Yes Or No [4th Chapter]

Standard

jsj

Amber POV

“Krys, please take a seat” ucap pria tersebut sambil memberikan tempat duduknya untuk Krystal.


No, Jake it’s okay” aku melirik ke arah tangan kanan Krystal, tangannya meremas ujung bajuku.

Just take the seat, Krys” ucapku padanya.

Okay” Krystal mengangguk dan berjalan menuju kursi yang diberikan oleh pria tersebut, but w-wait. Krystal memegang telapak tanganku dan menarikku agar mengikutinya. Ia duduk dan aku berdiri di sampingnya, ah-ehm. Kurasa penumpangnya terlalu penuh hingga keningku sedikit berkeringat.

“Kau kuliah disana, Krys?” tanya pria berambut cokelat terang itu.

Yes, kau sendiri?” Krystal masih menggenggam tanganku.

“Aku kuliah di Riverside City College

“Oh berarti kau turun di halte terakhir ya?” tersirat tatapan cemas di wajah Krystal, ia menggenggam tanganku semakin erat.

Pria ini memperhatikanku dari atas hingga bawah, kini ia menatap tanganku dan Krystal yang saling berpegangan.

“Teman kuliahmu, Krys?” tanya pria itu.

Yeah, she’s my roommate, Jake this is Amber, and Amber this is Jake my high school friend

Nice to meet you” ucapku.

Nice to meet you too” ucap Jake tanpa melepaskan pandangannya pada Krystal.

“Kalian tak ada kuliah?”

Nope” Krystal menggelengkan kepalanya.

“Jake aku akan turun di hatle berikutnya, sampai bertemu” Hm? Cepat sekali kita turun. Krystal bangkit dari duduknya.

“Krys wait, aku tak memiliki nomor ponselmu. Bolehkah aku tahu nomor ponselmu yang baru?”

“Oh sure” ucap Krystal sambil meberikan nomor ponselnya kepada pria tersebut. Aku bahkan belum memiliki nomor ponsel Krystal.

Hurry up, Am” bisik Krystal. What’s wrong? Kamipun turun di halte bis.

“Fyuuuuh” Krystal mengendurkan telapak tangannya yang menggenggam telapak tanganku namun aku justru refleks menahannya. Damn! Apa yang baru saja kulakukan? Setelah menyadari kesalahanku aku langsung melepas tangannya dari genggagamanku.

What’s wrong, Krys?”

He’s.. my ex boyfriend

Your ex boyfriend? Bukankah kau bilang kau belum pernah mencintai seseorang?”

“Tak ada kewajiban untuk mencintai seorang bukan? Meski orang itu adalah kekasihmu.” Krystal berdiri dan berjalan lambat, aku mengikutinya.

“Jadi kau hanya bermain-main dengannya?”

“Aku hanya penasaran bagaimana rasanya punya seorang kekasih, Am. Kuterima saja dia ketika ia memintaku untuk menjadi kekasihnya. Lagi pula waktu itu aku butuh seseorang untuk prom night.

“Ehm berarti baru setahun lalu? Kapan kau memutuskan hubungan dengannya?”

“Sekitar tiga atau empat bulan setelah prom night” aku mengangguk.

“Nomor ponsel yang tadi ku berikan bukan nomorku yang sebenarnya. Kau tahu aku sampai mengganti nomor ponselku hanya karena si Jake itu. Dia terlalu mengangguku”

“Apa dia masih menyukaimu?”

I don’t know and I don’t care

Okay, anyway Krys, kenapa kita berhenti disini? Apa toko peralatan labnya ada disini?”

“Masih empat halte lagi, aku hanya menghindarinya” Krystal mempercepat langkahnya, kami berjalan di atas trotoar avenue. Udara pagi ini sangat memanjakan pernapasanku karena jalan yang kami lalui penuh dengan pepohonan rindang. Krystal berjalan di depanku, rambut hitam panjangnya bergerak mengikuti langkahnya dan hembusan angin. Ia menggunakan mini dress polos berwarna biru, aku suka caranya berjalan.

