Yes or No [7th Chapter]

Standard

tumblr_msxso31uqF1rtrvvno1_500

IeydBgT

Aunt Blair’s café
Yes 🙂
 or No 😦

AMBER POV

Kutulis surat singkat itu pada sticky note dan menempelkannya pada buku catatan Krystal. Krystal dan Hyuna masih tertidur, ya Hyuna semalam mengetuk pintu kamar kami dan menumpang tidur di sini karena AC kamarnya mati. Hyuna tidur di atas kasur Krystal sedangkan Krystal sudah kupindahkan ke kasurku, semalaman ia tidur di antara dua kasur kami, pasti punggungnya sakit sekali. Sepertinya aku bangun terlalu pagi, aku kembali naik ke kasurku, tidur dengan posisi tengkurap persis seperti posisi tidur Krystal. Semalam sebelum kita semua tertidur, Krystal berkata sesuatu kepadaku.

Taemin itu kadang suka ceplas-ceplos. Ia sering mengatakan bahwa aku ini kekasihnya di hadapan teman-temannya. Tapi kemarin baru pertama kali ia mengatakan hal tersebut di hadapan teman-temanku”

Entahlah mengapa aku merasa lega, kupejamkan mataku untuk kembali meresapi kata-kata itu, mengulanginya beberapa kali di kepalaku.

Eught apa-apaan anak ini? Krystal menjepit hidungku sehingga aku tak bisa bernapas. Aku harus berpura-pura seperti orang yang baru bangun tidur. Kubuka mulutku untuk meraih udara. Kemudian ia menutup mulutku, ya Tuhan anak ini!

“Hhhhhhhhhaaaaa” mulutku menganga dan mataku membulat. Ia terkekeh geli, ia menutup mulutnya, agar suara tawanya tak terdengar.

“Hei tadi kau mimpi apasih? Kok senyam senyum?” tanyanya 10 cm di depan wajahku.

“Aku mimpi ditenggelamkan ke dalam sumur oleh nenek sihir” ia kembali menjepit hidungku. Aku tersenyum, diapun tersenyum.

Tak lama Hyuna menggeliat. Krystal cepat-cepat memejamkan matanya, berpura-pura tidur tapi sesekali ia membuka sebelah matanya dan menahan tawa yang sulit sekali dibendung. Aku hanya menatapnya sambil tersenyum.

“Hey Krystal, Amber, sudah jam tujuh, kita ada kelas jam delapan, bangunlah” padahal jam dinding di kamar kami ini lebih tiga puluh menit.

“Mmmhhh thanks, Hyuna sudah membangunkan kami” aku duduk dan meraih handukku, masuk ke dalam kamar mandi.

Setelah kami semua siap, kami berjalan menuju kampus. Hyuna merangkul lengan kiriku, Krystal sibuk dengan iphonenya. Hm? Seorang mahasiswi menumpahkan bibit tanaman, dia satu fakultas denganku, beberapa kali kita masuk dalam kelas yang sama. Aku menghampirinya, dan mulai membantunya mengumpulkan benih tanaman yang berhamburan di lantai kampus.

“Ku tunggu kau di kelas, ya Am” ucap Hyuna sambil berjalan menuju kelas kami, aku mengangguk. Aku menoleh mencari Krystal, ia di belakangku, membantu mengumpulkan benih-benih tanaman yang berhamburan.

 

KRYSTAL POV

“Daniela!” aku memeluknya dari belakang, ia sedang bercakap-cakap di depan kelas bersama teman-teman yang lain.

“Yes, princess? Sepertinya pagi ini menyenangkan untukmu, ceritakan padaku ada apa?”

“Tak ada apa-apa, aku hanya ingin mengejutkanmu” ucapku sambil mengikat tinggi rambutku.

“Kau sedang berusaha membuatku kembali normal ya, princess? Haha. Ya.. kadang kau membuat jantungku berdetak kencang..”

“Hahaha, sini, biar ku cium bibirmu” kemudian Daniela mengerucutkan bibirnya, menjijikan, ahahah.

“Ewh, go away! Mari kita ke lab” aku menolaknya mentah-mentah, hahah. Kami berjalan ke lab, di papan tulis sudah dituliskan tugas yang harus kami kerjakan, rajin sekali dosenku ini.

“Tuan putri, bolehkah kulihat buku catatanmu?” tanya Daniela yang duduk di sebelahku.

“Itu, ambil saja” ia kemudian mengambil buku catatanku dan membukanya. Euhm, apa itu?

