Yes Or No [1st Chapter]

Standard

jsj

Aku berjalan perlahan di atas jalan setapak yang masih lembab, akibat hujan yang mengguyur kota ini sepanjang sore tadi. Aku membawa sebatang bunga mawar putih di tanganku, terus berjalan hingga berhadapan dengan gerbang tua yang selalu kuanggap rumah keduaku. Grand Yard Cemetery, tempat di mana aku menemui ayahku yang telah terbaring abadi.

Aku melompat ke jalan berbatu yang disediakan pemakaman ini, tak banyak penerangan yang masih berfungsi dengan baik, sebagian besar yang kulihat hanyalah gelapnya malam. Aku berjalan melalui ratusan patung salib dan patung angels yang berdiri dengan anggunnya di lahan yang sangat luas ini. Aku berbelok pada persimpangan terakhir, tepat berhadapan dengan pagar belakang. Erick Jung, yang telah pergi tepat empat tahun yang lalu. Aku berlutut di hadapannya. Egh basah.

“Hai, Dad. How are you?” aku tersenyum simpul.

“I know you must be fine. Me too” kurogoh sakuku dan mengambil sapu tangan dari dalam sana dan menjadikkannya alas dudukku, kini aku bersila di hadapannya.

“Apa? Aku kurus? Kau bercanda, aku makan empat kali sehari, Dad. And about Mommy, aku menjaganya dengan sangat baik. Kau tak perlu khawatir”

“Jessie? Sempurna, ia bahkan mendapatkan predikat cum laude, dia akan segera kemari. Minggu depan ia akan mengunjungimu.” Aku menarik napas dalam kemudian menghembuskannya dengan cepat dan melanjutkan percakapan tunggal yang sudah kulakukan dari awal.

“Dad, aku bermasalah dengan teman sekamarku, kau ingat dia? Ya Hyuna. Tidak, aku tak mengatakan kalau ia teman yang buruk, hanya saja ia sering bermasalah dengan dirinya sendiri. Seperti yang kau tahu. Aku tak suka dengan polusi suara”

“Maaf jika hanya ini yang bisa kuberikan padamu, Dad. Besok adalah hari pertamaku pindah kamar, kuharap aku mendapatkan teman yang menyenangkan. Aku memiliki firasat yang baik mengenai teman baruku. Kali ini aku yakin, dialah yang terbaik untukku, begitupun sebaliknya.”

Kurapihkan rambut panjangku kemudian berdiri di hadapan salib yang berdiri kokoh di atas makam ayahku, aku berdoa, mendoakan Daddy, mendoakan Mommy, Jessie dan diriku sendiri. Aku bahkan tak suka gereja, aku lebih suka berdoa di tempat ini. Ku kaitan kancing atas coatku, menghindari angin yang menerobos masuk ke dalam pakaianku. Ku elus beberapakali patung salib milik makam ayahku, kemudian menundukkan tubuh di hadapannya. Aku melambaikan tanganku, mengucapkan selamat tinggal kepadanya. Akan kujumpai ayahku setidaknya setiap pergantian musim, dan setiap perayaan hari-hari yang penting bagiku .

Aku berjalan kembali ke arah parkiran yang hanya berisi satu buah mobil. Ternyata driverku tak mematikan mesin mobilnya, bahkan ia menyalakan lampu dalam mobilku. Ia waspada, menungguku dari dalam mobil. Setelah menyadari kehadiranku, dengan segera ia keluar dan membukakan pintu mobil untukku.

“Terima kasih, Jhon” aku mengambil tissue, mengelap wajahku yang cukup basah akibat gerimis halus yang kehadirannya tak terlalu kusadari.

“Kenapa harus malam hari, Krys?” ia bertanya sambil membetulkan posisi kaca spion tengah, memandangiku dari sana.