“Hey, bagaimana jika kita kesini” …

“Hey, Amber!”

“Euh. Yes?”

This is still 8.00 am and you’ve already day dreaming? Aku mengajakmu untuk masuk ke toko buku itu, Am”

“Hehe, sorry. Why not” kulihat toko buku berlantai dua di hadapanku. Seluruh dindingnya terbuat dari kaca, namun karena sepanjang jalan ini dipenuhi dengan pepohonan tinggi, toko tersebut tidak terlihat silau sama sekali. Kami masuk ke dalam toko tersebut. Ehm, the store is smelling good.

“Apa ada buku yang ingin kau beli? Aku bisa menunjukkan tempatnya” ucapnya sambil terus berjalan ke arah rak novel.

Yea, but it’s okay, you first” aku duduk disalah satu sofa tanpa sandaran yang berada di antara jajaran-jajaran rak.

“Kita tak perlu bergiliran untuk mencari buku, stupid

“Hahaha I know, aku juga sedang mencari buku disini”

“Menghadap diriku?”

Kubalik badanku dan memunggunginya, mulai melihat-lihat judul-judul novel yang berjajar pada rak di hadapanku. Okay I can’t see anything. Aku mulai berdiri mencari novel karya John Grisham. Tuk, tuk. Hahaa apa yang ia lakukan? Aku menghampiri Krystal, membantunya mengambilkan buku pada jajaran rak paling atas.

Thanks” ucapnya.

“Persey Jackson?” tanyaku.

“Yeah”

“Kau suka novel fiksi?” ia mengangguk semangat. Ia berjalan mundur dan duduk di atas sofa. Merogoh tas birunya, meraih kaca matanya dan menggunakannya. And now she looks so adorable.

“Kau suka novel fiksi, Am?”

Not really

So what do you read?

I read most of Marry Higgins Clark and Agatha Christie”

Really? I read some of them too. Lalu mengapa kau tidak mencarinya disini?”

“Aku sudah memiliki semua novel mereka Krys, ada beberapa yang tak kubeli tapi memang karena aku tak menyukai sinopsisnya”

“Lalu apa kau tak ingin membeli sesuatu?” aku melangkah ke rak di hadapanku dan menarik satu buah novel karya Jhon Grisham.

That’s all?”

“Yep” aku mengangguk dan kembali duduk di atas sofa sedangkan Krystal kembali sibuk mencari novel-novel lain. Ia menggulung rambutnya, how it can be? Menggulung rambut tanpa menggunakan hair clip atau ikat rambut sama sekali.

Oh jeez.. dia hanya perlu berdiri tanpa marah-marah dan itu sudah membuatnya terlihat seperti eum, malaikat?

“Uhuk uhuk”

You fine, Krys?” ia tak menjawab dan terus terbatuk, aku berlari mencari pegawai toko buku ini.

Excuse me. apa toko ini menjual minuman?”

“Yes, disebelah sana” aku berlari, membeli satu botol air mineral dan kembali ke tempat Krystal berada. Kubuka tutup botolnya dan langsung memberikannya pada Krystal.

Glup Glup Glup

“Hhhhhhh.. Thank’s Am. Kurasa buku-bukunya sedikit berdebu”

“Kau alergi debu?”

“Entahlah, tak selalu tapi sepertinya iya” ponsel Krystal berdering. Ia segera memberikan botol air mineral tersebut padaku.

Yes, dear? Aku sedang di toko buku. Apa? Bella sudah membeli peralatan lab untuk kelompok kita? Aku baru saja akan membelinya. Aaah so what should I do now? Yes, I’m with her. Oh Shut up, Dan! Nanti siang aku dan Amber berencana makan siang di Koi Tepanyaki, susul kami okay? I’ll see you soon” Krystal memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas.

