Thematic Apperception Night Chapter X

Standard

ImageKRYSTAL POV

“Ne, aku- aku mencintaimu, Jung Soojung” bodoh, aku masih tetap bisa mendengarmu suaramu dengan jelas meski kau menutup telingaku dengan cukup kuat. Ia menatapku, air matanya mulai mengalir dan melepas kedua tangannya dari telingaku kemudian kembali duduk bersila. Menarik napas dalam berkali-kali dan menghapus air matanya yang mengalir cukup deras.

“Tak apa, tak usah kau tahan-tahan apa yang ingin kau ungkapkan, Sul” Sedikit banyaknya aku tahu yang ia rasakan terhadap diriku, tapi aku tak menyangka pada akhirnya ia mengungkapkannya secara terang-terangan di hadapanku.

“Lalu, bagaimana dengan perasaanmu sendiri, kau menganggapku sahabat atau bagaimana?”

“Seperti yang kau tahu, aku tak pernah jauh-jauh mencari orang terdekatku, selain Hyungmu itu, kaulah yang paling dekat denganku, Tweety”

“Lalu aku apamu?”

“Ya! Pertanyaan macam apa itu? Aku sahabatmu, aku adikmu, akupun bisa menjadi kakakmu, aku kembaranmu, aku teman bermainmu, aku mau jadi aaaapa saja yang Sulliku mau”

“Apapun kecuali menjadi kekasihku?”

“Jika aku punya dua hati, kau pasti yang mengisi hatiku yang lain, tapi hatiku hanya satu”

“Oh.. Apakah sebelumnya kau tak tahu kalau aku menyukaimu?”

“Aku sepertinya tahu, tapi tak yakin”

“Sejak kapan kau menyadarinya?”

“Aku tak ingat”

“Baiklah, pertanyaan berikutnya. Apa Hyung benar-benar yeoja pertama yang kau sukai?” Mmm. Jeez..

“Ya” Aku mengangguk, berusaha meyakinkan dirinya dan diriku sendiri.

“Ohh..”

“Tapi aku pernah berusaha sekuat tenaga untuk tak mencintai seorang yeoja sebelum akhirnya aku membiarkan hatiku mencintai Amber”

Jeongmalyo? Siapakah dia?”

“Kau..” aku tak mampu menatap matanya lebih lama, kutundukkan wajahku, kemudian aku berdiri kembali pada sisi jembatan, memandangi matahari yang sudah menyentuh cakrawala.

“Soojungie pernah berusaha untuk tak mencintaiku?”

“Aku pernah sangat ketakutan kalau sampai mencintaimu dan selalu berusaha jangan sampai aku jatuh cinta padamu, kurasa usahaku tak pernah berhasil hingga aku bertemu Amber, dan aku sudah terlalu lelah untuk melakukan usaha-usaha lain agar tak mencintai orang yang memang kucintai” kuberanikan diri untuk menatap Sulli yang masih terlihat kebingungan atas pengakuan yang baru saja kusampaikan, aku menunduk ingin menarik lengannya. Hendak mengajaknya untuk pergi dari taman bunga ini karena hari sudah mulai gelap.

“Awh!” punggungku terasa sangat sakit. Seperti ada benda tajam yang mengujam punggungku. Aku tersungkur di atas tubuh Sulli, awh, apa ini?

“Soojungie, ya Tuhan, Toloooong! Tolongggg!” kenapa Sulli meminta tolong seperti ini?

“Ya Tuhan ku mohon kau tak bergerak, Soojung!” Sulli menahanku pada posisi duduk dan memegangi kedua telapak tanganku.

“Sakit Sull, memang ada apa di punggungku?” aku menatap wajahnya yang mendadak pucat dan panik, kutunggu jawaban pasti darinya.

“Panah” jawabnya, aku segera menolehkan kepalaku, mencari seseorang.

AMBER POV

“Yes, Suz” dalam keadaan setengah sadar aku menerima telepon dari Suzy.

Unnie, aku sudah sampai di depan dorm mu” ucapnya dengan nada semangat.

“Ha? Mmmhh aku baru saja bangun tidur, naiklah, nanti kubukakan pintu.”

Arraso!”

Haaaaah.. ku regangkan tubuhku, aku menggeliat beberapa kali di kasur, dan langsung teringat kartu-kartu sialan itu lagi. Jam dinding sudah menunjukkan pukul delapan malam, ia datang sangat tepat waktu. Aku berjalan keluar kamar ke arah dapur, menuangkan setengah gelas air putih. Terduduk menunggu Suzy menekan bel dormku.

