Thematic Apperception Night VII

Standard

tantan tan(1)

Overhead Morning Skies All for You

Amber POV

Kami berjalan melalui lobby yang terhitung besar untuk sebuah kapal fery. Tempat ini benar-benar terlihat mengagumkan, tidak ada yang akan menyangka jika ini adalah sebuah kapal jika hanya melihat dari sebuah gambar. Kami menaiki tangga melengkung kemudian berakhir di ujung lorong dan berhenti di salah satu pintu kabin.

“Silahkan miss, selamat menikmati pelayaran ini, jika butuh sesuatu anda dapat menghubungi kami melalui telepon yang sudah tersedia di kamar ini”

“Terima kasih” ucap Krystal sambil memberikan selembar uang euro kepada pramugara itu. Whoa, best! Aku berdiri di sisi pintu kabin ini. Di ruangan ini terdapat dua buah tempat tidur yang hanya terpisah oleh meja kecil, di depan tempat tidur itu sepertinya terdapat sebuah ruang santai. Tapi karena posisiku yang masih di depan pintu, aku kesulitan untuk melihat sekitar.

“Apa yang sedang kau lakukan? Kau mabuk laut?”

Anniya, Princess” aku berjalan santai ke arahnya yang telah duduk di sisi salah satu tempat tidur, akupun duduk di tempat tidur yang lain.

“Kau suka?”

“Pertanyaan macam apa itu? I love it jinjja I love it!” Krystal membuka kopor dan mengeluarkan peralatan mandinya, sepertinya ia akan mandi. Omo! Dia membuka bajunya di hadapanku, anak ini tidak tahukan kalau aku selalu salah tingkah ketika dia melepas pakaiannya dengan seenaknya di hadapanku?

“Tidak bisakah kau buka pakaianmu di kamar mandi saja?” protesku

“Jika tak suka melihatku tutup saja matamu” ucapnya sambil membuka kancing kemejanya satu persatu, lalu dia membelakangiku dan membuka kemejanya. Hhhh God anak ini, untungnya dia segera berjalan ke arah kamar mandi. Ku kendurkan napasku dan berbaring sebentar di tempat tidur yang sangat nyaman ini. Haaaaaah.. nyaman sekali.

Tidak adakah kasur yang tidak terpisah? Kenapa dia memilih kasur yang terpisah, menyulitkan saja. Ayshhh! Apa-apaan ini isi kepalaku, ingat Tuhan ingat Tuhan, tapi Tuhan juga pasti paham kalau aku ini masih muda. Ingat Jessica ingat Jessica. Tanpa ku sadari bulu-bulu di lenganku berdiri membayangkan Jessica Unnie memelototiku. Kuputuskan untuk merangkak, berusaha merain ranselku yang berada di bawah lantai, merogoh isinya untuk mengambil rubik 5×5 milikku, salah satu sisinya sudah berwarna putih semua, dan aku masih tak sanggup untuk membuat seluruh sisinya menjadi berwarna sama, ku acak-acak kembali rubik ini dari awal. Haaaaah aku bosan. Kenapa anak itu langsung masuk ke dalam kamar mandi? Rajin sekali.

Kuputuskan untuk berjalan ke ruang tamu yang belum kujamah dari tadi, aku berlutut di salah satu kursi sofa yang tersedia di sini, melihat lautan biru melalui jendela. Deg! Detak jantungku mendadak berdetak cepat, kepalaku juga terasa pusing. Air, tenggelam.

“Krys, cepatlah keluar, aku bosan sendirian!”

Ne..” ia berjalan keluar, belum mengenakan pakaian, hanya ada handuk putih yang bahkan tak menutupi separuh dari pahanya.

“Kau tak ingin mandi?”

“Ingin” jawabku singkat, rasanya aku ingin membasuh wajahku ratusan kali, menghilangkan pikiran-pikiran kotorku yang mulai mengerak di sisi otakku. Ya Tuhan, ada apa dengan isi kepalaku?

“Mandilah, segera setelah kau mandi, kita makan, yang ku dengar seafood di kapal ini sangat lezat, kau sangat suka seafood, bukan?”

“Hehehe, yes.. kau tidak boleh kaget ya dengan porsi makanku nanti”

“Tidak, kaukan makan tiga hari sekali, wajar saja jika sekalinya makan langsung banyak. Ohya aku mau mengenakan pakaian dulu, jangan mengintip”

“Tidak, aku tidak akan mengintip” Aku langsung mengambil bantal di kursi ini dan menenggelamkan wajahku di dalam bantal. Menunggu beberapa saat sambil mengingat-ngingan wajah Jessica Unnie, fikiranku mendadak jernih kembali.

“I’ve done, go take a bath, dear” ya Tuhan! Apanya yang sudah selesai? Dia hanya menggunakan tank top tanpa bawahan sama sekali dan bersila di atas kasur, hhhh anak ini. aku segera mengambil peralatan mandiku dan berjalan cepat ke kamar mandi.

Krystal POV

Hhhh, Amber.. masih saja kau menutup wajahmu dan malu-malu seperti itu padahal hampir setiap hari kami berlima mengganti pakaian di dalam ruangan yang sama. Ohya, aku ingat sesuatu, aku menarik napas dalam-dalam kemudian menghembuskannya dengan cepat. Aku menghampiri ransel Amber dan mulai mencari sesuatu.

Apa ini? Ada sebuah amplop cokelat, aku membuka gulungan benangnya dan mengambil isi dari amplop tersebut. Hm? Ini gambar apa? Kumasukan kembali gambar seukuran post card ini ke dalam amplopnya. Kulihat satu persatu pakaiannya, tak banyak yang ia bawa. Kemana coat berwarna cream itu? Apakah ia tinggalkan di England? Ya Tuhan, aku tak mengerti. Kuputuskan untuk melipat kembali pakaian Amber dan memasukkannya ke dalam ransel, termasuk amplop cokelat tersebut. Kuperiksa coat hitamnya, kurogoh kantong luar dan dalamnya. God! Kartu lagi? Kartu ini mirip dengan kartu yang kumiliki! Amber, apa maksudnya semua ini?

Kusandarkan tubuhku di sisi tempat tidur. Ku keluarkan amplop cokelat serupa dari dalam tasku dan ku keluarkan isinya. Ini Amplop yang kemarin ditaruh di mejaku oleh bellboy hotel tempatku menginap. Amplop yang satu berisi tiket-tiket promosi perjalanan yang sedang ku lakukan sekarang, dan amplop lainnya berisi ini..

Bentuk kartunya serupa dengan milik Amber. Coat cream, alamat itu, kartu-kartu ini? Apa-apaan ini?Ku rapihkan semua barangku kembali dan menyimpan semua di tempat semula. Ku gunakan long dress soft green tanpa lengan milikku dan duduk kembali di sisi tempat tidur. Apa Amber sedang bermain-main denganku? Atau.. ada orang lain yang mengajak kami berbain-main? Yasudahlah, hanya ada satu kejadian kecil yang mengganggu kami, hanya sebuah bola baseball yang hampir mengenai kami, bukan masalah besar. Aku menarik napas dalam dan menghembuskannya dengan cepat. Kenapa Amber lama sekali?

            “Amber, hurry up, I’m hungry!”  hmm? Kenapa tak ada jawaban. Aku mendekati pintu kamar mandi dan memanggilnya sekali lagi.

“Ya, Llama, palli!”