“Daniel?” tanyaku.

“Iya, dia bosan di dormnya dan sedang menjemput Hyuna, mereka akan menyusul kita. It must be fun!” it must be fun? Yeah it must be. Krystal meraih kembali botol air mineral di tanganku dan kembali meneguknya. Setelah menghambiskannya cukup banyak ia mengembalikannya lagi padaku. Well tenggorokanku juga sedikit kering, aku meminum habis sisanya. Eumh? Aku mengecap bibirku beberapa kali.

Aku memandangi botol air mineral yang kuminum, memang bukan merk yang biasa kukonsumsi namun mengapa rasanya sedikit manis?

What’s wrong?” tanyanya

Nothing, hanya saja air minumnya terasa sedikit manis. Mungkin hanya perasaanku”

“Oh, mungkin karena cherry lipglossku menempel di sana”

DEG.

DEG DEG

God, ada apa dengan jantungku? Kurasa aku harus memeriksakannya ke dokter.

Amber you fine?”

“Y-yeah sure” Kukipas wajahku dengan novel tebal yang kupegang, what’s wrong with me?

 

KRYSTAL POV

What’s wrong with this kid? Dia terlihat gugup. Aku melambatkan langkahku agar ia berjalan di sampingku.

“Kau yakin tak ada yang ingin kau beli lagi?” ia mengangguk. Aku meraih novelnya dan kami berjalan ke arah kasir.

“Selamat pagi” ucap penjaga kasirnya, kurespon dengan senyuman. Kuberikan kartu ATMku, menekan pin dan menadandatangani struknya. Amber membawakan plastik berisini tiga buku tersebut.

“Karena aku telah membayar bukumu, kau harus mentraktirku sepuasnya”

“Apa harga makanan disana lebih mahal dibandingkan dengan novelku?”

“Khekhe, tentu saja” ucapku sambil berjalan ke arah pintu keluar.

“Penjilat”

“Hahahaha” kami keluar dari toko buku ini dan kembali menapaki trotoar jalan. Cukup ramai namun kami masih bisa berjalan dengan leluasa. Hwah! I see something interesting.

“Amber, look!” aku meraih lengannya sambil menunjuk ke arah penjual lollipop.

Do you like that?” aku mengangguk semangat sambil terus menarik lengannya.

“Belikan aku satu” ucapku di hadapan puluhan lollipop yang berjajar indah. Aku tahu Amber sedikit bingung karena aku memintanya membelikan lollipop tersebut, sebetulnya sangat mudah bagiku untuk membelinya dengan uangku sendiri namun.. sudahlah.

Amber memilihkanku satu buah lollipop spiral berukuran besar seharga tiga dolar dan memberikannya kepadaku. Aku meraihnya, hhh.. Blue lollipop.

“Krystal, you okay?”

“Euh? Y-yeah. Pilihan yang bagus, anak domba.”

“Karena kupilihkan warna biru?” aku mengangguk, sambil kembali berjalan dengan memegang lollipop yang dibelikan Amber.

“Kenapa tidak dimakan?” tanya Amber sambil melirik lollipop yang sesekali kupandangi.

“Nanti saja”

“Mau kubantu untuk membawanya, tuan tanah?”

No! you can’t touch it

“Hahahaa, fine..” aku berdiri di sisi jalan, menghentikan sebuah taxi dan masuk ke dalamnya bersama dengan Amber.

Four Season Down Town, please” ucapku kepada supir taxinya.

“Oh, Daniel call me” ucap Amber, ia mengaktifkan mode loud speaker.

“Hey boy, kau sudah sampai?” ucap Daniela.

“Hi Dan, aku masih di dalam taxi. Kau sudah sampai?” jawab Amber.

“Aku dan Hyuna baru saja turun dari taxi, Am. Sekarang kami sedang berjalan menuju restoran. Apa gadisku menyenangkan Am?”