Ding ding..

Ah Suzy sudah datang, aku berjalan cepat ke arah pintu.

Unnie

“Suzyya” kami saling menatap, terakhir aku bertemu dengannya sekitar dua minggu yang lalu.

“Tidakkah kau ingin memelukku?” ucapnya sambil menaikkan kedua alisnya dan memiringkan kepalanya.

“Oh? Hehe.. kemarilah” aku membentangkan kedua tanganku membiarkannya memelukku. Aku sangat bersyukur dia bisa sehat dalam waktu yang terhitung cepat. Aku menarik lengannya, mengajaknya masuk ke dalam dorm.

“Ku kira dorm bintang SM lebih keren dari JYP, ternyata tidak lebih baik di bandingkan dorm kami”

“Setidaknya dormku lebih rapih dibanding dorm kalian” aku terkekeh geli mengingat beberapa kali aku mengunjungi dormnya dan kamar Suzy hampir selalu dalam keadaan sangat berantakan.

“Duduklah, kau mau minum apa?”

“Apa saja, Unnie” ia tak fokus mendengarkanku, masih memperhatikan sekeliling dorm ini.

Aku mengambil satu buah sachet cokelat panas bubuk, menuangkannya ke dalam cangkir putih dan mengisinya dengan air panas. Ku aduk beberapa kali. Aku berjalan ke arahnya dan menaruh cangkir cokelat panas ini di atas meja yang berada di depannya.

“Mmm, gwomawo Unnie” Aku hanya tersenyum melihat wajahnya yang berseri-seri.

“Aku akan membasuh wajahku terlebih dahulu dan mengganti pakaianku, ini remote tvnya jika kau ingin menonton” ia hanya mengangguk semangat dan masih menatapku dengan intens, anak ini.. caranya menatapku tak pernah berubah.

Aku masuk ke dalam kamar mandi hanya untuk membasuh wajahku, jeeez, perutku sakit sekali. Akhir-akhir ini banyak sekali bagian tubuhku yang terasa sakit.  Aku keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan wajahku dengan handuk, mmm? Dimana Suzy? Aku melihat sekitar dan tak menemukannya.

“Suz..” Aku memanggilnya.

Ne, Unnie, aku di balcon

“Oh kau di balcon, baiklah” aku masuk ke dalam kamarku dan melepas kausku, mencari kaus tebal lengan panjang di dalam lemari dan mengenakannya, sepertinya aku tak ingin menggunakan coat, aku hanya mengambil hoodie hitamku dan mengenakannya sebagai pengganti coat.

I’m ready” ucapku kepada Suzy yang sedang berdiri sambil menyeruput cokelat panas buatanku.

“Sebentar, aku habiskan dulu cokelat panas ini”

“Minumlah sambil duduk, perutmu akan kembung kalau makan dan minum dalam keadaan berdiri”

“Begitukah? Baiklah, lain kali aku tak akan berdiri saat makan dan minum” ucanya sambil berjalan ke arah dapur hanya untuk meletakkan cangkir yang ia gunakan.

Suzy berjalan cepat ke arahku dan meraih lenganku untuk dia rangkul, aku mengenakan hoodieku, entahlah, berharap penyamaran kecil-kecilan ini bisa berhasil, tapi setelah ku fikir kembali sepertinya tidak dapat tersamarkan sama sekali, siapa lagi teman dekat Suzy di apartemen ini selain diriku. Biarlah.

Aku menekan tombol turun elevator, kulirik Suzy ia sedang sibuk dengan ponselnya dan aku hanya memandang lurus ke arah pintu elevator, akhirnya pintunya terbuka.

Unnie, Suzy, kalian mau kemana?” Aku sedikit kaget melihat Luna keluar dari elevator, Suzy melakukan bow, sebenarnya lebih terlihat seperti anggukan tunggal dibandingkan bowing.

“Hospital” jawabku.

“Apa? Semalam ini?” Aku mengangguk sambil menahan pintu elevator yang mulai tertutup, Suzy sama sekali tidak membantu menahan tombol elevator agar tetap terbuka padahal tombolnya hanya berjarak setengah meter darinya.

“Luna Unnie, kami berangkat dulu ya, sampai jumpa” ucap Suzy sambil melakukan bow kembali di hadapan Luna.

Arraso, berhati-hatilah” ucap Luna.