“Hmmm, yes, tunggu sebentar” Aku duduk di sofa, menunggunya keluar dari kamar mandi. Tak lama ia keluar, sudah berpakaian lengkap, rambutnya basah. Rajin sekali di udara sedingin ini ia keramas. Karena ini musim dingin, sore hari langit sudah mulai terlihat gelap.

“Kau flu?” aku melihatnya sniffing beberapa kali aku mengambil handuk di bahunya dan mengeringkan rambutnya.

“Sebentar, kuambilkan hair dryer

“Kau membawa hair dryer?” aku tak menjawab, ku tarik lengannya dan ku keringkan rambutnya dengan hair dryer milikku. Aku suka melakukan ini, entahlah, diapun terlihat pasrah saja jika sedang ku keringkan rambutnya, bahkan kadang ia menaruh kepalanya dipahaku.

“Sudah selesai”

“Thanks”

“Baiklah, mari kita makan!” aku merain coatku, namun tidak ku gunakan, hanya untuk jaga-jaga saja jika kita ingin keluar ke geladak kapal. Jari-jari tangan Amber menelusup di sela-sela jariku, mungkin bagi oranglain hal ini biasa. Tetapi bagi kami, tak mudah untuk berjalan di tempat umum dengan berpegangan tangan seperti ini. Kami berjalan ke elevator, turun, kemudian keluar tepat di depan resepsionis.

Kami berbelok ke kiri, di sebelah kiri kami terpampang pemandangan laut lepas.

“Di sini terdapat dua buah restoran, dear. Kau mau ke Club Class atau ke Brasserie terlebih dahulu?” ucapku sambil menunjuk pada gambar-gambar fasilitas fery ini.

“Aku pilih yang terdekat dari sini”

“Okaaay! welcome to Club Class

“Whoa! Tempat ini sama sekali tidak seperti kapal, ini benar-benar seperti restoran!”

“Eu heum..Kau mau duduk di mana?” Aku tersenyum melihat ekspesi wajahnya yang terlihat begitu excited.

“Disana” ia menunjuk ke arah kursi di sisi jendela kapal, kita dapat melihat geladak dan laut lepas dari sini, karena sisi restoran ini menyerupai akuarium raksasa. Lantai, atap dan sebagian besar kursi-kursi disini berwarna biru aqua marine, sangat menyatu dengan warna lautan.

“Tidak adakah pramusaji yang menghampiri kita?”

“Mmm, sepertinya memang tidak ada pramusaji, kita harus kesana untuk memesan makanan” Hahaa Amber tak membuang-buang waktunya, ia segera berdiri tanpa mengajakku. Ku susul langkahnya yang cepat.

Di sana terdapat banyak makanan cepat saji, tapi Amber memilih untuk dibuatkan kepiting saus tiram dan udang mentega. Aku hanya mengambil salad dan garlic bread yang sudah tersedia di meja saji dan memesan orange jus di gelas besar kemudian kembali ke tempat duduk kami.

“Apakah Sica Unnie menghubungimu lagi?”

“Belum”

“Kau tak ingin menghubunginya duluan?”

“Tidak, aku tak akan menghubunginya jika aku merasa baik-baik saja”

“Memang kau merasa baik-baik saja jika denganku?”

Pardon?” aku menatap matanya, jeez.. kenapa aku malah menggangapnya serius?

“Hah? Tidak apa-apa, aku hanya sedang berusaha menggodamu, kenapa kau serius sekali?”

“Menggodaku? Buruk sekali” aku mengunyah saladku dengan tempo yang tak beraturan.

“Permisi, Miss, ini kepiting saus tiramnya, ini udang menteganya, ini nasinya, dan ini air mineralnya, ada lagi yang bisa saya bantu?”

“Tidak, terimakasih”

“Nasi? Kau makan nasi?”

“Ya, glukosa dalam darahku sepertinya sedang sangat rendah, khekhekhe”

“Tahukah kau kenapa aku tak menginap di King’s Road

“Tidak, kenapa?”

“Supir taxi yang ku tumpangi menyebrangi Battersea Bridge, dan aku berenti di sana untuk melihat-lihat, lalu ku lanjutkan perjalananku, dan tak kutemukan King’s road di sebrang jembatan”

Really? Menyebalkan sekali supir taxi itu, untung kau tak dibawa ke Guangchu!”

“Guangchu China? Hahaha, kalau ke sana aku senang, bisa bertemu dengan saudara-saudaraku.” Dia berbicara sambil melahap makanannya.

“Lalu apa kau menginap di hotel bintang lima? Hehehe” Aku meledeknya, aku tahu Amber jauh lebih sederhana dibanding aku untuk memilih hal-hal semacam itu.

“Tidak, bintang tiga”

“Oh, ku kira di motel, haha”

“Mmm, ya! Aku lupa mau menanyakan sesuatu padamu!”

“Ish! Mengagetkanku saja! Too much! Wae?” Aku menatap matanya dengan serius, begitupun dia.

“Kau menghabiskan uangmu sebanyak ini? pindah negara dengan menaiki kereta mahal juga ferry mewah, kau harus lebih berhemat!”

“Hanya ingin menanyakan itu? Kau ini berlebihan sekali, Llama” dia mengangguk antusias, menunggu jawaban dariku.

Anniya, tidak seperti yang kau pikirkan, kau tahu? Hotel tempatku menginap memberikan promo perjalanan ini, aaah jika mengingat ini aku masih merasa saaaangat senang!”

“Gratis??” matanya membulat

“Tidak, diskon lima puluh persen!”

“Kau yakin itu diskon sungguhan? Bisa saja memang segitu harganya, kau pasti tertipu!”

“Tidak, babo! Aku memang berencana ke sini, aku sudah tahu biayanya berapa, dan memang diskon yang diberikan merupakan murni diskon!”

Jinjja… you are so lucky bastrad, princess!”

I am, hahhaa.. segera habiskan makananmu, aku akan mengajakmu ke Galleria Shop

“Untuk apa?”

“Ku rasa kau tak membawa cukup pakaian”

“Memang disini tidak lebih mahal, tidakkah lebih baik jika membeli pakaian di Irlandia?”

“Tidak, fery ini terkenal dengan barang-barangnya yang memiliki harga sedikit lebih rendah dibanding pusat-pusat perbelanjaan di England maupun Irlandia”

“Seperti biasanya, kau selalu lebih tahu satu tingkat dibanding diriku”

“Tentu saja, aku ingin terlihat cerdas di hadapan kekasihku”

“Tak perlu, sungguh tak perlu” wajahnya terlihat sedikit memerah

“Kenapa tak perlu?”

“Kau apa adanya saja sudah membuatku gila, apalagi kau upgrade dirimu, aku bisa terbaring kaku”

“Jika kau terbaring kaku, akan ku kecup bibirmu, nanti juga kau bangun lagi”

“Kan kau princessnya”

“Kalau kau seorang princesspun aku rela mengubah diriku menjadi seorang pangeran yang gagah perkasa..”

“No you can’t, I’m taller and stronger than you! So please just still be a princess of mine” Yes sir, yes, aku menyukai dia yang seperti ini, yang sedikit menyombongkan dirinya dihadapanku. Mungkin terdengar aneh, tapi aku suka itu karena sebelum ia seperti ini, dia termasuk seorang yang rendah diri, terutama ketika ia masih tinggal di Amerika, masalah biasa, rasis, selain ras-ras Eropa, ras lain lebih sering dikucilkan di Amerika.

