang!! 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s