“Apa ini, Krys?” aku meraih sticky note dari dalam buku catatanku. Di sana tertulis

Aunt Blair’s café sepulang kuliah?

Yes J

Or no L

Oh my God, hahah! Amber? Kapan dia melakukan ini semua?

“Oh my gosh, siapa dia, Krys? Siapa yang menuliskan note kecil itu? Katakan padaku, katakan padaku!” Daniela mengedip-ngedipkan matanya dengan cepat, ya Tuhan maskaranya tebal sekali.

“Bukan siapa-siapa, hanya Amber” heheheh.

“Akhirnya, semuanya ini terjadi juga!” ia sedikit melompat dengan muka penuh kemenangan.

“Apa? Apa yang terjadi? Apa maksudmu?” aku tak mengerti.

“Kau.. dan Amber..” ia menggodaku dan tersenyum di depan wajahku, aku meninju lengannya.

 “Apasih? Mari kita kerjakan tugas kita, Daniela” kuharap jam satu siang tidak terlalu lama lagi.

 Setelah kelas pertamaku selesai aku pergi mencari Amber, thanks Hyuna karena sudah memberikan informasi melalui segala jenis media sosial mengenai keberadaan Amber saat ini hahaa.

Dia sedang di lab terbuka. Aku menerbangkan sticky note yang sudah ku buat menjadi pesawat kertas. Awh meleset. Ku tulis lagi YES di sticky note ku dan meremasnya, meleparkannya ke arah Amber. Yea Finally!

“Sudah?” tanya Daniela padaku, ia menungguku sambil menelpon temannya.

“Uh huh, sudah.. sepertinya aku ingin kembali ke dorm dulu, kau?”

“Akupun, ingin mengganti pakaianku, bau ikan” hahah tentu saja, ia tak berhati-hati dan sembarangan setiap sedang berada di ruang praktek. Kami berjalan menuju dorm, ia masih sibuk dengan iphonenya.

“Hei, sampai jumpa besok ya..” ucapku pada Daniela, ia hanya mengangguk sambil tersenyum padaku. Aku berlari menaiki tangga, menuju kamarku, ya sebaiknya aku mengganti pakaianku terlebih dahulu. Ah ada chat dari Amber.

Where are you?

Aku sudah di depan kampus ya.

Ah! Aku segera berlari kesana kemari, kuputuskan untuk masuk ke kamar mandi terlebih dahulu untuk mencuci tangan dan wajahku, kemudian membuka lemari dan mengambil atasan untuk ku pakai sebagai pengganti pakaianku yang sedikit bau ikan ini. Ah ikanku! Aku memberinya makan terlebih dahulu, kemudian kusisir dan kembali ikat tinggi rambutku. Aku berputar di depan cermin dan berlari keluar kamar.

Huffffh.. kenapa aku harus terburu-beru seperti ini? Tarik napas dalam-dalam Krystal Jung.. hwaaaah.. aku kembali berlari kecil setelah mataku dan mata Amber bertemu.

“Kau mengganti pakaianmu, Krystal?” tanya Amber sambil bangkit dari duduknya.

“Kau menyadarinya? Bajuku tetap berwarna putih” ucapku.

“Tapi sebelumnya tidak berenda seperti itu” ia menggodaku.

“Hei jangan ke PDan dulu, aku habis praktek dengan ikan-ikan, jika aku tak mengganti pakaianku, kau akan mencium bau ikan sepanjang hari”

“Kalau kau ikan kau pasti mermaid, Krys” shut up, Amber! Kenapa aku mendadak merasa gerah begini?

Let’s go” ucapku.

“Amber, Krystal!” Hyuna berlari ke arah kami, ia bersama Daniela. Eght perasaanku tak enak.

“Amber, Krystal kalian mau kemana?” Amber menoleh ke arahku sebentar.

“Makan siang” jawab Amber.

“Ah! Aku dan Daniela juga akan makan siang, kita akan makan di Burger King, mau pergi bersama?” tanya Hyuna dengan semangat, tidak, jangan, kumohon.

“Ehm, aku akan ke Aunt Blair’s café, Hyuna.” Jawab Amber.

“Ah yeah, cappuchino dingin akan sangat lezat pada siang hari seperti ini, let’s go!” huh? Amber berusaha meraih tanganku namun aku segera menghindar.

“Sepertinya aku tidak lapar, aku akan pergi ke tempat lain ya” aku berjalan cepat meninggalkan mereka. Ku dengar Amber memanggil namaku satu kali, aku tak pernah suka rencanaku berubah didetik-detik terakhir. Aku tak peduli. Aku berlari ke luar kampus dan menghampiri sebuah kedai kopi.