“Sudah selesai!” dia telah menyelesaikan makan besarnya, dan beranjak pergi ke toilet, baiklah.. aku akan menghubungi seseorang terlebih dahulu sebelum berbelanja di Galleria Shop dengannya.

Amber POV

“Uhuk uhuk! Ish!” Hhhh God really, kurasa tenggelam membuatku menjadi flu. Aku mencuci telapak tangan kemudian berkumur. Kubuka tutup botol air mineral yang ku bawa dan ku teguk beberapa kali. Aku ingin tahu kabar Suzy, ya, aku harus menghubungi seseorang, nanti.

Aku keluar dari toilet, Princessku sedang berbicara diponselnya, tapi tak lama setelah ia melihatku, sambungannya ia putuskan, sepertinya aku tahu dia berbicara dengan siapa.

“Sulli?”

Yes

“Kenapa kau putuskan sambungannya setelah melihatku keluar dari toilet?”

“Kau pasti mengganggunya, Unnie, dia sedang tak ingin diganggu”

“Akupun” ya Tuhan, kenapa akhir-akhir ini aku sering memprotes hubungannya dengan Sulli, mereka itu sudah seperti saudara kembar, dan aku juga menyayangi Sulli, maafkan aku, Sul.

“Tidak, kau tak akan diganggu siapa-siapa. Sudah ku matikan ponselku, dear

“Hehehe..” aku jadi merasa tidak enak, tapi.. baguslah. Krystal berdiri dan menggandeng tanganku, kita akan ke Galleria Shop, tempat yang sudah ia sebut-sebut sejak tadi.

“Kemarin Vic Unnie menghubungiku, kau tahu dia minta apa?”

“Apa?”

Shopping bags dari setiap negara yang ku kunjungi”

“Hahahaa, benar-benar Umma itu, di kepalanya hanya ada supermarket dan benda-benda yang berhubungan dengan itu, berarti kau sudah memiliki dua shopping bags untuknya?”

“Tiga”

“Hah? Katakan kau kemana selain Prancis dan England?”

“Hahaha, tidak kemana-mana lagi, aku membeli dua buah di Prancis, aku juga membelikan sebuah apron untuknya”

“Lalu kau membelikan apa untukku?”

“Mmmm gaun malam backless

“Ya! Kau ini”

“Hahahaha..”

Kami berdua masuk ke dalam Galleria Shop, hmmm, really this is, really, kapal ini membawa hotel, restoran dan pusat perbelanjaan di atasnya, aku berjalan ke rak-rak parfum, benar, harganya lebih murah dibanding dengan harga di pusat-pusat perbelanjaan.

“Aku ingin membeli ini” laporku pada Krystal sambil memegang salah satu parfum versace, aku belum pernah menggunakan parfum ini, aku tahu ini karena Min menggunakannya dan aku suka baunya. Krys mengambil botol parfum itu kemudian menghirup aromanya. Taklama ia memasukan ke keranjang belanjaannya.

“Aku tidak minta dibayarkan” protesku

“Aku tidak berniat membayarkan ini untukmu”

“Lalu kau beli untuk dirimu?”

Yes, Aku tak suka jika aroma tubuhmu berubah-ubah, kalau aku buta aku tak bisa mendeteksi keberadaanmu.” (meh mudahan-mudahan author navaya gabaca, haha. Ini persis kayak omongan gue ke dia sebulan yang lalu pas sadar bau keteknya berubah haha)

Aku mengangguk menurutinya, lagi pula parfum lebih bisa dihirup aromanya jika dikenakan oleh orang lain dibanding kita yang mengenakannya sendiri, dan Krystal pula yang menggunakan, hehehee, ish! Fikiran kotorku muncul lagi.

“Ini, beli, pasti kau kekurangan”

“Ya! Tak usah kau kibar-kibarkan seperti itu!” dia mengibar-ngibarkan satu set bra sport dan celana dalam dengan muka datar, benar-benar anak ini. Dia menaruh tiga set pakaian dalam itu ke dalam keranjang belanjaanku. Tak terlalu banyak pakaian disini, lebih kepada produk-produk perawatan branded. Krys sekarang sedang memilihkan coat untukku.

“Tidak ada yang bagus, nanti saja beli di Ireland, sementara gunakan saja coatku”

“Tidak cukup, lebar bahu kita berbeda jauh”

“Memangnya yang ini kenapa?” Aku menunjuk salah satu coat berwarna cream, mirip seperti coat Suzy yang waktu itu ia pinjamkan kepadaku.

“Ukurannya juga pas ditubuhku”

“Ya, belilah” Krystalpun mengelilingi toko besar ini dan membeli beberapa peralatan yang ia butuhkan, aku tak mencari apa-apa lagi dan menunggu di dekat kasir sambil memperhatikan gerak-geriknya.

“Tak ada lagi yang ingin kau beli?” tanyanya kepadaku. Aku mengambil keranjang belanjanya lalu menaruhnya di meja kasir bersamaan dengan keranjang milikku. Ku bayarkan belanjaannya dengan credit card yang tidak ikut tenggelam karena kutaruh di dompet pasporku.

“Kau mentraktirku? Terimakasih” ucapnya sambil tersenyum lebar hingga matanya berbentuk pelangi.

“Kau mentraktirku perjalan ini, aku harus bilang apa?”

“Aku hanya mentraktir limapuluh persen biaya transportasi kita” Lalu kami keluar daritoko Galleria Shop.

“Disana ada restoran lagi dan setelah restoran itu ada bar, sepertinya perjalanan kita berhenti sampai disini” Aku menarik tangannya, melanjutkan perjalanan kami. Di hadapanku tertulis Boylan’s Braserrie, sebuah restoran seperti yang Krystal sudah katakan, hanya saja lebih sederhana dibandingkan dengan Club Class, kita hanya melewatinya tanpa mampir terlebih dahulu.

“Kau mau masuk ke bar, Amber?”

“Aku hanya ingin melihat seluruh ruangan di lantai ini, kekekkee” aku sedikit berbohong pada Krystal, karena kejadian tenggelam yang kualami, membuatku sering merasa kedinginan, seperinya aku ingin meminum yang hangat-hangat hehhee..

“Ya, rascal! Kenapa kau membawaku kesini? Aku belum legal untuk masuk ke dalam bar!” ia memukul lenganku dengan kencang.

“Awww.. minum saja susu, atau coke” aku mengelus-ngelus lenganku dan kembali menariknya, ia kalah juga kali ini dan tetap menurutiku. Kami menghampiri meja bar, mmm aku masih bingung akan memesan apa.

One tequila, please”

“No you can’t drink that thing, Unnie!” ia memiringkan kepalanya, matanya seperti laser yang menyorot mataku. Untung dia maknae, kalau dia eldest pasti aku sangat takut dan hormat terhadap dirinya.

“Krys please, I’m cold, just a little”

“Setidaknya jangan tequila”

“Mmm, baiklah, one martini, please sir

Hot Cappucino, please”

Taklama pesananku dan Krystal sampai, Krystal memperhatikan gerak-gerikku, sepertinya ia sangat penasaran bagaimana reaksiku meminum minuman beralkohol.

“Do you have a lighter, sir?”

“Ya! Kau merokok?!” kali ini ia memukul kedua pahaku dengan kedua telapak tangannya sekaligus. Sssssshhh perih sekali.

Anniya.. kau ini emosional sekali, princess!” Hhh dear God, anak kecil ini sungguh.. Hehehe.. Aku menyalakan korek api dan mendekatkannya ke gelas martiniku, dan wush.. api berkobar di atas permukaan minumanku. Krys hanya memperhatikanku dengan mulut terbuka, tanpa berkata apapun. Kubiarkan api itu berkobar beberapa detik lalu kutiup dan langsung ku minum beberapa teguk.