“Kau juga, berhati-hatilah” ucapku dengan serius, dan kuharap ia mengerti maksudku. Aku mengusap kepala Luna dan masuk ke dalam elevator.

“Oppa, kita sudah di dalam elevator, tunggu kami di depan lobby” Suzy menghubungi seseorang, mungkin manager, mungkin pula kakaknya.

“Manager?”

“Ne” kami sudah sampai di lantai dasar, berjalan melalui Lobby yang sepi, menghampiri mobil hitam yang sudah menunggu di pintu depan. Aku membuka pintu depan mobil untuknya, tapi ia menutupnya kembali dan bergegas membuka pintu belakang, lalu masuk ke dalam mobil dan menatapku dari dalam, memintaku segera masuk.

“Oppa, tak apa ya aku duduk di belakang?” ucap Suzy kepada managernya. Sedangkan aku hanya melakukan bow dan tersenyum kepada manager yang sudah tak asing lagi bagiku.

“Kau sendiri, bagaimana kondisi kesehatanmu?” tanya Suzy padaku.

“Tak ada masalah yang berarti”

“Bukankah kau juga pingsan ketika masih di dalam danau?”

“Aku tak tahu, tak ingat tepatnya”

“Dan hanya demi tak terlambat menemui Krystal kau mengabaikan check up yang harusnya kau jalani? Kau sungguh membahayakan dirimu sendiri, Unnie

“Aku tak apa-apa”

“Aku tak percaya, sudah kudaftarkan namamu untuk konsultasi dengan dokter”

Sorry? Tak usah, Suz, aku sudah memiliki dokter pribadi dan rumah sakit yang sudah ditentukan oleh SM”

“Lalu mengapa jika di rumah sakit lain? Masalah biaya? biar aku yang menanggungnya, atau masalah privacy? Tak usah khawatir, dokter yang akan memeriksa kita adalah dokter pribadi JYP yang sudah terpercaya, lagi pula mereka tidak sembarangan membeberkan sesuatu. Tenanglah” ucapnya dengan nada datar. Aku hanya bisa pasrah, lagi pula hanya check up biasa.

Alright” jawabku singkat.

“Ohya, kemana Sulli? Kenapa tadi ia tak ada di dorm?” ia hanya menanyakan Sulli, mungkin karena Sulli adalah teman sekelasnya.

“Ia sedang keluar”

“Aku sudah lama tak bertemu dengannya, besok hari pertamaku kembali ke sekolah. Memang dia kemana? Syuting?”

“Tidak, dia pergi ke Jeju Island

“Hwoa, biar kutebak, dengan Krystal?”

“Mmm.. yes”

“Kurasa akhir-akhir ini mereka semakin dekat, jika sedang di sekolahpun yang Sulli bicarakan hanya Soojung, Soojung dan Soojung”

“Kurasa itu sangat wajar, mereka berdua sama-sama 94 liners dan dalam satu girl group, bahkan dengan Jiyoung yang tidak satu grouppun Sulli sangat dekat”

“Tapi aku tak pernah melihat Sulli mengukir nama Jiyoung di bagian dalam cincinnya seperti ia mengukir nama Jung Soojung di bagian dalam cincinnya.”

Benarkah? Aku tak pernah menyadari itu sebelumnya, sebelumnya aku tak pernah mempermasalahkan hubungan mereka hingga akhirnya sedikit demi sedikit aku merasa terganggu dengan kedekatan mereka yang terlalu, ya, apalah namanya. Tapi setidaknya Krystal tidak mengukir nama Sulli di cincinnya, sepengetahuanku.

Kami melalui Banpo Bridge atau yang sering disebut Bando Moonlight Rainbow Bridge, aku suka sekali jembatan air mancur terpanjang di dunia ini, sisi kanan dan kiri jembatan yang dibuat seperti air terjun warna-warni dan dapat membuat gerakan-gerakan seperti tarian ini dapat menjadi hiburan yang luar biasa bagi siapapun yang melaluinya maupun yang memandanginya dari jauh. Aku membuka jendela mobil Suzy, memperhatikan setiap jarak yang kulewati, air mancur dengan warna berubah-ubah dan gerakan yang indah ini benar-benar tak bisa ku abaikan begitu saja, ku biarkan angin menerpa wajahku dengan kencangnya, berharap udara bisa masuk lebih banyak ke dalam paru-paruku yang sering terasa sesak. Kuhirup udara malam yang penuh bulir-bulir air ini, aku tak peduli banyak yang mengatakan udara malam tidak baik untuk kesehatan, yang kutahu aku suka malam, dan aku suka jembatan dan tempat ini benar-benar indah. Aaaah kami sudah di penghujung jembatan.