“Aku tak suka keramaian”

“Kurasa tempat ini tak pernah ramai sepanjang hari dan sepanjang musim”

“Terlalu bising, Jhon. Kau tahukan di sebelah sana terdapat stasiun kereta api, berisik dan ramai sekali, bahkan ketika aku sudah masuk di area pemakaman, suara-suara bising itu masih menggelitik telingaku. Aku tak suka” ia mengangguk-nganggukan kepalanya.

“Kau takut menemaniku ke tempat sepi seperti ini ya? Haha maafkan aku” aku baru menyadari bahwa supirku yang hanya berbeda delapan tahun denganku ini tak suka melalui jalan-jalan sepi. Ia trauma, pernah dirampok hingga hampir kehilangan nyawanya.

“Terimakasih, Krys kau masih sangat pengertian”

“Ya, aku mengerti, tapi aku tak cukup peduli”

“Itulah dirimu” aku tertawa geli mendengar ucapannya. Aku menarik napasku dalam-dalam. Menikmati malam berkabut di kota ini hingga Jhon mengantarkanku ke rumah. Cukup jauh, kami harus menempuh satu jam perjalanan bahkan disaat jalan sesepi ini. Aku tak sabar dengan esok hari, aku berjanji kali ini, akan menjadi teman yang baik untuk roommate ku yang baru.

Jhon membantuku memindahkan barang-barang ke kamar baruku, kamar nomor 308. Aku sedikit manja jika sedang bersamanya. Tubuhnya yang tegap membuatku mempercayakan hampir segala hal padanya. Ia bahkan mengecat salah satu sisi dinding kamar baruku, warna kesukaanku, biru aqua marine.

“Ada lagi yang bisa ku bantu?” setelah seharian bekerja ia masih terlihat sangat gagah. Jhon supir kesayanganku.

“Ku rasa sudah cukup, Jhon. Mmm ini” ucapku sampil memberikan dua lembar uang sepuluh dolar kepadanya.

“Thank you, Krys. Kuharap kali ini, kau tak bermasalah dengan mate mu” ia mengedipkan sebelah matanya kepadaku.

“Aku berharap hal yang sama, Jhon” ucapku sambil menyalakan air conditioner di kamarku ini.

“Dan sebaiknya kau mandi untuk menyambut teman barumu, kau terlihat menyeramkan”

“Apa? Aku menyeramkan? Keluarlah. Tapi baiklah, aku menurutimu, aku akan mandi” ia menundukkan tubuhnya di hadapanku, dia hanya memodel budayaku yang sering membungkuk untuk menghormati orang lain. Aku tak meresponnya dan dengan segera menutup pintu kamarku sambil menahan tawaku.

Bye, Krys”

Bye..” oh? Aku berjalan cepat ke arah ringtone ponselku yang berdering. Aku meraih tasku dan merogoh isinya, dimana sih aku menyimpannya? Kubuka resleting samping tasku, nah!

“Ah Hallo, Jess”

“Kenapa lama sekali mengangkat telepon dariku Krys?” suara bernada sok mengajak perang justru terdengar terlalu lembut di telingaku.

“Haha tak apa, aku baru saja mengantar Jhon keluar dari kamarku”

“Jhon? Keluar dari kamarmu?”

“Ia baru saja membantuku memindahkan barang-barang ke kamarku yang baru”

Good girl, kuharap kau tak perlu lagi bermain dengan, siapa? Hyuna itu. Ewh, hanya menyebut namanya saja aku merinding, Krys”

“No, Jess, dia teman yang cukup baik. Aku tak terlalu bermasalah dengan dirinya secara pribadi, aku hanya tak suka kebisingan yang sering ia buat..”

But she’s a lesbian, egh. Sudahlah aku tak mau banyak berbicara tentang hal itu, isi perutku rasanya naik ke tenggorokan”

“Haha baiklah. Apa kau jadi pulang minggu depan, Jess?”

“Itu yang ingin kubicarakan, baby. Aku ditawari pekerjaan event pada fashion week yang akan di selenggarakan bulan depan. Jadi aku mengundur kepulanganku, aku akan pulang sekitar satu setengah bulan lagi”

“Aku kecewa! But cool! Kau baru saja lulus dan langsung ditawari pekerjaan?”