“Amber! Siapa yang mengajarimu seperti itu? Kau seperti orang yang sudah terbiasa ke bar” ia bertanya dengan sangat berapi-api, aku ingin tertawa, tapi tidak mungkin, ia bisa makin marah kepadaku.

“Katakan siapa yang mengajarimu melakukan hal itu?!” ia mengulang pertanyaannya

“Yuri Unnie

“Benar-benar kakak iparku itu, apa kau juga pergi dengan Sica Unnie?”

“Tidak, hanya berdua saja”

“Apa yang kalian bicarakan jika sedang berdua”

“Dia mengajariku cara berciuman dan hehehe”

“Apa?! Sudah sudah, aku tidak mau dengar, tapi.. dan apa? Dia mengajarimu apa lagi?”

“Hahaha katanya kau tak mau mendengan, itu rahasian antar laki-laki” aku tak tahan melihat wajah seriusnya, sungguh menggelikan. Tidak, Yuri Unnie tak mengajarkanku ini dan itu, dia hanya berbagi cerita, ya tak jarang cerita-cerita mesumnya dengan Jessica Unnie, hahaha..

“Apakan Yuri Unnie dan Sica Unnie sudah pernah..?”

“Apa?”

Molla molla molla, sudah kita hentikan saja pembicaraan ini”

“Jika ku jawab, tentu saja sudah, bagaimana? Hahahaa” Krystal menutup telinganya, sepertinya ia tak mau membayangkan membayangkan kakaknya, hahahaa..

Aku sungguh menikmati waktuku bersamanya, menggodanya, berbicara apa saja dengannya, memuntahkan keluhan, menebak-nebak kelanjutan serial-serial favorit kita, merencanakan hal-hal kecil kedepan, meski rencana kita jarang yang berjalan sempurna, kita benar-benar membicarakan segala hal yang kita tahu maupun yang kita belum tahu, tapi kita tetap mendiskusikan apapun yang melintas tanpa henti di kepala kami masing-masing jika kami sedang bersama.

Acara makan, belanja, dan minum kami telah selesai, aku membawakan barang belanjaannya dan berjalan dengan irama yang sama dengan langkahnya. Entah akan kemana kita sekarang.

“Pakai coatmu” pintanya sambil menggunakan coatnya.

“Kita akan ke geladak” lanjutnya

“Dengan cuaca sedingin ini?”

“Justru aku ingin tahu sedingin apa diluar, kami keluar dari pintu lobby, bahkan pelayan yang berjaga di samping pintu mengatakan kalau suhu di luar hanya dua derajat celcius, tapi Krys bersikukuh untuk keluar.

This is freezing, dear, you may have a cold”

“Sebentar saja, aku ingin melakukan apa yang Kate Winslet lakukan di Titanic ketika sedang bersama Leonardo de Caprio” Aku lupa, dia menyukai film itu, sedangkan aku biasa saja, beberapa kali ia mengatakan kepadaku bahwa ia ingin naik kapal pada musim dingin. Aku tak bisa menolaknya, ini keinginannya sejak ia masih kecil. Kami sudah di ujung geladak. Air laut dan angin sedang cukup tenang, namun penerangan di geladak ini terhitung minim. Aku melongok, melihat air yang berbuih hasil pergerakan kapal ini, mmmh, tapi tiba-tiba kepalaku menjadi pusing, air, tenggelam, lagi-lagi hhhhh..

Krystal telah berdiri di ujung geladak. “Tak inginkah kau berdiri di belakangku?”

“Mmmm..” Aku berdiri dibelakangnya tapi tidak sampai menaiki sisi pembatas seperti yang ia lakukan.

“Jangan!” spontan ku tarik coatnya ketika ia mulai melepas pegangannya. Ia kehilangan keseimbangan dan terjatuh.

“Ya! Kenapa kau ini? tak tahukan sudah sejak lama aku ingin melakukan ini?”

“Kumohon jangan, aku takut kau jatuh ke laut, aku bisa mati”

“Aku yang jatuh ke laut kenapa kau yang mati?”

“Karena aku juga akan menjatuhkan diriku ke laut”

“Bodoh! Jika aku jatuh ke laut harusnya kau mencari bantuan, bukan sama-sama mencari mati, kau ini”

“Kau masih mau melakukannya? Tak apa jika masih mau, aku pegang coatmu dari bawah”

“Tidak, sepertinya aku juga tidak berani, hahaha, baiklah kalau begitu kita kembali ke kamar saja”

“Meski kau gagal beradegan ‘I’m flying’ setidaknya kita bisa melakukan adegan ciumannya”

“Mmmm, boleh” dia menatapku dalam, menungguku untuk memulai terlebih dahulu, detak jantungku mendadak berdetak cepat. Tapi aku tak peduli, aku sungguh ingin menciumnya. Kulingkarkan tanganku tepat di lekukan pinggangnya, kutarik erat, kuperhatikan lekuk-lekuk wajahnya, dia seperti vampir ganas yang sangat cantik, kumiringkan kepalaku dan mulai menciumnya, mendongnya ke belakang, mencari sandaran agar ia tidak kehilangan keseimbangan.

Aku mulai melumat bibir bawahnya, memintanya agar membuka mulutnya, mhh? Aku berpindah pada bibir atasnya, menghisapnya tidak hanya dengan bibirku tapi juga dengan bantuan lidahku, memberikannya wantu untuk melumat bibir bawahku, aku tahu dia suka itu. Tangannya menelusup ke rambutku, menekan kepalaku agar lebih melekat lagi dengannya, akupun melakukan hal serupa, lenganku yang semula di pinggangnya beralih naik kepunggungnya, mengeratkan pelukan kami, mhhh, Krys beberapa kali tak hanya menghisap bibirku tapi juga lidahku. Wajahku terasa sangat panas, tubuhnyapun menghangat.

Cetrek! Tiba-tiba lampu di geladak terang benderang, menyorot ke arah depan, ternyata terlihat beberapa pulau kecil, mungkin lampu dinyalakan untuk mengindari pulau-pulau tersebut, kami melepaskan pelukan kami dengan perlahan, Krystal terlihat tertunduk sambil sedikit merapihkan pakaian dan rambutnya. Akupun melakukan hal yang sama. Aku menarik tangannya, kembali masuk ke dalam fery, berjalan ke arah lobby dan menaiki elevator. Kami tak berbicara, tapi tanganku masih betah merangkul pinggangnya. Setelah keluar dari elevator kami berjalan ke arah kabin, ia yang memegang kuncinya. Ia masuk terlebih dahulu, kemudian kututup pintu kamar kami. Satu-satunya lampu yang menyala adalah lampu di ruang tv. Entahlah kenapa aku dan dia masih berdiri canggung di depan pintu, hah, aku tak peduli!

Kutangkupkan kedua belah telapak tanganku di wajahnya yang kecil, kembali kulumat bibirnya, ia kehilangan keseimbangannya dan berjalan mundur dan terduduk di tempat tidurnya, aku masih berdiri dan tetap melahapnya tanpa jeda. Kubuka coatku, kemudian kubuka coatnya, kaki kiriku berlutut di sisi tempat tidur, kali ini aku berpindah menghisap leher jenjangnya, napasnya terdengar tak beraturan dan kurasakan tangan Krys meremas kaus tebal yang kugunakan. Ku tekan kepala dan punggungnya, tak sengaja aku memegang resletingnya, refleks kutarik turun resletingnya bajunya dengan cepat.

