Thematic Apperception Night [Chapter XI]

Standard

tan tan(1)

cover

Amber POV

Ku angkat tangan kiriku, memusatkan pandangan pada jam tangan hitam yang kukenakan. Pukul dua dini hari, hampir tak ada seorangpun di rumah sakit ini, bahkan meja lobby tak ditemani oleh seorangpun resepsionis. Aku berdiri di tengah-tengah ruangan besar ini, memasukkan tanganku ke dalam saku celana, sedang berusaha membuat sebuah keputusan yang tak penting, tangga atau elevator. Aku menengok ke sebelah kanan, berjalan dan mulai menapaki anak tangga untuk meyakinkan apakah benar paru-paruku sedang terluka parah. Kurasakan setiap sakit yang menjalar di sepanjang saluran napasku. Lagi-lagi aku harus berlari dari ruang emergency, meninggalkan Suzy kemudian memanggil taxi, dan meminta drivernya untuk mengantarkanku ke airport, menaiki pesawat tanpa membawa apapun, menuju Jejudo.

Aku sudah sampai pada lantai tiga rumah sakit ini, aku hampir tak bisa merasakan udara di paru-paruku. Mendapati lorong menyiku, dimana kamar 311? Aku harus lurus, atau ke kanan? Aku memilih untuk lurus, lorong ini tidak lebih ramai dibandingkan dengan lobby di bawah. Kulihat seorang suster jaga yang sedang berbicara melalui telepon dan tak menyadari kehadiranku sama sekali. Sepanjang lorong ini dihiasi lukisan-lukisan berbagai macam hewan dan tumbuhan. Tapi semuanya benar-benar terlihat mati di mataku. 309, 310..

Kubuka pintu kamar nomor 311 dengan perlahan. Kulihat Vic dan Luna tertidur di sofa, sedangkan Sulli tertidur di kursi yang terletak di sebelah kiri tempat tidur Krystal, wajah mereka berhadapan, dan saling berpegangan tangan, pasangan yang serasi. Tapi aku tak punya waktu sama sekali untuk cemburu. Aku melangkahkan kakiku dengan irama yang tak jelas, dan menghentikan langkah tepat pada sisi kanan tempat tidur kekasihku, hanya berdiri, memandanginya dari kepala hingga ujung kaki, memastikan ia benar-benar masih bisa kulihat.

Aku sangat ingin menyentuhnya, tapi ku urungkan niatku dan masih memandangi dirinya. Ia mendadak bergerak, terbangun dan menolehkan wajahnya, aku mundur selangkah, jangan tanya kenapa aku malah mengambil langkah mundur, mungkin hanya sebuah reaksi terkejut.

“Amber? What are you doing here? You got a fever, don’t you?” tanpa jeda ia langsung mengucapkan satu deret kalimat dengan suara yang masih serak. Aku masih bisa mendengarkannya. Aku maju selangkah, hanya tersenyum padanya. Ia melepaskan jari-jarinya yang dipegang oleh Sulli dan berusaha duduk, aku membantunya, kulingkarkan tanganku di dadanya dan membantunya untuk duduk dengan posisi senyaman mungkin, kakinya ia gantungkan pada sisi tempat tidur, menghadap diriku. Ia meraih tangan kiriku. Aku masih bisa menyentuhnya.

“Aku haus” ucapnya, segera ku ambilkan segelas air putih untuknya, ia menghabiskannya, tak tersisa.

What kind of sickness you have?” tanyanya sambil memegangi keningku.

Sore throat maybe, nothing serious” ia kembali membaringkan tubuhnya dengan posisi menyamping, masih menghadap diriku.

“Kemarilah” ia menepuk-nepuk perlahan bagian kasur yang masih kosong. Aku menggelengkan kepalaku, aku hanya akan membuatnya sempit, tidur berdua di atas tempat tidur ukuran single.