“Aku mau satu ekspresso, tak usah diberi gula. Take away” entahlah aku mendadak merasa mengantuk. Setelah pesananku selesai aku membuka tutup minumanku dan menuangkan tak sampai satu sacet gula pasir dan mengaduknya asal. Ku seruput kopiku sambil berjalan menuju taman kampus. Oh gosh! Aku bosan. Kuraih iphoneku dari dalam tas, ada beberapa missed call dari Taemin, aku menghubunginya balik.

“Hallo Krystal, apa kuliahmu sudah selesai?” tanyanya.

“Uh uh.. ada apa tadi menelponku, Tae?”

“Berhentilah menanyakan hal itu, Krys. Tak perlu banyak alasan untuk aku menghubungimu” uh yeah.

“Taemin, aku sedang bosan. Ceritakan sesuatu yang lucu” ouch, perutku terasa perih.

“Mhh yeah.. kemarin saat aku sedang di lift kampus, perutku mulas sekali, rasanya angin di perutku sangat penuh, dengan sepenuh tenaga aku menahan agar aku tidak buang angin namun..”

Uh? Ada panggilan masuk..

“Taemin, sebentar, ada panggilan masuk” aku menerima panggilan tersebut, dari Amber.

“Kau dimana, Krys?” tanyanya dengan suara yang halus.

Fountain Garden. Kenapa malah menghubungi orang lain ketika kau sedang bersama kekasihmu?” ada apa dengan nada bicaraku?

“Mana yang ingin kau dengar terlebih dahulu.. Krystal yang merupakan bukan orang lain bagiku.. atau Hyuna yang bukan merupakan kekasihku?” kini suaranya terdengar lebih jelas.

“Jika aku bukan orang lain bagimu, lalu aku ini siapamu?” deg! Kurasakan telapak tangan yang lembut namun kuat menggenggam tanganku mengajakku berjalan ke arah bangku taman, kutundukkan kepalaku, menyembunyikan wajahku darinya.

“Kau orang pertama yang kukenal disini. Kau teman sekamarku dari hari pertama aku datang ke kota ini hingga saat ini. Setiap harinya, lebih dari dua belas jam kau selalu di sampingku, sangat terjangkau olehku, oleh mataku. Bagaimana aku bisa menganggapmu orang lain bagiku?” ucapnya, masih melalui telpon. Stupid! Kini kami duduk berdampingan, tanpa jarak.

“Kau sudah selesai berbicara?” tanyaku.

“Uh-hum..” ia menjawab singkat.

“Perutku sakit..” ku sandarkan kepalaku ke bahunya. Perlahan tangan Amber melingkar di pinggangku, kemudian ia mengelus perutku. Persis seperti yang ayahku biasa lalukan ketika perutku sedang sakit, hangatnya membuat sakit di perutku perlahan hilang. Bolehkah kupejamkan mataku? Aku mengantuk sekali.

 

Howaaaaaah.. aku berputar di kasurku, Amber yang sedang bermain game menyadari bahwa aku bangun tidur, ia segera melompat ke atas kasur dan berbaring di sampingku.

“Mau minum air putih?” aku mengangguk. Aku minum satu gelas penuh air putih dan kembali berbaring di sampingnya.

“Terimakasih makan siang yang tadi ya, terimakasih juga telah membuat sakit perutku hilang” aku menoleh dan tersenyum kepada Amber. Amber hanya membalas senyumanku. Dalam beberapa detik Aku dan Amber hanya menatap atap kamar sampai akhirnya ia menolehkan wajahnya ke arahku.

“Kau sudah sadar penuh?” tanyanya.

“Ya, tentu saja sudah..”

“Boleh aku bertanya sesuatu, Krys?” aku mengangguk.

“Apa Taemin, benar-benar bukan kekasihmu?”

“Yep!.. dia adalah tetanggaku, satu-satunya teman laki-lakiku saat aku baru pindah kesana. Orang tua kami memiliki hubungan yang sangat baik, kami sering pergi bersama. Tapi sampai saat ini, aku merasa dia adalah kakakku”

Sure?”

“Yesss.. Jessica pernah bilang kalau kita mencintai seseorang, kita akan merasa ratusan kupu-kupu berterbangan di dalam perut kita, kemudian kupu-kupu tersebut naik ke dada kita, membuat kita merasa melayang..”

“Apa kau pernah merasakan itu bila bersama Taemin?”

“Tidak.. bahkan ulatnyapun tidak terasa hadir di perutku.. Apakah kau pernah merasa kupu-kupu berterbangan di dalam perutmu, Am?” tanyaku penasaran.