“Mmmh, No.” Ucapnya sambil sedikit mendorong tubuhku.  Aku berdiri kaku di hadapannya yang sedang membenarkan pakaian yang telah turun hingga bahu. Ia tertunduk dan berusaha meraih resletingnya yang sudah turun hampir sepinggang. Jesus Christ apa yang telah kulakukan padanya? Aku mundur satu langkah dan duduk dikasurku, kami duduk berhadapan tapi tak saling menatap.

I’m sorry” ucapku sedikit bergetar.

Never mind” Krys meraih kopornya dan mengambil baju tidurnya, ia berjalan ke arah kamar mandi, dengan resleting yang belum tertutup sempurna. Bodoh bodoh bodoh! Umurnya bahkan belum delapan belas tahun, dan aku sudah berjanji kepada kakaknya untuk menjaganya dengan baik. Aku pasti mati jika Sica Unnie mengetahui semua ini. Haaaaah. Kubaringkan tubuhku di kasur, tak lama Krys sudah lengkap dengan pakaian tidurnya, naik ke tempat tidur dan mulai menarik selimut.

Goodnight, aku tidur duluan”

“Goodnight, have a nice dream..” ia tak menjawab, mengambil posisi memunggungiku dan memejamkan matanya. Aku meraih baju tidurku dari ransel dan berjalan lemas ke arah arah kamar mandi.

***

Krystal POV

“Besok sore aku sudah akan pulang, semoga kissmark ini sudah hilang”aku mengolesi leherku yang berwarna merah tua dengan babby oil, kissmark hasil perbuatan Amber semalam, hhhhffhhh.. kuraih remote tv yang tergeletan di meja. Sebuah acara masak-memasak.

Jinjja, bahasa apa ini? Hmm? Bahasa Irlandiakah? Menyeramkan!” aku mengganti-ganti chanel di tv ini, mencari siaran dari England, tapi dominan sudah penuh dengan siaran berbahasa Irlandia.

“Kau sudah bangun?”

“Tentu saja sudah, mataku sudah terbuka lebar” sarapan telah tersedia di atas meja. Amber segera meraih roti sandwich dengan ukuran cukup besar.

“Basuhlah dulu wajahmu dan cuci tanganmu!” Aku memukul tangannya yang sudah mencengkram roti sandwich.

Allright” ia berjalan terhuyung-huyung ke arah toilet. Ku lempar pandanganku ke arah laut lepas, laut pagi ini, tidak ini sudah hampir siang, laut siang ini sungguh menakjubkan, membuatku ingin melompat dan berenang-renang di dalamnya.

“Sudah” dia melapor kepadaku, kuberikan ia segelas air putih, ia terduduk pada kursi bulat, memilih untuk tidak duduk di sampingku, sepertinya kejadian semalam masih membuat kami sedikit canggung. Aku tak menyalahkannya, itu kebodohan kita berdua. Kini Amber telah mengunyah sandwich isi ham dan sayuran itu.

“Kenapa akhir-akhir ini kau makan banyak sekali, Llama?”

“Sepertinya aku makan banyak jika hanya sedang bahagia, khekhekhe”

“Baguslah”

“Dan kau makan terlalu sedikit, Princess

“Aku makan banyak jika aku sedang tak bahagia”

“Lalu jika kita menikah kau akan semakin kurus dan aku semakin gemuk?”

“Menikah?” Amber mengangguk beberapa kali, tapi ia masih fokus pada makanannya. Aku tak berani membahas itu, tak kutanggapi ucapannya, aku tahu ia hanya asal ucap. Hm? Terdengar pengumuman dengan berbagai bahasa bahwa kapal akan sampai di Inishmore satu jam lagi.

“Inishmore? What is that?”

Let’s see” cepat habiskan makananmu. Aku sendiri telah menghabiskan makananku dan setengah gelas jus mangga. Aku telah merapihkan pakaian dan barang-barangku ke dalam kopor, aku juga sudah merapihkan pakaian dan barang-barang kekasihku ke dalam ransel besarnya. Ahhh aku sangat bersemangat! Aku yakin Amber akan menyukai tempat itu, ya, Dun Aengus, Amber selalu suka tempat-tempat seperti itu.

“Aku mandi duluan ya” ucapku padanya

“Bagaimana jika mandi berdua?” Ya! Anak ini, ku lemparkan dua buah serbet sekaligus ke wajahnya dan beranjak ke dalam kamar mandi.

***

Amber POV

Ya Tuhan, luar biasa, tempat apa ini? It is so breath taking scenery!

God God God really this is best!” Aku melompat-lompat di Galway Harbour, tempat fery kami menepi. Kau tahu, this is so aahhhh! So much breath taking!

I know you’ll love it, kau akan menemukan reruntuhan gereja pada masa awal perkembangan kristen, kastil-kastil abad pertengahan, tebing-tebing dengan tinggi ratusan meter, pantai, dan kebudayaan yang sangat kaya. Jangan pernah berfikir jika kau sedang tersesat dalam lorong waktu” mulutku menganga mendengar penjelasannya, ya Tuhan ku kira aku hanya akan menghampiri suatu kota lama yang telah dimodernisasi, ternyata tidak, aku menghampiri suatu pulau yang terpisah dari pulau besar Irlandia, aku berada di salah satu kepulauan yang mencengangkan! Sungguh, ini luar biasa. Udaranya segar, meski udara sangat dingin tapi sinar matahari masih mampu menembus udara karena udara disini sangat bersih, tak ada bangunan tinggi, bahkan bangunan dua lantai saja hanya beberapa. Langitnya tak terhalang oleh apapun, rasanya aku ingin tidur di tengah jalan hanya untuk menikmati langit yang sangat mengagumkan ini.

“Kita tidak naik taxi, kita naik ini” sebuah jeep yang memang disetting untuk mengangkut penumpang telah berada di hadapanku, Krystal naik ke dalamnya terlebih dahulu.

Aku tak tahu harus bilang apa padanya, kulihat kota kecil ini, seperti di abad ke tujuh belas, orang-orang berpakaian ala pedesaan, mungkin mereka petani. Hm? Jalanan mulai terasa sedikit bergelombang, whoa.. jalanannya terbuat dari susunan batu yang menyerupai conblock. Aku sangat menikmati perjalanan ini.

Setelah sekitar sepuluh menit perjalanan, kami sampai di sebuah pedesaan dengan pemandangan laut lepas, bukan, bukan sekedar laut, ini samudra.

“Dimana kita akan menginap?” hari ini ia mengenakan coat berwarna merah maroon, jeans hitam dan boots dengan warna serupa, rambutnya ia ikat tinggi.

“Mmm bagaimana jika disana?” aku menunjuk salah satu cotage sederhana dengan material kayu, dari lantai hingga dinding.

“Perfect!” Aku mengetuk pintu cotage itu.

“Read this” ucap Krystal, akupun membaca tulisan yang berada di samping pintu depan. Hahaha aku baru tahu ada penginapan semacam ini, jika ingin menyewa cotage, kita harus menghubungi pemiliknya, nanti pemiliknya akan datang lima menit setelah dihubungi. Krystalpun segera menghubungi pemilik cotage ini.