Tak jauh dari Banpo Bridge kami masuk ke dalam parkiran basement St. Marry’s Hospital Kangnam, kami tak diturunkan di depan lobby. Manager Suzy turun terlebih dahulu sementara kami menunggu di dalam mobil. Suzy menyandarkan kepalanya di bahuku, meraih lenganku dan menjalin jari-jari tangannya dengan jari-jari lenganku. Aku membiarkan dirinya senyaman mungkin.

“Tanganmu hangat sekali, Unnie” ia menolehkan wajahnya ke arahku dan memegang wajahku dengan tangan kanannya.

“Ya Tuhan, kau demam?” ia melanjutkan kata-katanya.

“Sudah lebih baik” tak lama Managernya menghubungi Suzy.

“Baiklah, mari kita menemui dokter” Suzy mengambil masker dan topi kemudian memasangnya, iapun memberikanku sebuah masker untuk kukenakan. Ia lalu mencabut kunci mobil, kami berdua keluar, berjalan ke arah tangga darurat.

“Kenapa kita tidak naik elevator?” tanyaku.

“Ruangannya di lantai dua, lagi pula elevatornya terlalu ramai” aku hanya tersenyum mendengar jawabannya, kami berjalan di tangga dan langsung masuk ke dalam ruangan dokter.

Kami saling memberi salam, ternyata doternya seorang wanita.

“Bagaimana keadaanmu akhir-akhir ini, Suzy?” tanya dokternya.

“Ku rasa aku sudah merasa kembali seperti semula”

“Sudah kuperiksa seluruh hasil check upmu dua hari lalu, dan sudah tak ada masalah apapun, kaupun sudah tak perlu menghirup oksigen dari tabung, kembalilah jika ada apa-apa”

“Kabar yang sangat baik” Suzy kemudian bersandar pada kursi dan menatapku.

“Periksalah orang ini, Dok” lanjutnya.

“Apakah kau tak pernah memeriksakan keadaanmu satu kalipun?” aku hanya menggeleng dan tersenyum.

“Apakah ada keluhan?” aku berpikir beberapa saat.

“Saya sering merasa sesak, batuk-batuk sepanjang hari dan, beberapa kali mimisan atau batuk darah” Dokter langsung berdiri ke arah tempat tidur periksa, seorang suster mempersilahkanku untuk mengikuti dokter tersebut.

“Mohon sweaternya dilepas terlebih dahulu” aku segera melepas sweaterku dan berbaring di tempat tidur. Dokternya segera memasang stetoskop dan menempelkannya di dadaku.

“Tarik napas” pintanya.

“Hebuskan”

“Sekali lagi tarik napas. Hembuskan..” Dokternya menyebutkan kata-kata yang tak kumengerti kepada suster.

“Silahkan duduk disini” ucap suster tersebut sambil memegang kursi roda.

“Hah? Aku masih bisa berjalan, memang aku akan di bawa kemana?” tanyaku sedikit kaget.

“Karena ini sudah malam, laboraturium umum sudah tutup, jadi kau harus di periksa di emergency room, Amber” ucap dokter itu padaku.

“Biarkan saya berjalan kaki saja, Dok” aku masih merasa baik-baik saja.

“Sebaiknya kau menggunakan kursi roda” jawabnya dengan yakin dan tak ingin disangkal. Akupun di antar oleh suster dan Suzy ke lantai dasar, ke dalam emergency room.

Aku diminta untuk berbaring di brangkar emergency room ini, seorang suster menginformasikan bahwa darahku akan diambil, aku tak menjawab apapun. Suzy terlihat sedang berbicara kepada dokter jaga dengan sangat serius. Setelah darahku diambil aku diminta kembali duduk ke kursi roda dan di antar ke ruang rontgen.

“Silahkan tanggalkan seluruh pakaian anda dan kenakan baju ini” pinta seorang suster sambil mengantarku ke dalam ruang ganti, aku mengikuti seluruh ucapannya. Aku masuk ke dalam ruang ganti, sambil melepas pakaianku aku mulai berfikir kemungkinan-kemungkinan buruk yang terjadi pada diriku.

“Sudahkan, Unnie?” tanya Suzy dari luar ruangan. Kusimpan pakaianku di atas kursi roda dan berjalan ke arah alat rontgen.