“Terhadap laki-laki.. atau perempuan?” kami terkekeh geli. Amber menarik napas dalam.

“Semenjak ibuku meninggal dunia, ayahku menjadi seorang playboy yang tak pernah merasakan cinta lagi. Dia bilang hanya ibukulah cinta sejatinya. Cinta adalah cinta, tak akan ada yang pernah bisa menggambarkannya dengan kata-kata, namun ketika perasaan itu datang, kau akan tahu dengan sendirinya apa itu cinta” Amber meremas selimut yang menutupi sebagian tubuh kami, kemudian menoleh ke arahku dan melanjutkan katanya.

“Krystal.. jika suatu hari nanti aku mencintai seorang wanita.. apakah kau tetap mau berteman denganku?” mhhh.. Amber, what should I say? Aku menatapnya sambil berpikir apa yang harus ku katakan, tidak.. bukan masalah aku yang tidak suka dengan hubungan semacam itu, tapi.. apakah karena ia sudah mulai mencintai, Hyuna?

DOK DOK DOK

“Amber.. Krystal” aku menoleh ke arah Amber, mengapa ekspresi wajahnya seperti itu, dengan segera ia menarik selimut dan menutup seluruh tubuhnya.

“Ya!” aku menarik selimutnya, wajahnya masih terlihat masam begitu.

“Amber, Krystal..” Hyuna kembali memanggil nama kami. Aku bangkit dari kasurku, but ufhhh! Amber mengurungku di dalam selimut dan meraih pinggangku, sedikit memaksaku untuk kembali berbaring di sampingnya.

“Sssshhh” katanya, aku menurutinya… kupejamkan mataku sebentar untuk menghirup aroma kami yang menyatu di bawah selimut ini.

Let’s sleep” ucapku sambil membuka sebelah mataku. Kulihat Amber sedang menatapku… sambil mengigit bibir bawahnya.

**

Aku duduk di hadapan meja belajarku, menyelesaikan tugas salah satu mata kuliah yang harus dikumpulkan melalui e-mail paling lambat jam 10 pagi, dosenku tidak ada hari ini namun memberikan tugas yang cukup banyak sebagai penggantinya. Ku putar kursiku menghadap kasur, memandangi Amber yang masih tidur.. kenapa aku tersenyum begini?

DEG

Ada sesuatu yang aneh dengan perutku, dengan segera aku meremas perutku dan menyeruput teh hangat yang sedari tadi ku taruh di pangkuanku. Amber menggeliat dan sedikit mengerang, kuputar kursiku ke depan meja kemudian kembali ke arah kasur, membuat seolah-olah aku baru saja melihat ke arahnya. Ia duduk dan membiarkan rambutnya menutupi matanya, rambutnya tumbuh dengan cepat.

“Kau sudah bangun? Sekarang bahkan belum jam enam pagi” tanyanya dengan suara serak, kemudian ia meraih botol minum di sebelah lampu meja.

“Dosenku tak masuk lagi hari ini, tapi memberikan tugas yang harus dikirimkan paling lambat pagi ini”

“Bukankah hari ini kau hanya memiliki satu jadwal kuliah?” ia tiba-tiba terlihat antusias.

“Berarti kau tidak ada kuliah sama sekali untuk hari ini?” Ia melanjutkan dan masih terlihat antusias. Aku hanya mengangkat kedua alisku.

“Krystal.. maukah menemaniku mengerjakan tugas?”

“Pasti membosankan” aku, hanya tak tahu harus merespon apa.

“Akan kubuat menjadi tak membosankan, aku akan pergi ke John McLaren Park?”

Really? Apa yang akan kau lakukan disana?” tanyaku masih dengan nada yang datar.

“Mudah, hanya mengukur diameter tiga jenis pohon yang ada di sana. Maukah Krystal menemani Amber?” ia memasang puppy eyesnya. Aku mengangguk.

“Yeah!” ia mengangkat kedua tangannya dan tersenyum lebar, haha anak ini norak sekali.

“Buatkan aku sarapan, aku mandi duluan” ucapku sambil menaruh cangkir tehku kemudian berjalan ke arah kamar mandi.

Pukul tujuh tiga puluh, kami naik ke atas bus kota dan duduk di kursi paling belakang. Perjalanan kami cukup jauh, sekitar empat puluh menit, aku belum pernah ke sana dengan mengendarai kendaraan umum.

“Kau sudah tahu tempat itu, Am?” tanyaku sedikit khawatir.

“Sudah, tak usah khawatir, kau tadi bangun jam berapa?” tanyanya.