Benar saja, tak sampai lima menit seorang kakek berumur sekitar tujuh puluh tahun datang membawakan kunci kepada kami, ia mengatakan bahwa cotage ini dibersihkan setiap hari, aku membayarnya dengan uang uoro ku yang masih tersisa beberapa lembar lagi. Sangat murah.

Kali ini aku yang membuka kuncinya, ya Tuhan, nyaman sekali, hampir seluruh material rumah ini terbuat dari kayu, hanya ada sebuah kamar yang berukuran cukup luas, kamar mandi dan ruang tv.

“Aaaaah aku mau tinggal disini selamanya!” ia memekik, telingaku sampai sakit gara-gara suaranya, hahaha.

“Denganku?”

Molla molla molla” ia menjawab sambil menutup wajahnya, hahahaa, menggelikan.

“Bagaimana jika kau tidur di sofa dan aku di kamar?”

Ya! Are you kidding me?”

“No I’m serious, Amber!”

“Kau trauma?”

“Hahaha tidak, Llama! Aku sudah berjanji kepada, kepada Sica Unnie untuk tidak nakal” Hahahaa, aku mengacak-ngacak rambutnya. Tanpa dia ketahui akupun sudah berjanji hal yang sama kepada kakaknya yang galak itu.

“Baiklah aku tidur disini” ucapku sambil menepuk sofa yang kududuki.

“Mmmm, tidak jadi tidak jadi, tak apa kau tidur denganku saja”

“Hahaha kalau begitu aku tak menjamin bisa mengendalikan diriku, princess, sepertinya beresiko hahaa”

“Akan ku cakar wajahmu jika menyentuhku di atas tempat tidur!”

“Omo!”

“Kau mau istirahat terlebih dahulu atau mau langsung jalan-jalan?”

“Aku tak lelah, aku tidur seharian” Aku berdiri dan menarik tangannya, mengajaknya keluar. Aku membuka pintu depan, kami berdua langsung disambut oleh angin samudera. Kami berjalan tak tentu arah, dari jarak yang cukup jauh aku melihat sebuah gereja tua.

“Aku ingin kesana, berdoalah bersamaku” Krys menganguk satu kali.

Di atas papan nama ini tertulis St. Patrict Cathedral. Dibangun pada abad ke tiga belas, gereja ini sudah berusia lebih dari delapan ratus tahun. Gereja ini cukup tinggi dan berarsitektur khas Eropa, mirip gereja-gereja di England. Pintu gereja ini terbuka luas.

Kami berdiri di depan pintu gereja megah ini, meraih scraf kami dan menggunakannya sebagai penutup kepala. Aku menunduk kepada patung Bunda Maria dari pintu besar ini, Krystal melakukan hal yang sama. Kami berjalan beriringan, melalui puluhan baris kursi gereja dan berhenti di deretan kursi baris ketiga. Aku duduk di baris sebelah kiri, sedangkan Krystal duduk jauh di baris kanan, aku menatapnya sebentar. Tapi ia telah menaruh tangannya di atas sandaran kursi barisan depan, menjalin jemari-jemarinya dan menundukkan wajahnya.

Aku melakukan hal yang sama, ku taruh tanganku di sandaran kursi baris depan, dan mulai menjalin jari-jari di kedua belah tanganku. Kutundukkan kepalaku, dan mulai berbicara kepada Bunda Maria yang berada di hadapanku.

Krystal POV

Tanpa ku sadari air mataku terjatuh, segera ku hapus sebelum Amber menyadarinya. Aku hampir tak pernah ke gereja, aku hanya berdoa jika benar-benar merasa dalam masalah. Ada beberapa ketakutan yang tak cukup beralasan, aku memohon kepada Bunda Maria agar ia bisa membantuku menenangkan fikiranku. Rasanya lega. Kulihat kekasihku ternyata ia sudah tak di tempat duduknya, ia telah berada di depan sebuah grand piano.

“Maukah memainkan ini untukku?”

“Tidak di depan Bunda Maria” aku menunduk hormat kepada patung bunda maria di hadapanku, membalikkan tubuhku dan berjalan ke arah pintu utama, keluar. Amber berlari mengejarku dan merangkul bahuku.

“Bagaimana rasanya ke gereja? Hehehe”

“Jangan meledekku!” aku meraih pinggangnya dan berjalan mengikuti jalan berbatu, ke sebuah tempat di mana sebuah situs bersejarah sebelum masehi berada. Perjalanan kami masih cukup jauh, sekitar satu kilometer lagi namun samudra telah terlihat dari jarak pandang kami yang terbatas ini.

“Come with me, come with me” seorang lelaki paruh baya menawari tumpangan kepada kami, tak kami tolak sama sekali!

Thank you, thank you” kami sangat berterimakasih kepada bapak itu.

“Holly Jesus, tempat apa ini?” Amber sangat tercengang, begitu pula denganku. Meski aku sudah mencari tau tentang tempat ini tapi ternyata tempat ini jauh lebih luar biasa dibanding yang ku bayangkan. Ya Tuhan sungguh!

Kami dihadapkan pada lautan luas di kedua sisi daratan ini, susunan batu-batu dari jaman prasejaran berjajar rapih pada tanah dan sisi jalan. Aku berlari ke arah susuan batu setengah lingkaran di hadapanku, Dun Aengus, suatu peninggalan sejarah dua abad sebelum masehi, bahkan para peneliti belum tahu tentang fungsi susunan batu setengah lingkaran yang menghadap ke samudra lepas ini.

“Aaaaaaa..” aku memekik keras dan terus berlari, tak peduli ada beberapa wisatawan yang juga sedang menikmati tempat ini.

“Krystal stop!” Amber mengejarku, aku sudah diujung tebing dan, Oh My Godness!!ternyata samudra ini benar-benar jauh di bawah sana.

“Ya!” Amber menarik tanganku.

“Lihat orang-orang itu!” Amber menunjuk kepada orang-orang yang tengkurap di sisi tebing untuk menikmati samudra yang seratus meter di bawah kita, aku lupa bahwa para wisatawan memang dihimbau untuk tak berjalan ke sisi tebing, tapi merangkak dan hanya boleh menjulurkan tubuh hingga batas dagu saja karena angin disini cukup kencang dan dapat menghilangkan keseimbangan. Kami berduapun merangkak ke sisi tebing.

Jinjjaaa.. jauh sekali samudranya!”

“Oh My Holly God, where is this??” aku mengambil kerikil-kerikil di samping tubuhku dan melemparkannya ke bawah samudra.

“Ya! Biasa saja melemparnya, kau kampir ikut jatuh juga barusan” Hahahaa berlebihan sekali Amber ini! hm? Belum sampai setengah perjalanan kerikil yang kulemparkan sudah tak terlihat oleh mataku, sungguh, samudra ini benar-benar jauh di bawah kami.

Amber mundur dan mengambil posisi duduk dengan kedua kakinya yang ia tekuk, ia melipat lengannya di atas lututnya.

Princess..”

            “Ne..”

“Aku ingin hidup denganmu, selamanya”

“Tentu saja, tak masalah. Kita bisa bertemu di supermarket, atau di restoran sampai kita tua nanti”

“Tidak, tidak seperti itu. Aku mau makan, berbincang, dan tidur bersamamu, semauku”

“Hahaha, mungkin untuk sekarang masih bisa, tapi tidak delapan atau sepuluh tahun lagi. Aku akan tinggal dengan keluarga baruku, begitu juga denganmu”

“Hm? Kenapa kita tidak jadi satu keluarga saja? Kita bisa melakukan semua hal bersama-sama, di rumah yang sama. Kau cinta akukan? Memang tidak ingin menjalani hidup bersamaku?” aku menelan ludahku menghadapi pertanyaannya, sangat, aku sangat mencintaimu.