“Hanya pekerjaan event, baby

But it’s Paris Fashion Week!”

“Doakan aku bisa memberikan yang terbaik ya”

“Tentu saja. Jangan pulang tanpa membawakanku clutch Channel ya, Jess”

“Haaaaah, baiklah Nona. Itu saja yang ingin kusampaikan, kuharap roommate mu yang baru bisa cocok denganmu”

“Hahaa, tentu saja, Jess”

“Oke, annyeong!”

Annyeong, chupchupchup 100 kali!”

“Chupchupchup satu juta kali”

“Hihii..” aku memutus sambungan telepon dari kakakku tercinta, sudah lama sekali aku tak bertemu dengannya, aku sangat merindukannya.

Kubuka koporku, mengambil handuk, peralatan mandi juga make up ku. Aku masuk ke dalam kamar mandi kemudian memandangi cermin. Aku membuka make up case ku dan mengambil lipstick di dalamnya.

Welcome, mate!

-Krystal-

Ku lepas pakaianku dan menyimpannya sembarangan. Kuhidupkan shower kamar mandiku, aaaah I feel good! Aku bernyanyi beberapa lagu sambil membersihkan tubuhku.

AUTHOR POV

Dengan ransel besar di tangan kirinya dan sebuah tas gitar di bahunya ia menyusuri lorong asrama yang khusus diperuntukan bagi mahasiswi di kampusnya. Di hadapan kamar 308 ia berhenti sejenak, berniat untuk membuka pintu kamar yang terkunci, namun diluar perkiraannya, kamar tersebut tidak terkunci sama sekali. Ia mengetuk pintunya perlahan kemudian masuk dengan langkah yang canggung.

Alisnya menyatu melihat keadaan kamar yang sedikit berantakan dan memutuskan untuk sedikit merapihkannya. Ia menutup kopor yang terbuka lebar dan menggesernya ke sisi ruangan, kemudian menyimpan ranselnya sendiri di salah satu meja belajar.

“Kamar yang bagus” ia mengangguk beberapa kali. Ia tak menyangka bahwa kamar asrama yang ia tempati cukup luas, terdapat dua buah kasur berukuran cukup besar, bahkan ia tak mengira bahwa kamar ini hanya akan diisi dua orang. Ia berjalan menuju beranda kamarnya, membuka pintu geser yang terbuat dari kaca dan menikmati pemandangan di luar, kampusnya yang baru.

KRYSTAL POV

Selesai! Aku keluar dari kamar mandiku, hm? Ada seseorang berdiri membelakangiku persis di tengah pintu beranda. Tak lama orang itu membalikkan tubuhnya dan tersenyum kepadaku. Kami saling menatap, beberapa detik. So handso..

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!” seekor kecoa menggerayangi kaki orang tersebut. Ia melompat ke arahku dan memelukku dengan sangat kuat.

“Oh God! Lepaskan!! Tolooong!!” BUK! Kutendang orang tersebut tepat di perutnya, dengan sangat keras. Kubetulkan handukku, aku tak mengenakan apapun selain handuk putih yang bahkan tak menutupi setengah dari pahaku.

“Egh, kenapa kau harus menendangku seperti ini?” dia pe-rem-pu-an? O-MY-GOD!

“Aku hanya membela diri, bagaimana aku tak histeris jika seorang, egh seorang sepertimu hampir saja menjatuhkan handukku!” aku berbicara dengan dengan kecepatan tinggi.

“Tidakkah kau berniat untuk minta maaf? Mmh, dan apa yang kau maksud dengan seseorang sepertiku? Apa yang kau lakukan di kamarku?”

Your room? Ya Tuhan aku baru saja kabur dari seorang femme (a feminine lesbian) just to meet another kind of lesbian, why?”

What? No no no I’m not a lesbian!”