“Gadismu?” tanya Amber dengan ragu.

Yea, my Krystal. Kurasa kau mulai menyukainya, Am. Matamu selalu terlihat berbinar-binar..” Amber menonaktifkan mode load speaker ponselnya dan langsung menempelkan ponselnya ke telinga kirinya. Daniela memang keterlaluan, ia juga menanyakan hal yang tidak-tidak ketika dia menghubungiku tadi di toko buku.

“Eugh.. K-krys”

“Tak usah menjelaskan apapun, Am. Daniela memang tak pernah berpikir dua kali ketika berbicara.” Really Dan, you, little rascal!

Kami telah sampai di down town, puluhan restaurant, café dan kios-kios kecil berjajar di tempat ini. Kami memasuki restoran tempat kami bertemu. Meski tempat makan ini memiliki nama Tepanyaki namun tidak hanya tepanyaki yang mereka miliki.

“Aaaah dua sejoli favoritku sudah datang” ucap Daniela dengan matanya yang terang benderang. Hyuna mencubit lengannya.

“Ah Hyuna maafkan aku, aku lupa kalau kau menyukai Amber”

“Daaaaan! Rasanya ingin kurebus bibirmu!” ucap Hyuna sambil terus memukul-mukul lengan Daniela, hahahaa.

Kami memanggil waitress nya dan segera memesan makanan, setelah menunggu sekitar lima belas menit makanan sampai di atas meja kami.

“Hwaaa.. selamat makaaan” ucap kami bersama. Euh panas sekali.

“Aaaaaa..” Amber menyodorkan slice beef kepadaku.

“Kau meniupnya dan ingin menyuapiku dengan itu?” Amber mengangguk sambil terus mengarahkan sumpitnya kemulutku.

“Tidak mau, sama saja aku memakan karbon dioksida yang kau hasilkan”

“Amber, aaaaa” Hyuna meraih tangan Amber dan membuka mulutnya, kemudian mengarahkan slice beef tersebut ke dalam mulutnya.

“Huaaaaaaaaaaaah, errrr panas!” kenapa makanan ini benar-benar panas. Amber tak menyerah ia mengipasi slice beef ku dengan brosur menu yang ada di atas meja dan kembali berniat menyuapiku. Ia menatap mataku, kali ini kubuka mulutku dan mengunyah slice beef hasil kipasan Amber. Nyam nyam, Yummie!

“Aku juga mau, Amber” ucap Hyuna.

“Amber, suapi aku juga” ucap Daniela. Amber segera mengambil slice beef yang masih sangat panas dan menyodorkannya ke mulut Daniela tanpa meniup atau mengipasinya terlebih dahulu.

“Jesus! Kau menyebalkan sekali, Am!” ucap Daniela sambil memukul-mukul lengan Amber.

“Hahahahhaaaa”

Pukul empat sore, dan kami telah sampai kembali di asrama.

Bye bye, Daaaan. Sampai jumpa hari senin!” ucapku.

Hey you kidding me, kau sudah punya janji untuk jogging bersamaku, kau lupa ikan kecil?” protes Daniela kepadaku.

“Hahaa, chill, boy! Baiklah jam enam pagi?”

“Yeaaah”

“Bolehkan aku ikut?” ucap Amber lengkap dengan puppy eyes nya.

“Tentu.. Okay sampai jumpa besok pagi!” Aku, Amber dan Hyuna berjalan menaiki tangga dan berjalan melalui lorong asrama.

“Hari yang menyenangkan” ucap Hyuna sambil terus menatap Amber.

Yes off course” jawab Amber.

“Baiklah, selamat beristirahat, Hyuna.. emuach!” ucapku sambil membuka pintu kamarku. Amber mengikutiku di belakang.

“Astaga aku lupa kalau sedang menjemur kasur” aku berlari ke arah balcon.