“Aku tak ingin mengecewakan Umma dan Appaku”

“Akan kuatur”

“Tidak, tidak semudah itu, aku ingin memberikan cucu untuk orang tuaku”

“Kita bisa mengadopsi anak, yang cantik sepertimu, yang tampan sepertiku, lalu kita didik ia bersama”

“Tidak mungkin mudah untuk seorang anak dibesarkan oleh dua orang ibu”

“Bilang saja aku kakakmu”

“Aku ingin punya suami, aku ingin memiliki seseorang yang melindungiku”

“Aku bisa melindungimu” ucapnya penuh percaya diri. Aku menenggelamkan wajahku di dalam scraf yang melilit di leherku.

“Aku juga tak ingin berpisah denganmu”

“Kita tidak akan berpisah, kemanapun kau pergi aku akan terus di sampingmu”

“Hahaha terimakasih, tapi..”

“Tapi apa?”

“Berjanjilah kepadaku”

“Untuk?”

“Untuk jangan menikah sebelum aku menikah. Karena aku tidak akan tahan melihatnya”

“Hahahaha tidak menikah seumur hiduppun aku tak peduli”

“Jangan bilang begitu, kumohon. Kau harus berjanji kau akan menikah dengan seorang namja yang kau cintai”

“Bayaran apa yang ku dapat jika aku mau memenuhi janji yang kau tuntut?”

“Mmm, tidak ada bayaran, hanya sedikit ancaman”

“Sepertinya aku akan takut dengan ancamanmu, hahahaha”

“Aku tidak akan mengizinkan kau bertemu denganku lagi”

“Hahaha benar-benar menyeramkan! Tapi untuk menemuimu, kurasa aku tak butuh izin darimu”

“Ohya? Kalau begitu aku akan pergi jauh darimu, tanpa sepengetahuanmu sama sekali!”

“Hahaha memang kau akan merubah seluruh identitasmu? Aku kenal keluargamu, aku kenal teman-temanmu, aku tahu nomer handphone, email, dan seluruh akun-akun pribadimu, memang mau kau hilangkan semua hanya demi pergi dariku? Kau ingin menjadi semacam buronan?”

“Hahahaa, baiklah sesuai permintaanmu aku akan membayarmu agar dapat memenuhi tuntutan janji dariku”

“Okay, mari kita tawar menawar”

“Lima juta!”

“US dollar?”

“Won!”

“Buat apa? Tabunganku lebih banyak pula darimu”

“Aaaa Unnie! Lalu aku harus membayarmu dengan apa? Aku hanya memohon agar kau nanti mau menikah, dengan seseorang yang pantas untukmu”

“Kurasa tak ada seorangpun yang pantas untukku, aku terlalu hebat untuk orang selain dirimu”

“Tidakkah demi aku saja kau mau memenuhi janji tuntutanku?”

“Mmm, alright, bayar aku”

My pleasure. Berapa?”

“Tidak berapa, tapi bagaimana?”

Arraso, bagaimana?”

“Peluk aku sampai matahari terbenam” kulihat matahari masih cukup tinggi, mungkin satu jam lagi baru akan tenggelam.

“Buruk sekali tawar menawarmu”

“Setuju atau tidak?” ia mendesak

“Ku tambah dengan ciuman!”

“Sepakat!”

Mungkin pemikiranku terlalu jauh, tapi hal ini sudah kupikirkan semenjak aku menjadi kekasihnya. Nanti, pada hari pernikahanku, akan ku hampiri dia, memberikan bouquet bunga tanpa melemparnya sambil menghadap kebelakang. Dengan doa agar ia yang di sini esok hari. Siapapun, atau apapun tidak akan kubiarkan menghalangi untuk kita tetap hidup bersama, namun dengan cara yang lain, cara yang baik. Seperti rencana awal, kita akan sering bertemu di supermarket atau di restoran. Tapi tidak di dalam satu rumah, tidak juga disini lagi..

TBC

Whoaa akhirnya jadi juga, fyuuuh, ngepostnya lama, isinya gambar melulu demi menyempurnakan imajinasi pada readers hahaha… Lima ribu tujuh ratus word tuh, gimana? Puas gak? Hahahaa.. seperti biasa, mohon masukannya, hahahaa..

Sampai ketemu next chapt dear readers, besok kita main kode-kodean ya, mudah kok kodenya tenang saja ;D

Sincerelly yours

Author

Advertisements

54 responses »

  1. wihh pas banget buka wp udah ada update’an TAN haha puas kok thor puas haha untung mereka ga berbuat lebih, my baby krystal kan masih kecil, muda, polos kayak gue *weks #skip mana nih problemnya? ga ada drama nih? haha jgn deng jangan. suzy muncul dong thor biar makin seru u,u gue suka part ini, full kryber hehe makasih udh update thor. 😀 next part jgn lama-lama. jangan php-in readers hahahaha

    • Krysnya masih eling, pacarnya nggak, hahaha..
      Hahaha ini dua minggu doang kan dulu2 gue sbulan haha..
      Yg ketiga gk jlas ya? Itu gambar tebing, ngaciiiiir haha
      Makasih udah mampir 😀

  2. Waw thor panjang bgt…ampe bingung mo komen apaan…
    Semoga chap yg panjang ini bkn pertanda authorna bakal ngilang lama..hehe

    Thor kayakna POV na hrs lbh jelas lg deh, kadang pas author pov jd kaya amber pov atau krystal pov, rada2 membingungkan gt…eh tp mungkin aja akuna yg lagi error…hehe
    Seperti biasa penggambaran tempatna ngena banget, berasa ada d tempat yg sama ma mereka, segitu blm liat gambarna thor, apalagi liat gambarna gk mo balik kayakna…haha

    Udahan akh, tar makin gk jelas aja komenna….. oh iya, mo maen kode2an kayak author navaya itu kah? Tp kode2 na gk susah kan?

    • Iyaaa switch pov nya aku emng busuk. Ehtapi gada author pov itu yg pov awal pov amber lupa ditulis hahaha..
      Wahwah, doakan tak seperti itu ya, smoga gk lbh dri 2 mnggu apdetnya hahaa..
      Iya pdhl foto2nya gue sdiain tpi nth wpnya yg eror atau inet guenya yg ud gasanggup, wawawaa..
      Btw makasih dek, eh kak anytae 😀

  3. amber siapa yang ngajarin semua itu yuri kah dan nc nya mana nih thor ‘-‘
    makasih y thor udah apdet 😀 aku kira bakal chap ini nc nya ternyata belum.*kenapa bahas nc
    thor aku minta ada suzber dong. terus apakah ada hubungan khusus antara krystal and sulli ? wah kyanya amber udah mulai cemburu
    thor semangat nulis nc nya *lempar batu

  4. wuuuuaaaaaaaah gue speechless nih thor :O panjang amat bagus bagus
    tapi jujur gue sedikit terganggu pas baca ni cerita sebab apa? sebab tetangga gue pada rusuh karaokean hui padahal udah pada tua harusnya mereka pada nyadar umur dong ya (gausah terlalu lincah), gue sbg anak muda jadi ilfeel liat mereka para orangtua#lahkojadicurhat abaikan-_-, ya tapi gue bela belain biar ttp fokus baca haha dan yang gue senengin di chap ini full kryber huahua dan sepertinya ada tambahan ilmu pengetahuan (sejarah) hahaha #apacenah
    oh iya apa kabar tuh suzy? 😛
    yang selanjutnya jangan lamalama ya thor selipin juga suzber thor 😀
    truslah berkibar thor(?)