Oooooh got it, you are not? Biar kulihat potongan rambutmu, biar kulihat pakaianmu, dan biar kulihat gesturemu. Yeaaaah.. sooo ‘feminine’. Bisakah kau menunjukkan bagian dirimu yang masih terlihat seperti perempuan??”

This!” O blessed virgin Mary! ia mengangkat kausnya hingga branya terekspos di depan wajahku. Aku melihat dadaku, sama, hanya saja ukuran dadaku lebih besar dibanding dadanya. Eght! Aku tak suka dia! aku kembali masuk ke dalam kamar mandi dan menggunakan seluruh pakaian dengan lengkap. Setelah selesai aku bergegas keluar kamar. Melalui lorong panjang untuk mendatangi petugas asrama.

“Mrs. Amie aku akan pindah kamar, kau tahu roommate baruku? She’s a lesbian! She even worse than Hyuna, she’s a tomboy, ah apa istilahnya? Butch! Aku tak bilang jika ia menjijikan tapi kau tahu sulit sekali untuk hidup dengan orang semacam itu!”

“Orang semacam apa nona?” oh my goooooosh! Ketua asrama. Banyak rumor yang mengatakan bahwa ia adalah seorang butch, dari penampilannya, tentu saja! Dia lebih menyeramkan dibanding laki-laki.

“Baik ia feminine maupun tomboy, tak ada masalah nona selama kau tak tertarik dengannya”

“Tapi, Ms. Kepala asrama aku punya hak untuk pindah kamar bukan?”

“Ya tentu saja, dan kau telah menggunakan hak mu itu. Tinggallah bersamanya hingga tengah semester, jika ia membuat masalah denganmu, silahkan kembali padaku” aku menggaruk kepalaku, ergh. Dengan langkah berat aku kembali ke dalam kamarku, bertemu dengan orang itu kembali. Kulihat ia sedang merapihkan tempat tidurnya.

“Tunggu dulu!” aku mencari sesuatu di dalam kardus peralatanku dan mengambil sebuah selotip besar berwarna merah.

“Mmmmh..” aku membuat garis pembatas untuk membagi kamar ini menjadi dua bagian, mulai dari pintu beranda hingga pintu masuk. Mm? bagaimana aku bisa masuk ke kamar mandi? Aku sedikit membelokkan selotip ini agar aku bisa masuk ke dalam kamar mandi.

You, listen to me! Ini daerahku, dan itu daerahmu. Jangan lalui garis ini karena kita memiliki daerah teritorial masing-masing. Dan jangan berisik, karena ikanku tak suka dengan polusi suara” ia mengangguk sambil menaikkan alisnya.

“Apakah aku boleh bernyanyi?”

“Jika kau merasa suaramu bagus, silahkan saja”

“Okay, ow-ow-wo-ow-ow” ia bersenandung sambil sedikit menggerak-gerakan tubuhnya.

“Lebih baik kau diam dari pada bernyanyi seperti itu”

“Mmmh apakah aku boleh memasak?” ia menanyakan hal lain kepadaku, aha!

“Hal itu dilarang disini, jika kau memasak kau akan diusir keluar dari asrama ini. So, just do it!” aku tersenyum licik.

Alright. Ah, satu lagi. Bagaimana aku bisa masuk ke dalam kamar mandi. Kamar mandinya ada di dalam teritorialmu”

“Memanjatlah di atas garis pembatas ini dan melompat kesana, sir

Fine..” ia mengangguk-nganggukan kepalanya. Dan mulai berjalan menjijit di atas garis yang kubuat. Lalu melompat masuk ke dalam kamar mandi.

Aku melemparkan barang-barangnya dan mengambil barang-barangku ke daram teritorialku. Ya Tuhan, kenapa kau tidak mengabulkan doa-doaku? It even worse than before! Aku kembali merapihkan barang-barangku, oh my God, my fish. Aku segera meraih kantung air berisi ikan yang baru saja kubeli sebelum aku kesini, kenapa orang itu lama sekali di dalam kamar mandi? Aku mengambil akurium kecil milikku dan berjalan ke depan kamar mandi dan mengetuk pintu kamar mandi dengan sangat keras.