“Ini perintah, servant!” ia menarik tangan kiriku, memaksaku untuk ikut berbaring di sampingnya. Aku menunduk, tanda bahwa aku menuruti perintahnya, ku lepas sepatuku dan mulai naik ke atas tempat tidur.

“Kau tidur di atas kasur dengan pelayanmu sementara pangeranmu tidur di kursi, princess?” sindirku. Tapi ia tak menanggapi, malah menarik bagian depan sweaterku, memintaku lebih dekat dengannya.

“Jarak kita terlalu dekat, aku kesulitan untuk memandangimu, Krys”

“Tapi masih cukup jauh untuk menciumku bukan?” Aku tersenyum, lalu kudekatkan bibirku pada bibirnya, aku sedikit menarik dagunya ke bawah, agar bibirnya tak terkatup rapat. Kulumat bibir bawahnya, aku masih bisa merasakannya. Ia tak banyak bereaksi, tapi kurasakan bibirnya bergetar. Telapak tanganku ku arahkan ke wajahnya, basah.. ia menangis.

KRYSTAL POV

Ia melepaskan ciumannya dan menghapus air mataku, segera kutenggelamkan wajahku di depan dadanya. Oh God, I miss her. I don’t know why I miss you like I haven’t see you for a year, Amber. Kuhirup aroma tubuhnya, kenapa aku merasa seperti baru bertemu orang yang meninggalkanku dalam kurun waktu yang sangat lama? Kucengkram kuat bagian belakang sweaternya, seperti tak ingin melepasnya pergi, dan kurasakan air mataku semakin deras.

Seperti biasa, ketika aku menangis di dalam pelukkannya ia tak akan banyak berbicara, ia hanya mengelus kepala atau punggungku, mungkin ia sudah tau apa yang sebenarnya kurasakan dan yang ia lakukan hanyalah membuatku senyaman mungkin di dalam pelukkannya.

“Everything is good, everything is good, dear. And I’m with you” Aku tak ingin tidur, aku ingin melawati waktuku bersamanya dalam keadaan sadar penuh, aku ingin mendengar napasnya yang akhir-akhir ini terdengar sangat berat dan lebih sering mengigau. Aku ingin mendengar ia meracau, aku ingin tau apa yang ia ucapkan dalam tidurnya, tepat di depan telingaku. Mungkin inilah satu-satunya cara agar aku tahu apa yang ada di dalam kepalanya.

 

SULLI POV

Hhhhh.. Aku hanya bisa tersenyum hambar, ribuan kali dihadapkan pada kenyataan bahwa orang yang sangat kucintai sedang berbahagia dengan kekasihnya, di depan mataku. Aku berencana untuk tak tidur semalaman, aku ingin sekali memandangi wajah Soojungieku, hingga kudengar seseorang membuka pintu dan berusaha sekuat mungkin untuk tidur meski sebelumnya harus mendengar kalimat-kalimat Soojung yang tak pernah ia ungkapkan kepada satu orangpun kecuali kekasihnya. Bahkan Soojungieku hampir tak pernah menangis di pelukkanku.

Haaaaah aku bosan disini, ku raih topi miliku untuk kukenakan, aku ingin keluar ruangan. Baru beberapa langkah ke arah pintu aku berbalik arah, mengingat sekarang bahkan belum pukul lima pagi dan aku sudah menggunakan topi. Kulepas topiku dan meraih hoodie YSL hitam milik Amber hyung dan kembali berjalan keluar ruangan. Beberapa suster terlihat duduk di ruang jaga, aku tak yakin apakah mereka mengenaliku atau tidak. Kutekan tombol elevator untuk turun ke lantai dasar. Tak ada siapapun di elevator. Aku berjalan melalui lobby, keluar gedung ini. Jiyoung pagi ini akan ke Jepang, dia pasti sudah bangun tidur, aku ingin sedikit mengganggunya, ku keluarkan ponsel dari saku belakang celanaku.

BUK! Seseorang memelukku dengan erat dari belakang.