“Amber, bantu aku mengangkat kasurku” kulihat Amber malah berdiri tepat di tengah garis batas territorial dan menatapku dari sana.

“Krys..”

“Hmmm?”

“Kau masih tidak menyukaiku?” egh.. aku menghampirinya dan berdiri di hadapannya.

“Anak domba,,”

“Yes..”

“Aku butuh pendapatmu”

“What’s that about?”

“Jika kupindahkan tempat tidurku ke sebelah tempat tidurmu, is it a Yes or is it a No?” ucapku. And now I see someone sooo excited.

“A-Yes” Hahahaa..

 

To be continued

Huahahaha kuntet banget ya update gue ini. Gakpapa! Lo harus bilang gakpapa! Hahahaha.. #maksaBangetSihSof

Sebelumnya gue mau cerita. GUA MAU CERITAAAAA, HUAHAHAHA..

Dua hari lalu gue mau lanjutin nulis 4th chapter ini, seperti biasa gue pencet start dan ketik TAN di tab search (semua folder yang berhubungan dengan FF gue, gue namain TAN dan awalnya folder TAN ini ada di desktop) karena ama adik gue dipindahin ke my doc mana tau jadi susah nyarinya, biar gampang ketemu gue ketik di search aja.

Loh kok TAN gak ada? Biasanya TAN langsung muncul paling atas. Okeh okeh tenang, gue search ‘Yesterday’ which is salah satu FF gue yang paling sering gue buka, kok yang muncul malah jurnal-jurnal penelitian gue yang seabrek itu. Okeh gue ganti search dengan Thematic Apperception Night, lah kok not found? Langsung.

“ABAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAANG!” abang adalah adik laki-laki gue yang sekarang duduk di kelas 1 SMK di salah satu Islamic School di Karawaci, Tangerang (gapenting banget haha).

“Iya kaaa?”

“Folder TAN kaka manaaa?”

“Abang taro my doc kok”

“GADA” dicarilah manual, pake segala macem keyword tapi gak ketemu. Bedah filelah satu-satu, disana gue mikir, untung gue gak pernah nyimpen yang aneh-aneh di notebook gue. Untuk gue nolak si P*** yang mau kasih gue hentai lesbi 4 GB. Untuk gue nolak si C*** yang mau ngasih gue berapa puluh GB koleksi bokep dia, untung banget. Coba gue mau-mau aja, hancurlah masa depan gue dan keluarga gue karena gue ketauan nyimpen bokep seabrek-abrek.

Setelah setengah jam cari manual gak ketemulah, adek gue ngeluh.

“Kak kenapa sih kalau minta tolong sama abang yang susah-susah melulu?”

“Kalau gampang ngapain minta tolong sama kamu bang?” (padahal gue jalan ke kamar nyokap aja sering di gendong di punggung dia, huahahaha)

“Kamusih pake dipindah-pindahin, coba kalau di desktop pasti gak ilang!” gue tipikal agak susah marah kalau kena ‘musibah’, malah tenang cenderung mati rasa. Malah gue panic, marah, dsb karena hal-hal kecil.

Akhirnya gue wasap temen gue, dia baru aja kehilangan file dan ngegugel cara balikin file yang hilang, dia hilangnya di FD. Akhirnya adik gue search, oh ternyata disuru donlot aplikasi. Karena modem abis akhirnya donlot via tab dan di transfer ke notebook (saking udah blengnya lupa kalau itu tab bisa dijadiin hotspot -_-).

Yaudah donlotlah, udah slese akhirnya doi run itu program. Alamakjaaaang! Baru lima menit file yang difound udah 5000an, 15 menit udah 50.000an! anjir merinding gue. Karena lama gue main-main deh sama adik gue, dia ngesketch gambar pake aplikasi di tab, goblog banget gambarnya. Ngakak-ngakaklah sampe pinter. Sampe akhirnya gue gakuat, ngantuk dan gue tidur. Adik gue masih ngegalau nungguin time remaining yang masih 40menitan lagi, dan gue sadar dia pindah ke kamarnya. Pas udah mau kelar gue kebangun, nyamperin kamar adik gue, dia masih tidur-tidur ayam. Bawa notebook ke kamarnya, dia cariin, daaaan.. KE TE MUUUUU.