“Bisakah kau lebih cepat?!” anak itu tak menjawab sama sekali, aku mengetuk pintu kamar mandi lagi dengan lebih brutal.

“Cepatlah, ikanku hampir mati!” ia membuka pintu kamar mandinya, aku menyipitkan mataku, memperhatikan langkahnya, ia harus melompat untuk melalui garis teriorial yang kubuat. Ia menatapku sebentar dan segera melompat.

DUK!

“Awhhhhh” ia terpeleset dan kepalanya membentur lemari yang berada tepat di depan pintu kamar mandi, hhhh.. stupid!

Kuisi akuriumku dengan air dan segera menaruhnya di atas meja belajarku. Aigoo ikan baruku, kau mau kuberi nama apa? Kubuka plastik berisi ikan baruku dan segera melepaskannya ke dalam akuarium. Naaah, isn’t it much better, fish? Akan ku beri kau nama yang bagus, baik biar kupikirkan dulu di atas tempat tidur. Haaaaah.. ku baringkan tubuhku di atas tempat tidur, eght lelah sekali. Baik kita mulai berpikir, doremi, miao? No no no that’s too cute, my fish is cool, I have to start thinking about something cool euum.. Epic? Summer? No!

Tanpa ku sadari orang itu sedang memainkan gitarnya, lagu apa yang dia mainkan? Berisik sekali, tidakkah dia ingat peraturan yang kubuat? Aku menyuruhnya untuk tak membuat kebisingan. Aku bangun dari tidurku untuk mematikan seluruh lampu di kamar ini.

“Apa kau harus tidur dengan keadaan gelap seperti ini?” kenapa masih saja ia berbicara padaku?

“Kau fikir? Kita tidur dengan mata terpejam dan tak perlu ada hal yang kita lihat bukan? Untuk apa menyalakan lampu? Membaca buku dalam keadaan tidur?” ia tak menjawab kata-kataku, itu lebih baik. Aku mengambil night body lotion milikku dan mulai mengoleskannya keseluruh tubuhku. Dari sudut mata kulihat anak itu menyalakan lampu meja miliknya, melepas tutupnya dan memasukkan lampu tidur tersebut ke dalam selimut, I see.. penakut, huh?

Aku turun dari kasurku, berlutut di lantai dan menyanggahkan sikutku di atas tempat tidur kemudian mulai berdoa. Ya Tuhan sebesar itukah dosa-dosaku hingga harus berulang kali mendapatkan teman asrama yang ishh.. kurasa aku tak berdoa, aku hanya mengeluh. Aku naik kembali ke atas kasurku, menarik selimutku dan memejamkan mataku.. kuharap esok pagi, ia sudah tak ada disini lagi. Amen.

AUTHOR POV

Ia mulai terbangun, mengangkat selimutnya dan menyimpan kembali lampu tidur yang semalaman menyala di dalam selimutnya.

“Mmmm, tuan tanah itu sedang tidak di rumah rupanya” ia dapat bernapas lega sementara waktu, kemudian bergegas merapihkan tempat tidurnya.

“Mmmm, perfect! Wait..” ia tak bisa tahan dengan tempat yang tak rapih, ia putuskan untuk merapihkan kasur milik Krystal, mulai dari merapihkan seperai hingga melipat selimut dan merapihkan posisi bantal milik Krystal.

Everything’s good” ia mengambil handuknya dan masuk ke dalam kamar mandi, memandangi tulisan yang Krystal buat di hadapan cermin. Bertanya-tanya, orang macam apa teman sekamarnya ini?

Setelah semuanya siap ia keluar dari kamarnya, memastikan kamarnya telah terkunci dan berjalan melalui lorong asrama, di ujung lorong ia menyapa seseorang.