Unnie, kau sangat menyebalkan!” dengan cepat aku menoleh ke belakang dan..

“Jinri?”

“Apa yang kau lakukan disini?” tanyaku padanya.

“Kukira kau, Amber Unnie

“Kau kesini untuk menemui Amber hyung? Sepagi ini?” aku melepas hoodie yang menutupi kepalaku, masih tak percaya melihat teman sekelasku berada tepat di hadapanku.

“Ya! Kau seharusnya sekolah hari ini!” dia membentakku.

“Lalu kau pikir apa sedang kau lakukan disini? Kau pindah sekolah ke Jejudo?”

“Ah sudahlah, bisakah kau panggilkan Amber kesini?” kedua alisku bersatu, aku bertanya-tanya apa yang sesungguhnya ia lakukan disini.

“Apa yang sebenarnya kau lakukan disini, Suji?”

“Nanti kuceritakan, ini keadaan darurat, aku harus menemui Amber Unnie detik ini juga” ucapnya sambil mengambil posisi duduk dan meletakkan tas tangannya di atas pangkuannya. Aku tak ingin banyak berdebat dengannya, dan tak ingin basa-basi mengajaknya ke kamar Soojung, aku tak mau Soojungieku sampai merasa terganggu. Ku buka pintu kamar Soojung.

Hyung..” Amber hyung tak sulit dibangunkan, hanya dengan tepukkan pelan dilengannya, ia sudah terjaga. Ia menatapku tanpa ekspresi. Aku tak mengatakan apa-apa, hanya memberikan isyarat padanya untuk mengikutiku.

Kami telah di luar kamar. Ia menatap sweater hoodienya yang kukenakan.

“Oh, mianhae” aku buru-buru melepas sweaternya.

Anniya, pakai saja”

“Di bawah.. ada Suzy”

What? What is she doing here?” aku hanya menggeleng, dengan cepat ia berjalan ke arah elevator. Aku mengikutinya dari belakang, menatap lurus ke arah punggungnya dengan langkah yang jauh lebih lambat darinya. Tak lama ia menoleh kebelakang, setelah menyadari jarak kita yang cukup jauh ia menungguku, kemudian menarik pergelangan tanganku.

Wae?” tanyaku sambil memandangi pergelangan tanganku yang dipegang.

Nothing, aku hanya ingin kau berjalan di sampingku” kami masuk ke dalam elevator, dalam waktu bersamaan kami bersandar ke dinding elevator, hyung masih memegangi pergelangan tanganku.

“Lepas” pintaku padanya, aku tak suka dia memegang pergelangan tanganku, seperti sedang menggiringku ke tempat eksekusi. Ia menurutiku dan segera melepas pegangannya. Kami keluar dari elevator, aku kembali berjalan di belakangnya, aku tak paham kenapa ia terlihat gugup. Ia memperlambat langkahnya dan kembali menoleh ke arahku, memberi isyarat agar aku kembali berjalan di sampingnya.

Dari kejauhan Suzy sudah menyadari kedatangan kami, ia segera berdiri dan berjalan menghampiri kami.

Unnie, kumohon! Kalau perlu kita lakukan operasinya di rumah sakit ini!” operasi? Siapa yang dioperasi? Hyung terlihat semakin gugup karena kalimat yang dilontarkan oleh Suzy.

“Tenanglah, aku akan segera kembali menemui dokter. By the way, kenapa kau kesini?”

“Tentu saja untuk mengejarmu, Unnie. Besok aku dan memberku ada jadwal disini, kau sudah tahukan? Aku hanya berangkat lebih awal dibanding member lain”

“Berarti kalian berdua tidak sekolah hari ini?” Amber hyung memandangi aku dan Suzy, aku tak perlu menjawab, ia sudah tahu jawabannya.

Unnie, setidaknya minumlah obat-obat ini, kumohon” ucap Suzy sambil menyodorkan satu buah plastik kecil penuh dengan obat.