“Silahkan rapatkan badan anda ke depan” seorang suster membantuku menyanggahkan daguku ke pada tempat yang seharusnya dan merentangkan tanganku pada tempat yang seharusnya pula kemudian meraba punggungku, mungkin hanya untuk memastikan apakah aku sudah benar-benar melepaskan seluruh pakaianku atau belum.

“Tarik napas, tahan” aku mengikuti seluruh instruksinya dan tak lebih dari lima detik kegiatan ini berakhir, aku kembali ke ruang ganti dan mengenakan seluruh pakaianku. Kami kembali ke dalam ruang emergency.

“Apakah tak ada satupun member yang menyadari bahwa kau sakit, Unnie?”

“Aku tak merasa sakit, Suz”

“Aku tanya, apakah tak ada yang menyadarinya tanpa kau harus mengeluh terlebih dahulu? Vic Unnie, Luna Unnie, Sulli, atau.. kekasihmu?”

“Vic Unnie tau, dia yang tadi mengompres dan menyuruhku untuk beristirahat”

“Sebelum-sebelumnya? kau sering terbatuk-batuk dan sesak napas bukan?”

“Tidak begitu sering, Suz, aku yakin aku tak apa-apa”

“Apa kau akan mengatakan seseorang tak apa-apa ketika ia demam, sesak napas dan batuk darah?”

“Hahaa, aku baru sekali batuk darah”

“Mimisan?”

“Tak lebih dari lima kali”

“Ya Tuhan Unnie, dan ini terjadi hanya dalam satu bulan terakhir”

“Hampir dua bulan, Suz” tak lama Suzy dan managernya dipanggil untuk menemui dokter jaga. Mereka berbicara dengan sangat serius. Aku memperhatikan dari atas kursi roda, setelah mereka selesai berbicara, Suzy, managernya dan seorang suster berjalan menghampiriku.

“Nona, anda positif terkena aspirasi pneumonia akut, atau gangguan pernapasan pada paru-paru akibat tersedak, karena penanganan sangat terlambat, infeksinya sudah cukup parah terjadi. Anda harus segera di operasi.” Jelas seorang perawat yang langsung membantuku untuk naik ke atas brangkar. God, ternyata segala rasa sakit yang selama ini kurasakan karena memang kondisiku yang buruk, aku tak boleh sakit, aku akan sangat menyulitkan banyak orang, terutama memberku.

“Sebentar” pintaku.

Unnie, kumohon, kau sudah sangat parah”

“Biarkan aku dirawat di rumah sakit yang sudah ditunjuk oleh SM, Suz”

“Kami bisa mengantar anda ke rumah sakit dengan ambulans, jika saya boleh tahu rumah sakit apa yang ingin anda datangi?” tanya suster itu kepadaku.

“Gangnam Severance Hospital, Nurse” jawabku.

“ Aku mau menghubungi managerku terlebih dahulu” aku segera menghubungi managerku.

“Oppa, bisakah kau menjemputku sekarang di rumah sakit..”

“Aku sudah dalam perjalanan, Amber”

Pardon? Kau tau dari mana aku sedang diperiksa di rumah sakit?”

“A-Apa? Kau sakit apa?”

“Semacam infeksi paru-paru dan harus segera di operasi”

“Malam ini” Sela perawat yang berdiri di hadapanku. Apa? Malam ini? Aku melebarkan mataku, kaget mendengar ucapannya.

“Katanya aku harus di operasi malam ini”

“Ya Tuhan, Amber aku harus ke Jeju, dan kenapa kau..”

Kupotong kalimatnya “Kau bilang mau ke rumah sakit? Tapi kau bilang pula mau ke Jeju? Kalau begitu tolong hubungi Victoria Unnie.”

“Tak ada siapapun, semua ke Jeju”

“Oppa aku tak mengerti?” Kedua alisku bersatu, sama sekali tak paham alur bicaranya.

“Krystal sedang di rumah sakit, ia terkena panah” Deg! Jesus Christ, seluruh badanku langsung terasa lemas. Tanganku bergetar hebat.

“Kenapa tak ada yang memberitahuku?”

“Luna bilang kau sedang sakit jadi nanti saja diberitahunya” Shit!

“Apa, Krys.. baik-baik saja?”