Good morning Mrs. Amie

Oh good morning, handsome” ia tersenyum simpul pada penjaga asrama.

What a beautiful morning” ia tersenyum sambil memandangi keadaan sekitar. Namun tak lama senyumnya memudar, ia menyadari beberapa orang memandanginya dengan tatapan yang aneh.

What’s wrong with me? Ugh” ia memperhatikan seragamnya, tak ada masalah, semua terlihat bersih dan rapih, iapun bercermin melalui layar poselnya dan tak menemui ada yang salah dengan wajahnya. Sekitar sepuluh menit dari asrama, ia mencapai ruang kelasnya dan duduk tak jauh dari pintu masuk kelas tersebut. Ia tersenyum pada setiap orang yang masuk ke dalam kelas, but unfortunately ia mendapati banyak reaksi yang tak terduga.

“Mmmmh excuse me..” ia mengajak bicara orang yang duduk tepat di belakangnya. Namun orang yang ia ajak bicarapun menunjukan ekspresi yang tak bisa ia mengerti, seperti orang yang terkejut.

Is there anything wrong with me? Ehm I’m sorry for asking you such a weird question, but I think everyone is staring at me, weirdly” ia melanjutkan kata-katanya.

“Eh? Ehm… No, everything seems okay

Are you sure?” ia memberikan tatapan puppy eyes kepada orang yang ia ajak bicara, meminta kepadanya agar berkata sesejujur mungkin.

O-Off course, I am

By the way, my name is Amber, new student here” ia mengulurkan tangannya kepada orang tersebut.

“Oh.. I’m Bella”

Nice to know you, Bella” wanita yang bernama Bella tersebut hanya mengangguk dan tak mengucapkan banyak kata kepadanya.

“Ehm, maybe because of this uniform, this skirt and I’m a bit tomboy, the uniform doesn’t fit me well” dan ia tetap berfikir seperti itu, sepanjang kelas berlangsung.

 

To be continued

Hi! I’m back

Aduh lagi males ngejelasin apa-apanih, hahaha. Next chapter ya dear readers gue jelasin perihal ff gue kali ini. Annyeong! Emuach..

Sincerely yours

Sofi

Advertisements

52 responses »

  1. akhh yes or no versi kryber ~ kakak aku sukaa ni film , keren bangeet dah~ akh thanka udah bikin ff nya versi kryber ~ nice chapter kak 😉 pst sulli muncul g di chapter ini?

  2. owh jadi nii ff barunya author yaa….
    Klo mnrt aq sih menarik yaa,dgn sifat ktystal yg dingin dan agk menyebalkan di tambah amber yg kyk gitu…hehehe
    Masa iaa amber yg macho kyk gto takut kecoa n ughh pasti keren deh gaya kepeleset’a amber??
    Lagian krys ada2 aja pke acara di ksh pmbts gitu kamar’a…hahaha
    Oke di tunggu lanjutanya aja SEMANGAT!!!!

  3. wah update juga kak…. keren bgt kak ff nya.. ada sedikit penambahan karakter dan cerita ya kak.. dan itu bikin ceritanya makin seruu… pengen tau reaksinya jessica.. pas tau adenya lepas dari femm.. malah jatuh ke buch.. tp ini buch keren… haha.. amber sarange.. lanjut kak..

  4. Wah,, dikau sudah kembali thor!! Ff baru thar!!! Horee
    #prokprok2

    Si neneng jungie ne sensitif amet ya,,,
    Hahaha,,, amber jdi kaya org culun klo diperlakuin kya gitu
    Ama si jungie
    pasrah diperlakuin kasar ama tuan tanah haha…

    apdet kilat thor!!!
    #ganbatte

  5. Howow.
    Aihaihaihaihaih…..!
    Hahaha kocak nieh. Pas nonton juga aku bayangin nya kryber. Coz. Mereka kek mirip.
    Haha. Baca nya seru banget aku thor.
    Di tunggu ya. Post selanjutnya. Hiahiahia