Hwah, I will, I promise you, thank you, Suz. Mmm apakah kau mau ku antar ke hotelmu?”

“Tidak usah, aku pamit” ia memeluk Amber hyung, entahlah mengapa aku tak suka melihatnya. Dan Suzy hanya melambaikan tangannya kepadaku.

“Sampai jumpa hari senin, Jinri” aku mengangguk.

Aku dan hyung duduk di deretan kursi-kursi lobby ini, mengambil plastik penuh obat yang ia pegang. Ommo! Banyak sekali.

Hyung!” ia menoleh ke arahku.

“Kau sakit apa?”

“Mhhh, tak penting”

“Aku memang tak lebih pintar darimu, tapi jangan bohong kepadaku, kau sakit apa? Kenapa obatnya harus sebanyak ini, dan operasi? Siapa yang harus dioperasi?”

“Sebelumnya, jangan pernah bilang aku lebih pintar darimu, kurasa tidak. Mmm aku sakit saluran pernapasan, entah apa namanya. Bukan operasi, mmm mungkin hanya semacam pembersihan dengan..”

“Tidak bisakah kau lebih jujur?” aku memotong kata-katanya. Ia tak menjawab, hanya melemparkan senyum yang tak bisa kupahami.

“Terserah, kuharap kau bisa menjaga dirimu, hyung” kulanjutkan ucapanku, ia hanya mengangguk.

“Sul..”

“Hm?”

“Maafkan aku karena tak bisa menjadi kakak yang baik untukmu”

“Mmmhh, akan ku usahakan untuk memaafkanmu, hyung” aku segera berdiri dan berjalan menuju kamar Soojung.

KRYSTAL POV

Mhhh.. kubuka mataku perlahan, kemana Amber? Kubalikkan tubuhku perlahan, hm? Sullipun tak ada, kemana mereka berdua?

Unnie..” Aku memanggil dengan ragu kedua Unnieku yang terlihat masih tertidur dengan pulas. Aku ingin ke toilet namun sedikit kesulitan menggerakkan tangan dan bahu kananku yang terasa nyeri.

Aku duduk sebentar, aku melihat ke sekeliling, ponsel Amber ada disini berarti aku tak bisa menghubunginya. Amber.. semalam aku sempat mendengar ia meracau, entah mengapa ia mengatakan hal-hal yang membuatku berfikir yang tidak-tidak.

Ceklek

Amber terlihat membuka pintu dan menahan pintunya agar tak tertutup, tak lama Sulli terlihat memasuki kamar, mereka berdua masuk.

“Kenapa kau sudah bangun?” Sulli menghampiriku dengan cepat kemudian merapihkan dan menggulung rambutku.

“Kalian berdua dari mana?” Mereka berdua saling menatap, aku menunggu jawaban dari mereka.

“Mencari sesuatu yang dapat kita makan” jawab Amber.

“Kau sudah lapar sepagi, Llama?” aku menaikkan alisku, meragukan jawabannya.

“Tentu saja aku yang kelaparan, Soojung. Hyung hanya menemaniku” sela Sulli.

“Aku ingin ke toilet” dengan sigap mereka membantuku turun, kemudian Sulli berusaha memapahku.

“Aku masih bisa berjalan dengan baik, Sul” Aku tersenyum padanya. Aku masuk ke dalam kamar mandi, sepertinya aku ingin mandi, namun aku kesulitan untuk membuka pakaianku, ku buka pintu kamar mandi. Sulli terlihat masih berdiri di depan pintu kamar mandi, sedangkan Amber sedang merapihkan tempat tidurku.

“Sul, aku ingin mandi, bisakah kau membantu melepaskan pakaianku?”

“Apakah ada yang bisa kubantu, Krys?” Amber tiba-tiba menyelak pembicaranku dan Sulli.

“Biar kubantu” ucap Sulli, ia langsung masuk ke dalam kamar mandi bersamaku. Pakaianku sebenarnya mudah dilepas, tapi aku kesulitan membuka pengait braku. Dengan mudah Sulli melepas pakaianku.