Dia cuman bilang “Keren nih yang bikin aplikasi”

Dan gue cek, ternyata emang ada beberapa virus di dalamnya, gue scan dan gue hapus-hapusin juga. Setelah itu gue pindahin ke D folder TAN nya. Duh semoga gak ilang-ilang lagi ya. Soalnya hal pertama yang ada di kepala gue pas ni folder ilang adalah “Oh emang yang gue tulis bukan sesuatu yang baik, mungkin gue disuruh berenti nulis lagi sama Tuhan” ternyata masih bisa balik, mungkin Tuhan paham kalau gue masih muda, apa muda? Yakin sof? Tauah.

Kebiasaan ya gue nulis anti klimaks gini. Emang gini mulu gatau kenapa. Gue cuma mau share aja huahahaa.. Lumayankan bisa ada bahan baca-baca untuk kalian, khekhe..

I’ll see you soon

Sincerely yours

Sofi

Advertisements

57 responses »

  1. oh ternyata jack itu mantan krystal…
    tega bgt sii krystal jadian sama jack cuma buat temen promnight doang..hahaha
    daniel usil bgt yaa.. ngegodain kryber terus…
    amber mulai suka sama krystal.. dan krystal mulai welcome sama amber… tp jujur.. sempet bingung sama alurnya.. w ampe baca 3 x ngulang baru ngeh sama ceritanya..maaf kak sofi…
    next part jangan lama2 yoo..

  2. waaaaahhhh….. pendek bgd sof…kekekee…. okelah makasih …. eh..brarti lo nulis bertentangan dg hati lo donk?? apa lo bepikir kalo nulis itu salah ya…?? apa karena nulis FF ?? genre yuri gitu?? hmm….

  3. Disini demen banget karakter daniel ,
    berasa mau jadi cewe tapi gajadi gtu , hahaha
    wih si krystal udah mulai baik nh sm amber .
    Enak banget yg ade nya mau dsuruh2 , kalo ade gue mah boro boro dmintain tolong .

  4. annyeong thor…
    sebenernya ane jugha suka nntn yes or no tiaom..tpi pas liat versi kryber nya mlh tmbh seru.wakaka
    amber udh mulai ada rsa tuh ama krystal..suka ama daniel yg ceplas ceplos disini.hehe..
    salam kenal thor.
    oh ya mianhae..sbnrnya dri tdi ane udh ngacak wp author cmn krna ni ff bru ya udh ane mual komen disini aja#nyengir..
    f author keren #acung jempol

  5. waaahh udah update lagi udah mulai tumbuh nih benih benih cinta di hati Amber LOL dan Krystal udah mulai baik ke Amber
    Good job author =)
    coba ntrar bikin ff kryber yang genderbender kak, siapa tau ntar tuhan bakal lebih memaklumi hahah #sesat *jk xD

  6. “Tak ada kewajiban untuk mencintai seorang bukan? Meski orang itu adalah kekasihmu.” suka ama dialog ini<< Cieee dialog,,
    updatenya dikit bgt, sengaja gw bikin kopi supaya ga ngantuk saat baca, eh pas liat cuma seuprit doank,, mubazir deh air panas n kopi gw,, xixixi

    ngakak baca penolakan video hentai,klo itu notebook pribadi lo pasti ga bakal di abaikan tuh penawaran wkwkwk piiissss

    semangat lanjutin ya, Bongkar kebiasaan lama ,,,,

    • Hahahaa biarin, biar bersambungnya seru pen.
      Kita mau ngapa2in harus ada kopi ye, macem berhala aja harus ada sajennya dulu.
      Itu notebook pribadi gue pen. cmn ade gue emang suka obrak abrik hahaa..