“Aku tak tahu pasti, aku akan segera naik pesawat, akan kuhubungi siapapun yang bisa menjemputmu”

“Tak usah, aku akan ke Jeju”

“Kau tak boleh ke Jeju, pikirkan dirimu sendiri, Krystal akan kami bawa ke Seoul. Ya Tuhan jadwal kalian padat, dan sekarang hanya tersisa Vic dan Luna yang bisa tampil, aku bisa gila..” aku meraih kursi roda, dan duduk kembali di atasnya, memangku kepalaku, sambil berusaha menahan air mata. Choi Jinri, kenapa kau tak menghubungiku lebih awal dibanding yang lain?

KRYSTAL POV

Tak henti-hentinya aku berpikir, benarkah ini hanya sebuah ketidaksengajaan? Warga Jeju yang membatu kami memang mengatakan, tak jauh dari taman bunga tersebut terdapat tempat perburuan terbuka, tapi sebodoh itukah seseorang mengira bahwa aku seekor hewan? Aku mulai merasa ada yang tidak beres. Untungnya aku tak apa-apa, setidaknya jika ini sebuah kesengajaan, orang tersebut tidak berhasil, kuharap memang tidak berhasil, bukan belum berhasil. Aku dibawa keluar dari ruang tindakkan.

“Soojungie” Sulli menatapku nanar, wajahnya masih sangat pucat.

“Ne, Tweetyaa” aku dalam keadaan tengkurap di atas brankar segera meraih lengannya, dua orang suster membantukku untuk sampai ke ruang rawat inap.

“Apa kau masih kesakitan?” tanya Sulli.

“Tidak, Sull, sama sekali tidak, aku sudah disuntik baal, aku sudah tak apa-apa” kami sampai pada ruang rawat yang tak terlalu luas namun terlihat sangat nyaman, terdapat satu buah tempat tidur rawat dan satu buah sofa yang cukup besar. Kedua perawat tersebut membantuku untuk pindah ke tempat tidur rawat. Setelah kedua perawat tersebut keluar, aku segera mengambil posisi duduk.

“Ya! Soojungie, jangan bergerak!” ucap Sulli setengah berteriak.

“Sudah kubilang aku tak apa-apa, Choi Jinri!” aku menjitak keningnya.

“Jika saja kau tadi tidak menunduk untuk meraih tanganku, kau pasti tidak kena panah, hwaaa, aku hampir membunuh Soojung” ia benar-benar menangis seperti anak umur tiga tahun.

“Diamlah! Kau ini berisik sekali, aku tak merasa iba dengan tangisan jelekmu itu, Jinri!”

“Tapi aku hampir membunuhmu, kalau kau mati, aku tak punya alasan lagi untuk hidup. Aku bahkan sudah merencanakan cara bunuh diri yang paling dramatis jika kau ternyata tak tertolong, Soojung”

“Oh Godess, kau menggelikan sekali, Jinri! Tidakkah kau berpikir jika aku tak menunduk bagian tubuh mana yang akan terpanah?” ia menggeleng, kepalanya seolah tak berisi apa-apa.

“Antara kakiku atau kepalamu, babo! Bersyukurlah hanya terkena punggungku, dan bersyukurlah karena aku mengenakan ransel yang penuh dengan pakaian dan sebuah majalah sehingga panah itu hanya merobek punggungku dan tak masuk lebih dalam”

“Tapi tulang rusuk belakangmu juga retak” ia masih menangis seperti anak kecil.

“Jika tidak kena tulang rusukku, mungkin panah itu akan sedikit mengenai paru-paruku, Nona Choi”

“Harusnya aku tak mengajakmu ke Jeju, Soojungie.”

“Tutuplah mulutmu atau tutup pintu kamar ini dari luar, Jinri, kau berisik sekali!” ia segera menghapus air matanya dan menarik napas dalam-dalam, lalu menuangkan air ke dalam gelas dan meminumnya, menenangkan dirinya sendiri.

Aku mulai berpikir tentang ucapanku sendiri, jika aku tak menunduk, panah itu mungkin akan mengenai kakiku, atau.. ya Tuhan aku mulai merinding ketakutan, benar-benar ketakutan.

T.B.C

Ahhhhhhh… Mianhae readers, ah telat aaaaah ampun #pura2Pingsan. Mau ngomong apa ya? Mau ngomong doain aja skripsi gue cepet kelar, haha.. dan siapapun yang ngedoain gue, gue doain pula agar hidupnya menyenangkan, banyak kemudahan-kemudahan dalam hidupnya, huahaha kayak mama dedeh aja ini doa-doa.

Ah Uje meninggal! Aaah T,,T semoga Uje diterima diSisi Tuhan YME. Maaf out of topic.