“Ada lagi yang bisa kubantu?”

“Aku tak bisa melepas braku, Sul.” ia segera berjalan ke belakangku dan meraih pengait braku.

“Ya! Jangan semena-mena seperti itu!” protesku.

“Oh, mianhae” ia mengambil handuk yang sudah di sediakan di dalam kamar mandi ini, dan menutupkan handuk tersebut di tubuhku, kemudian ia membantuku membuka pengait braku.

“Adalagi yang bisa kubantu?” tanyanya.

“Sudah, terima kasih” ia membuka pintu kamar mandi, Amber terlihat berdiri tegak di depan pintu kamar mandi.

“Apa yang kau lakukan, hyung?” Ucap Sulli sambil menutup pintu kamar mandi.

“Hati-hati, jangan sampai lukamu terkena air, Krys” ucap Amber dari balik pintu.

Yes, off course

AMBER POV

Aku membalikkan tubuhku, menghampiri Sulli yang terduduk di tempat tidur Krystal, aku duduk di sampingnya.

Hyung..” aku mengangkat kepalaku dan menatapnya.

Hyung apakah kau pernah melepas bra Soojungie?”

“Ya! Kau anak kecil, bisakah kau berpikir dua kali saat ingin mengeluarkan kata-kata?”

“Jawablah! Aku hanya penasaran”

“Tentu saja belum pernah, little bun!”

“Tapi kenapa wajahmu memerah, hyung? Kau pernah berusaha melakukan itu? Aku benarkan?” aku menjitak kepalanya.

“Uuhhhmmaaa” dia merengek sambil mengelus-ngelus kepalanya. Aku jadi ingat kejadian saat di Irish Ferry, bodoh.

“Amber! Kenapa pagi-pagi kau sudah menangisi adikmu?” suara Victoria terdengar parau, aku membalikkan tubuhku dan tersenyum padanya. Gara-gara rengekan Sulli, semuanya terbangun, tak lama Luna mulai menggeliat dan membuka matanya.

“Kemana, Soojungie?” tanya Luna

“Mandi” jawabku.

“Bagaimana keadaan, Soojung?” tanya Vic.

“Sempurna, ia tak terlihat seperti orang sakit sama sekali, unnie” jawab Sulli.

“Kau sendiri, Unnie, apakah demam mu sudah reda?” Luna mengangkat kedua alisnya kemudian Sulli menolehkan kepalanya dengan cepat ke arahku, ia menghampiriku dan menempelkan telapak tangannya di atas keningku.

Good” ucap Sulli sambil mengacungkan jempolnya kehadapan Luna dan Vic.

“Seringan apapun sakit yang kalian rasakan, kuharap kalian segera memberitahuku” Pinta Vic.

Arraso, Umma” Jawab kami serentak.

Aigoo..” Vic membuka jendela kamar, udara sejuk pulau Jeju langsung menyerebak ke dalam kamar ini. Aku mengambil remote AC dan menekan tombol turn off.

“Ommo! Pantai?” semua langsung berdiri dan berjalan ke arah jendela, menikmati pagi yang indah ini.

Unnideul..”

Ne” semua menjawab serentak.

“Adakah yang bisa membantuku, mmm, memakai pakaian?” Aku menatap mata Sulli, mengisyaratkan agar ia tak melakukannya. Aku berjalan canggung ke arah Krystal, aku tak ingin Sulli melakukannya lagi.

Ani ani ani!” euk! Vic menarik kerah belakangku, mencegahku membatu Krys. Kudengar Sulli dan Luna menahan tawa mereka masing-masing.

“Biar ku bantu, honey” ucap Vic yang langsung masuk dan membantu Krystal, setidaknya bukan Sulli.

Tak lama mereka berdua berjalan keluar kamar mandi.

“Lihatlah” ucap Vic sambil menunjuk ke arah jendela.