  6. wah :O YON. lol ini yes or no kayanya bakalan lebih rame di banding yang aslinya nih 😀
    jadi inget punya cd yon2 tapi belum gue tonton tuh sampe skarang haha parahlah
    update soon unnie =)

  7. Haha.. Koq aku agak merasa aneh ya dgn karakternya Amber disini.. XD
    abis di film-nya kan si Kim itu ekspresinya koplak bgt.. Kalo Amber itu menurutku lbh cool.. *komen apa ini*
    kalo bisa dicover ampe yg ke2 ya eon.. XD

  8. menarik untuk chapter pertama…
    jd ini adalah film versi nya kryber ya ?
    aduhhh…amber yg gayanya cool masa takut kecoa 🙂
    karakter krystal menyebalkan juga..

  9. miaaaaaaan! aku baru komen sekarang. Lagi susah buka wp nih hehe
    keren thor! Salut buat author2 yg ngangkat ff dari film. Karena hal tersulit dari ngelakuin itu tuh ngeluarin karakter orang yg ada di film biar masuk ke karakter orang yg ada di ff kita. Setuju?
    dan disini, krystal itu krystal banget! dia bisa keluar sih dari sosoknya pie yang menurut aku karakternya lumayan kuat, suka deh hehe cuma ambernya masih belom berasa feel ‘amber’ gitu thor. Tapi tetep keren kok 😀 keep writing thor!

      • ga salah sih ya enakan kamu aja maunya gimana, tapi kan km pake orang yg berbeda jadi biar feelnya dapet harus bisa masukin karakter kryber kedalam kimpie kan, menurut aku sih tapi kalo km emang mau buat karakternya sama ya gpp bagus2 aja kok menurut aku tulisan kamunya 😀

      • Hahaa iyasih step, tapi amber juga emang mirip kim, perilakunya bodoh, update instanya aja bodoh2 smua gitu haha. Tapi ttp kok sisi geniusnya yg gk dia umbar2 bkal ttp keliatan di ff ini, cmiw.

      • haha iya emang, aku baru kelar dong nonton amazing f(x) dan pas liat ungkapan terimakasih krys ke amber itu……. speechless bgt haha I love you stupid kekeke

  10. gue telat lagi nih sama cerita barunya..
    sorry ya thor akhr2 ni gue sibuk ma tugas kuliahan gue dan uts.. aigoo kok gue jd curhat nih..
    karakter pie mirip krystal.. amber pasrah banget ma tuan tanah nya, tp lucu bayangin amber yg hensem gtu takut ma kecoa..kekeke.. mbak jesjung cerewet banget sih.

  11. Keren critanya versi kryber^ yg ini kkk krystal jd orang dingin amat awas ntar mlah jtuh cinta lg ma amber #oops”
    Lnjut bca epepnya ya thor!! Daebak buat ffnya 😀

  12. tnyata teaser 2 yg bnyk dipilihnya,ga pa2 w suka kok…gaya bahasanya ringan, karakter tokohnya kuat, n penggambaranya jelas bikin w b’main dg “theatre of mind” w.

  13. Krystal sensi amat ya…hehe
    Oh iya thor salam knal 🙂 sbenernya aq bkn reader baru sih soalnya aq prnah komen d TAN yg final chap dan sbelumnya jd siders ma’f ya thor aq bru knalin diri skarang 🙂
    Tadinya sih aq gk niat bwat bca yg TAN soalnya aq suka sma couple yulsic bkn kryber tpi aq coba aj iseng2 baca dan trnyata seru 😀 ya udh aq terusin baca walopun comentnya cman d chap ahir..ma’f ya thor 🙂 🙂

  14. abis googling ff kryber nemu ff ini- kenalkan. Aku kryzel aka Gaby, 99liner:) well, aku suka ff ini, dan baru nemu T///T bagus banget ffnya bc i love kryber HAHAHAHAHAHA capcuz ke chapt berikutnya dulu ya. Keep writing!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s