  7. akhirnya sofie unnie.. akhirnya anda nerbitin season 4-nya.. *terharu*
    I’m looking for this in many times.. it’s always awesome.. kekekeke
    anyway, sy jg sk Jhon grisam.. dan beverly barton, umm sidney sheldon jg, dan truss hubungannya hapah?? *abaikan*

    ..dan satu lagi, entah knp, sy selalu terhibur dengan cuap cuap ( anda.. itu lucu! suer.. SAYA TERHIBUR, hahaha anda pasti org yg lucu,, dan knp sy ngmongnya pake “saya-anda”, knp nggak “elo-gue”, “kamu-aku” atau “dikau-daku”, …..oke whateverr *abaikan lg*

    yg jelas tulisan anda bagus…anda cocok banget jd penulis personal literature di Bukune. Trust meehh!!!
    Hwaitingg!!!

    • 4th chapter ei bukan season 4 emng cinta fitri hahaa..
      By the way sbnrnya saya gksuka2 amat ama jhon grisam beli yg jdulnya the ford county cmn baca 1 chapt aje XD
      Tapi kalo sheldon, fyeaah!
      Alhamdulillah kalau gue lucu, saya memang wanita penghibur ^^
      Ah gue pernah disumpah untuk gak publish commersial ama ssorang ngahaha.. thx ya denisha, read u soon

    • Kalau gk salah di chapter sblmnya ada dialog:
      A: kau takut perempuan tomboy?
      K: u kidding me, aku tidak takut, hanya tidak suka.
      So on this chapt amber balik nanya “skrng msh gasuka?”
      Thats all

  8. cieee improv nya banyak bangeeet, kereeen 😀 manaaaa lagu rekomendasi akuuu? :p
    jadi disini ceritanya awal2 hubungan mreka yg geregetan unyu2 minta dijedotin deh ya, sekali lagi mau bilang kalo tulisan kamu itu khas banget, aku suka 😀

  9. Eum. . .jdi lpa mau kment ap bwt ff nya, kehalang (?) ama crita lu sof,,wkwkw. . .haduh, ampe ktwa2 sndiri bcanya, , waaah, trnyata sring twrin yg macem ‘gitu’ yaaa. . Hehehe, haduuuuuh,, pkoknya. . .lanjuuut deh, good buat kryber, mana udh kissu scr tdk lngsung lgi. . .hehehe

    keep spirit. . .
    Lanjuuut. . .

  10. Ckck. .tor. gw salut sama perjuangan.a nyari tu folder. O,ya gmana kalo ff tan nya dilanjutin tor? Gw bner2 mau baca lg. Selma gw bca ff kayag.a itu ff paling keren dan bgus bget. Soal.a karaktstik pemain.a dsesuaikn sm yg asli. Suka bgt de pokok.a . Gw bner2 ngarep tu ff dilnjutin. Fighting tor! 😉

      • Yaaah tor. .kelamaan kalo nunggu mrka comeback lg. Org fansname,repackege,tour aja ga d kasi2 sama tu SM kampret. Tp makasi uda d pertmbgkan . Hehe

  11. pendek sih critanya tp alurnya pas ga kecepetan n ke lambatan. Buku2 yg disebutin diatas itu buku fav thor or disesuaian ama karakter tokoh aja?

  12. jake mantan krystal? aku kira awalnya saudara atau temen biasa gitu- WKWKKWKWK sudahlah dan itu kenapa salah naruh tbcnya (???) jadi greget banget aku kepo kelanjutannya 8′))) btw why krystal harus mindahin kasur ke samping amber? why hyuna suka sama amber? why daniela godain amber terus? why aku suka kryber di sini? #slapped udahlah. keep writing ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s