“Hwoaaah.. Amber” ia menyebut namaku. Aku menghampirinya.

“Antar aku kesana”

My pleasure, princess

“Luna, bolehkah ku pinjam coat milikmu?” tanyaku.

“Ambilah, Unnie” ku ambil coat biru milik Luna, kemudian ku bantu Krys untuk menggunakannya. Sulli memberikan hoodieku yang sejak tadi ia kenakan.

“Kami keluar sebentar”

“Arra, berhati-hatilah” ucap Vic, Luna tersenyum ke arah kami sambil melambaikan tangannya sedangkan Sulli bersandar di sofa sambil memegang ponselnya.

Kubukakan pintu kamar untuk Krystal. Berjalan ke arah elevator kemudian mencari pintu keluar belakang rumah sakit, pukul enam tiga puluh, masih tak terlihat siapapun di pantai ini. Krystal tak berkata satu patah katapun, dan aku.. entah kenapa terlalu canggung untuk memulai pembicaraan diantara kami. Ia melepas sandal yang ia kenakan, berjalan ke ombak yang masih sangat tenang hingga air sedikit menyentuh kakinya. Cakrawala di depan pantai ini bukan tempat matahari terbit, tetapi tempat matahari tenggelam. Aku menjaga jarak dengannya, kulihat ia hanya menarik napas dalam-dalam beberapa kali.

“Jika kemarin aku mati, apakah kau sudah siap?”

“Huh?” kedua alisku menyatu.

“Jika bukan kemarin, namun bulan depan, apakah kau siap jika aku mati, Unnie?”

“Soojungie, waegurae?”

“Jawablah sesuka hatimu..”

“Mmhh.. Aku tak akan pernah siap, Soojung, kapanpun itu aku tak akan pernah siap” ia menolehkan wajahnya ke sebelah kanan, berusaha menangkap wajahku dari balik bahunya.

“Pernahkan kau takut terhadap orang yang sangat kau cintai, Unnie?” ia membalikkan tubuhnya, menatapku. Detak jantungku seketika meningkat, kakiku benar-benar terpaku dan kembali kehabisan udara sedangkan dalam waktu yang bersamaan aku ingin sekali menariknya masuk.

T.B.C

fajar ini
ku udarakan pelipismu dengan napasku
ku lemaskan jariku di kedua sisi pinggangmu
kusimpan daguku di bahumu
lalu
kucium matamu
kanan. kiri
lalu kutinggalkan kau dalam
.
Buta

 

(inspired by anya rompas)

Advertisements

65 responses »

  1. jinjja ini bener2………..
    pendek! *plak haha
    aku suka momen waktu amber sama suly lg berdamai 😀 sully bener2 kyk adenya amber haha XD
    author please update soon, susah bener nyari ff kryber, skali nemu yg keren kyk gini >.< keren thor 😀

  2. wah nuna….. ini hemat banget updetnya .. !!
    ini amber dan suji lagi di jejudo .. ada sulli sama dedek krys.. bakal drama atau saling bunuh *apaandah

    gemes sama sma critany..

    si u neks capter nuna ヽ(´▽`) ノ

  3. Wooowww. . .bnr2 dah. . .ntuu lagi asek2nya baca yg kryber berduaan. . .eh TBC muncuull. . .ckckckc. . .tbc tbc kau memutus ksenangan reader(me) aja deh. . . Hahahaha. . .

    Ttp smngt. . .lanjuuuut. . .