Eh btw gada gitu gathering untuk author FF plus readersnya? Hahaha kali aja ada fansnya f(x) yg sampe sekarang belum ada namanya, kan gue bisa minta-minta videos, fakir videos f(x) gue, kalau Soshimah, jangan ditanya jangan dijawab, punya donatur setia gue, si Aisyah author VV itu, hahaa..

Eh dia ultah tanggal 29 kemarin! Dia ultah! Hahaha umurnya tua, 24 tahun, udah kayak umur nenek moyang aja ya? Bisa buat jadi bahan berhalatuh manusia-manusia umur segitu, gila, umur apa jam wajib lapor tuh 24? Hahaha.. selamat ultah ya Aisyah, orang yang pernah jadi orang paling nyebelin sedunia, dan yang pernah bikin hati gue sakit sesakit-sakitnya, huahaha..

But you are good now dear friend, just be a better and better person to get better and better life, smell you sometime!

 

And I’ll see you soon dear readers, selamat menunggu lagi untuk chapt XI. Makasih masih mau mampir (ehtaunya gada yang mampir hahaha) annyong ;D

Sincerelly yours

LouiseLouisaa

Advertisements

62 responses »

  1. oh my Jesus Christ #ikutinamber
    demi taeyeon sbg mahkluk terimut sejagat raya
    aku kngen bgt sama nih ff thor
    aku dah nunggu laaammaaaaa bgt dan akhirnya apdet jga 😀
    biarpun pendek tpi gk papa…
    j
    ujur ku gk tau mau komen apa
    trlalu trharu saya #plak lebay
    aku doain moga skripsinya cepat slesai
    and apdetnya jga cepat….

  2. Thor tnks yAa dah update….
    Gue bakalan setia deh nunguiin mpe update lagii…
    Mudah”an skripsi.a cpet slesai…

  3. da hmpir lumutan ni thor nungguin apdate tan …hihihihi
    wadu itu sypa yg neror mrka?
    moga cepet kelar skripsiny thor…..
    dtgg next moment ^^

  4. Huahhh..
    Setelah sekian lama aku menunggu akhrnya apdet jg.. 😀
    semoga skripsinya cepet kelar ya un.. 🙂
    hwaiting..

  5. ngakak pas baca “aku dalam keadaan tengkurap di atas brankar ” gak bayangin gmn bentuknya si krys
    haha
    semoga skripsinya cepet kelar ya kakak authooor
    Ameeeeennnnn

  6. Huuaaa apa lagi ini? Amber penyakitan dan SooJung kena panah! Tp lucu juga ini, bisa bareng bareng sakitnya.. Hahahaha *plak #digamparjessica Gomawo unnie udah nyempetin nglanjutin FF ini walau dengan adanya kesibukan nulis skripsi 🙂 Semoga sukses unnie! Fighting 🙂

  7. wah annyeong thour
    sy doain mga skripsi lncr dn cpt update lg amin ya Allah
    mkn pnsaran ma crta ny
    ney ff plg kren yg prnh gw bc unn

  8. makin seru ajj nh…
    di tunggu yg berikutnya ya
    oh ya.. w tetep ga bisa buka yg ke IX..hehehe
    sukses terus 🙂

  9. Huuaaa apa lagi ini? Amber penyakitan dan SooJung kena panah! Tp keren banget ini Hahahaha *plak #digamparjessica Gomawo unnie udah nyempetin updet walau dengan adanya kesibukan skripsi 🙂 Semoga sukses unnie! Fighting 🙂

  10. Hallo thor. . .slm knl. .

    Maap bru kment d chap ini. . .mklum reader awam yg bru tau crax kment*payaaahh. . .hehehe. .
    Heumm, ,ff nya bgs thor. . .lnjut. . .dtnggu ya next chap nya. . .

    Ttp smngt. . .lnjuutt. . .

    Makasih. . .

  11. Telat sih, tp gue tetep bersyukur lo masih mau update :’3

    kalo di chap sebelumnya, feelnya jungli dapet banget nget nget nget…tp entah ya di chap ini jungli sedikit “ngilang” ToT
    bukan krn apa, tp akhir-akhir ini gue lagi falling in love ama jungsis, ah lebih tepatnya jungcest…gak nyambung kan? Hahahaha 😀 suka-suka gue lah mau ngomong apa XP

    iya bener, udah untung yang kena cuman punggung doang, bukan jidatnya =,=

  12. long time no see and akhirnya update juga ya kk:D
    gue curious sama klanjutannya nih Amber jadi nyusul si little icy princess ke jeju ga ya?? and itu sulli dramatic beud :0
    btw smoga skripsinya dilancar and cpt kelarya:)) nah beside itu bakal jadi cpt updet jugakan lol :p
    see ya~ c:

  13. Hmmm.. Sypa yang udh manah krystal nih? Cupid(?) kah? Jungli tmbh lngket, truz suzber juga mkin dket,, smoga aja kryber gk smpe putus..
    Next chap thor.. Ttp smangadt yoo.. 😉

  14. oke saia telat bgt baca’a nii gak tw lo dah update……
    Napa jga tuh kryber harus msk rmh sakit barengan mana amber hrs di operasi pula & curiga nii ma yg manah krystal jgn2……???
    Sulli gemesin ihh pngn jitak tu kplanya dah tw krystal sakit msh aja ngjk debat.
    Oke di tunggu lanjutanya & lancar jaya bwt skripsinya.

  15. haha.. w dah ngubek2 google ampe kaga tidur semaleman gara2 penasaran sama chapter ix… tapi sayang ga bisa juga…help me please 😦

  16. chapter nie midget…ga kaya biasanya panjang thor :-p
    mmm,amber galau antara harus operasi or krystal yg harus dijenguk.
    hwaiting next part..

  17. Annyeong thor reader baru ..
    Mian bru bisa komen di FF ini ,,
    bari ketemu ni WP jadi bru biza komen skarang ,, gax papa kan thor ,,
    thor aku mau minta pw yang part 9 gmna ya cra dpetin pw nya ??

  18. Anyeong …
    Sya rders bru nie …
    FF kryber yg asik nie thor …
    Sbnernya sypa yg panah krystal ?
    Pnsran …
    Lnjut thor …

  19. OMG!!! Udah appdett..
    Horeee.. \(^o^)/

    Aku slalu menunggumu, menunggu & menunggu #waiting for u.
    Eh malah ke bablasan, udah 1 minggu gw g OL Y?
    Ah gpplh..
    Gw puas n seneng bgt U apdet lagi ff nie

    Makin geregetan ma ceritanya thor..
    gw g nysel nungu br minggu2..
    krystal k panah ma pemburu?, Dsangka apaan tuh ampe kena gitu? Anak rusa/anak ayamkah? hahaha… 😀
    #plak.. (dgamparjungsisT

    U suskses buat abang gw hampir mnjatuhkn air mata, sakit2an & D tinggal sniri D seoul, 😦
    #ouhteeganya..

    Hwaiting thor,

  20. uih dateng2 bawa kabar om amber mesti dioprasi.. ane mw lah jadi dokter nya hihiw .. *ngayal*
    biarin lah dedek krystal sama si jangkung *rela*
    kan lebi unyu suzber gitu .. *jadi inget IY2*

    get well soon amber hyung 😥 ..

    LouiseLouisaa nuna jangan pendek2 lah .. ~(‾⌣‾~) (~‾⌣‾)~
    adios permios .. ヽ(´▽`) ノ

  21. thor, seriusan ini ff yg masuk dalam list yg paling ak tunggu2, nunggunya sampe lumutan jg ga apalah -_-
    aku sone sekaligus fansnya ff yg blm ada namanya itu hahaha XD buruan diupdate ya thor, kalo ada wkt maen ke wp aku, annyeong :))

  22. Akhir y bisa baca jg lanjutan ini ff, sebenerna gw dah putus asa nyari link ff ini, nanya sama kakak navaya, dy kagak tw…baru ngeh kl bisa nghub kaka mbip d twitter..hehe

    untung sojung kagak napa2 ya cm kegores doang..kl gk c sulli bisa mati bediri ngadepin kakak y sojung hahaha

    nah loh amber y galau dong ya..

    Udahan akh mo lanjut baca, udah ketinggalan jauh bgt nh.

  23. uda lama gw gk main2 k wepe ini.. Gw jd bca dr awal lg biar gk lupa. Hah ud bnyk aj ff lain. Jd si krystal kenak panah toh? Plakuny psti org yg sma yg nenggelamkan amber. Prihatin gw ma amber. Gw harap anak it cpt2 d oprasi.

  24. kpn masalah Ro or TAT dibahas?w pikir dulu ngasih tugas nyari TAT itu krn mo ngebahas soal Tat, ilmu psikologiny kpn? W suka psikologi apalg masalah micro expression. Minta rekomendasi blog psikologi yg tpercaya n menyeluruh pembahasany dong?kli aj thor tau

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s