    • Wahaha gkpapa tuh nenek2 ksh ksempatan bahagia dlu, klau tiap hari barudeh gusur rumahnya hahaha..
      Iya sip nanti kalau ud dikorea lagi ramai kok ada suzber ada jungli, lengkap hahaha
      Thank you ud mmpir 🙂

  5. oke chapter’a panjang jdi saia puas bgt bacanya…hehehe
    Mw komen ttng kissu dulu ahh,,yah tu pdhl kryber bntr lagi udh mw jadi tuh,,napa jga gak di lanjutin.hehehe
    Seru jga yaa nma2 yulsic kbwa2 pa lgi pke acara yuri yg ngjrin amber tntng bla bla bla,,,awas sica unni galak..hahaha
    Dan knpa jungli gak ada,,hikss
    Lo baca nii ff brsa ikutan lbrn ma kryber deh cz detil gto ngjbrinya,,siip dah.
    Oke SEMANGAT yaa thor lnjtn TAN’a ^^

    • Hahaha iya yurikan emng agk sablek hahaa..
      Tempatnya emng kren bgt googling aja dun aengus hahaa..
      Iyayah msh bnyak typo, ntr gue bca lagi deh ya.. itu postcardnya nnti lo bkal paham sepaham2nya pokoknya haha

  6. puas thor bacanya, sungguh seperti berjalan2 ke tempat wisata yg dicerita~ bagus dan detail banget ceritanya daebak!! hmm kata2 krys benar2 dewasa n berpemikiran panjang~ salut ama krys dan authornya~ hehehe

    • tu tbc ngalangin bgt tp puas bgt gw bca ny thor. Jd pngen k tmpat2 yg lu tulis it thor. Tp kpn ya? Ktinggian khayalan gw, duit pun gk punya. Thor tp gw mw saranin author pov nya it buat bingung, trkadang gw bingung pas bcanya ini amber pov atou krystal pov, jd gw bca blik bagiannya.
      Ok back to topic hahaha gw pngen tw ap aja yg d critakan yuri unnie ama amber tntang yulsic. Sprtinya yuri jd guru amber, sama2 ngadapin 2 bongkahan es, jung sist.. Thor gw kira ada NC, issh trnyta gk jd.. Hahaha

      • Nggak ktinggian, orng msh dibumi kok, kcuali lo pingin ke galaxy andromeda haha.. sama gue jga pingin.
        Oh iya gue emng msh ksulitan switch pov, smoga chapt dpan gue ud bsa lbh rapih..
        Iyah bener, sama2 ngadepin ice princess haha..
        Gaaaak, gak sampe NC gabisa gue #kaboor
        Mkasih ya joe ud mmpir 🙂

      • ok thor gw yakin lu pasti bsa rapiin crta lo. Kpn rncna nya lo apdet. Gw ud pnasaran ama crita lnjtn lo. Hahaha,, memang kalok buat nc it harus bnyk prtimbangannya. Hahaha

      • Pertimbangannya cmn gue bisa atau gak dan berani atau gak, hahahaa gabisa dan gakbrani! Haha
        Belum ada rencana. Deg2an bkin seting korea lbh pham readers dibanding gue kyknya haha..

  7. chap ini ajip bgt tapi
    thorr jngn bikin my amber otankny mesum dong ~(‾⌣‾~) (~‾⌣‾)~

    *u/ ntr kode2 nya di mohon jgn bikin ane pinter ye..

    yg disana masi lanjooootttt .. (˛•̃•̃)/\(•̃•̃¸)

  8. Baru buka wp ini, udh ada 2 updateTAN hehee:p
    Mian unnie aku baru komen disini,
    PUAAAASSSS bgt , kryber berlimpah dimana mana Håãâ..=DHåãâ..=DHåãâ…=D
    Baby jung polos bgt , and amber always scaried with ssica unnie
    Ditunggu lanjutannya unnie, semangat (҂’̀⌣’́)9

  9. yeeah..akhirnya author update jugha.hehe
    ya amber pke bwa yuri unnie segala,,emang bnr ya d ajarin kyk g2??haha
    ini chpater bnrn panjang..ampe bingung mau coment apa….next chap panjang lgi ya thor..hehe

    siap2 buat main code.
    jngn yg susah2 ya thor,pehliies.kekekekeke

    • Nggak kok yuri gak ngajarin cmn kdang suka crita2 jdi ambernya trinspirasi haha..
      Next chapt belum tau nih panjang atau gak doakan saja XD iya kodenya mudah jamin, dri 1 soal ke soal lain berkaitan kekeke

  10. Huuuaaa.. Gw telaatt nih..
    Apa”an nih bgian ending’a chap’a malah bkin gw gundah gulana,, aq brharap kryber gk akn prnah brpisah,, sama kyk yulsic gtu..
    Huft.. Next chap bkalan kode”an,, jgn sulit” ya thor ☺
    see yaaa 😉

  11. anyyeong thor….
    aku suka sama chapter ini slain pnjang bkin ngakak jga pas awal2 crita..
    apa lagi pas krystal kibar2in bra sama cd….kocak bgt tu thor…
    trnyata krystal sama kyak aku hampir tdak pernah ke gereja #dasariblis….hahaha….

    thor itu knpa crita di bgian akhirnya gk enak bgt yak….galau jadinya….
    mau buat kode2 jga ya thor ?? mudah2an gk susah ya 😀

  12. anyoeng… ^^
    longtime no see,q bru bs bc ff skrg2.
    well q mkin pnsrn ma ni ff,jln fik krystal bkin q tmbh pnsrn di next chap.
    boleh req ? just give moment for suzber and sulkry ? mrka dikit bgt momentny 😦 suzber lmyn sich. tp q pgn hub mrka g absurd,
    aduh mf y thor mlah req yg aneh2
    well keep hwaitting.
    author jjang ^^

  13. Astagaa. .sumpah. Ff kryber terkeren yg pernah sy baca..
    Aaaargh.. Part ini benar2 luar biasa! Daebak! Buat ketawa dan bersemu merah.. Omo.. 5 thumbs for author

  14. mo asal komen or komen ju2r thor?sory ya sblmnya tp ju2r w bosen bgt bacanya, ga ada intriknya sm si misterius, smua critanya cuma obrolan n penggambaran tmpt jd ahirnya w lompat2 bacanya nyari malapetaka dtg, tp nyatany yg ditemuin kata tbc

  15. Hah fyuh (“˘͡ε ˘͡”) huft selesai jg bcanya pjang bner and gue demen kkk tp pas bgian akhir jd agak galau sma ucpan krystal 😥 kryber yg harus trpisah anniyo!! Lok kryber trpisah gmn yulsic hruskah trpisah jg ._.
    Ah~pngenya kryber tetap brsatu #pengenya :3
    Good job buat authornya kata2nya ngfeel bnget 😀

  16. Dengan doa agar ia yang di sini esok hari.
    Siapapun, atau apapun tidak akan kubiarkan menghalangi
    untuk kita tetap hidup bersama, namun dengan cara yang
    lain, cara yang baik. Seperti rencana awal, kita akan sering
    bertemu di supermarket atau di restoran. Tapi tidak di
    dalam satu rumah, tidak juga disini lagi..

    Ah…. tulusnya tapi nyesek.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s