    Mksh

    • hahaha iya mianhae, taunih emng author yang satu ini mau nulis apapun pasti pendek. nulis jawaban ujian aja sepatah dua patah kata haha.. thank you for reading ya Midhe 😉

  4. cerita yg di fb tadi… mirip banget dengan cerita TAN chapter 7…. tentang nyuruh amber nikah.. tapi harus bayarrrr… wow…pengorbanan banget itu

  5. Anyeong …
    Wakh prah nie yg mainan panah2han mnding mnah ea mnah cinta ..
    Xeexeex ..
    Amber d sruh sgra oprsi mlah bndel ..
    Suzy kliatan ea suka bgt ma amber ea ..
    Lanjut

  6. abis kepo banget… dan bagus banget isinya.. oh iya.. temen2 nya juga w liat.. dan bener aja kata lo.. semua temen di fb lo..wanita yg belok semua..hehehe

  7. wah kurang panjang nih updatenya 😛
    aduh amber cepet sembuhlah kau kalo kaga lama-lama si krystal bisa di curi sulli nih.
    Btw gw mau nanya nih kalo mau download amazing f(x) full eng subs selain di ytb dimana ya??

  8. Akhirnya apdet juga eon..
    Udh Lama bgt eon aku nunggu ff ini..
    Jadi ketinggalan deh.. -,-
    Awww.. Ini berasa si Sulli tuh ade yg jatuh cinta ama pacar kakaknya.. #lah emg iya kan!? >,,<

  9. wah udh tlt 3 hr lg huh
    unnie mkn pnsaran aj ney
    kgak tw mw koment ap daebak bgt unn
    unn jgn lm2 ya update ny kasian kryber ny udh nunggu(?)
    pkk ny hrs cpt hehehe maksa
    UNNIE FIGHTING
    HWAITING
    CAYO
    SEMANGAT

  10. waaa akhirnya updet juga eonn, setelah sekian lama aku menunggu hahah
    kenapa soojungie tanyanya kaya gitu ya ke amber? Jangan2 dia mau bunuh diri? *ohtidak #plak
    apa amber nya yang mau mati? *ditimpuk krystal 😀

  11. WOW…

    Udah lama gw g surfing d internet, ternyata eh Ternyata TAN udah muncul
    tho,,

    wah nthor gw suka bgtttt,, ps bgian kryber sweet BGT,, . apalagi ps amber lbih milih nyusul krystal dri pd oprasi wow… N pas adegan jungli+ber itu,, mngundang pikiran yadong gw haha…:)
    #pltakdijitaksojung

    BUT gw serasa nmu udang di balik batu? pas amber terus ntup2in pnyakitnya, jangan-jangan (pliss JANGAN) amber bakal D matiin (eh trlalu,,) ralat,, jangan2 amber bakal di tndang jauh dari FF nie????
    #JANGAN:(

  12. udah lama aku ga mampir ke blog ini maaf ya kakak , ampe aku ketinggalan jauh dah ni cerita , jadi siapa yg sebenarnya ingin mencelakai kryber ? atau mungkin krys ? ssul udh tw keadaan amby yg sebenarnya semoga krys jngn tau kshn nnti dia . ssul dan amby terlibat seperti perang dingin u.u .

  13. waduh. gw ketinggalan ni. tapi kyber keren de. so sweet
    mnurut gw ini ff yg palng bagus yg pernah gw baca.
    ngena de pokoknya.
    keep kryber .

  14. haiiii thor, gue udah telat banyak nih dan yaampun gue hampir lupa sama jalan ceritanya haha mau baca yg sebelumnya, pass nya lupa-_-
    aduh amber kenapa mesti care abisss sih :3 haha kok bahas mati2 gitu sih mereka, berjanjilah thor gabakal ada cast yang bakalan mati. yayayaaa hehe semangat lanjutinnya 😀

  15. Gw bingung mo ngomen apaan..hahaha

    Jd amber blom d operasi, iihh tengil bgt tuh anak gk nurut apa kata dokter ya..biarin kek tuh jungli bersenang-senang dulu..hehe

    tp demen dah amber ma sulli akrab gt, walo pun ujung y kaya tom jerry lg..hahaha

  16. amber kok blum oprasi sih, tuh anak nakal bgt, sok kuat. Wkwk. Pdhal uda baik bgt suji ngerelain wkt ny 1 hri lbi cpt utk dtg ke jeju. Tbc ny ngalangin pas kryber momen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s