“Jam tiga pagi, karena kau membuatku tidur pukul sembilan tadi malam!” kupasang wajah masam namun  ia tersenyum lebar sekali.

“Tidurlah..” ucapnya sambil mengelus kepalaku dan mengarahkan ke bahunya. Oh gosh.. what is it again? Aku hanya memandang keluar jendela sambil meremas jaketku, crap.. Amber melingkarkan tangannya di pinggangku, aku menarik napas dalam-dalam.

“Are you okay?” tanyanya, mungkin aku menghebuskan napas terlalu berlebihan sehingga ia menyadari sesuatu terjadi dalam diriku.

“I’m okay” jawabku.

“Kukira kau terganggu oleh detak jantungku yang mendadak berisik” ucapnya sambil terkekeh geli. Aku memukul lengannya dan kembali menatap keluar jendela bus, mengalihkan pikiranku.

 

Bus melaju dengan kecepatan cukup tinggi karena lalu lintas belum terlalu ramai. Entahlah kenapa aku harus pura-pura tertidur seperti ini, setiap kali aku bergerak Amber akan mengelus kepalaku dan aku suka itu, padahal jika Taemin yang melakukannya aku selalu protes padanya. Tunggu-tunggu! Aku pura-pura terbangun dari tidurku dan memandang keluar jendela selama beberapa menit.

“Ada apa, Krys?” akhirnya Amber bertanya.

“Amber!” ya kali ini aku yakin sekali!

“Ya?”

“Bukankah bis ini melalui pemakaman Grand Yard?” tanyaku dengan terburu-buru.

Yes, why?” aku tak menjawabnya dan tetap memperhatikan jalanan. Tak lama kupegang tangan Amber dan memintanya untuk berdiri.

“Kita turun disini, tak usah bertanya kenapa. Nanti aku jelaskan” ucapku sambil menarik Amber turun dari bus.

“Sekarang kau boleh bertanya” ucapku.

“Aku percaya padamu, aku tak perlu bertanya padamu, lakukanlah apa yang ingin kau lakukan” matahari pagi ini membuat mata Amber menjadi sedikit menyipit, lucu sekali. Ah sudahlah, aku berlari kecil menyebrangi jalanan, Amber mengikuti dari belakang.

“Bising sekali” ucapku sambil mengambil ipodku. Aku memasang kedua earphoneku, kini Amber berjalan di sampingku, aku masih berjalan cepat menuju ujung jalan setapak ini kemudian berbelok ke sebelah kiri.

“Selamat pagi, Dad..” kulepas earphoneku kemudian bowing di hadapan makam ayahku.

“Bising ya kalau pagi-pagi seperti ini” ucapku lagi.

“Daddy, maaf, aku tak berencana kesini, aku tak membawa apa-apa. Kau baik-baik sajakan? Kau tahu Jessica mengundur kepulangannya lagi? Menyebalkan! Aku pura-pura tak apa-apa padahal hatiku sebal sekali. Mommy, tak usah ditanya lagi, dia seperti presiden saja, sibuknya keterlaluan. Dad.. kau masih ingatkan terakhir kali kita bertemu? Aku bilang aku akan bertemu dengan teman sekamarku, here she is, Amber. Kau ingatkan perihal firasatku mengenai teman baruku? Firasatku benar, Dad..”

“Apa aku aneh berbicara di hadapan ayahku?” Amber menggelengkan kepalanya dan tersenyum padaku.

“Semua orang melakukan itu, Krystal” ucapnya. Aku menoleh ke belakang, disana terdapat beberapa pohon sun flower yang bunganya sedang bermekaran, aku petik satu tangkai bunga dan menaruhnya di atas makam ayahku.

“Aku.. pergi dulu ya, lain kali bersama Jessie, okay. Sampai bertemu lagi..” eugh, aku tak sedih, kenapa air mataku keluar begini? Amber menghapus air mataku.

“Mau jalan kaki saja kesana? Sekitar lima belas menit” ucap Amber. Aku mengangguk.

Kami berjalan ke arah barat, sepanjang perjalanan aku lebih sering menunduk sambil sesekali memperhatikan sekeliling. Aku tak pantas seperti ini, Amber bahkan belum terlalu lama ditinggal Ibunya pergi.

“Amber.. dimana ibumu dimakamkan?” tanyaku sangat penasaran.

“Di pemakaman keluarga, dekat perkebunan kami” jawabnya dengan wajah yang netral.

“Berarti kau bisa setiap hari mengunjunginya jika kau sedang disana?” ia mengangguk. Masih dengan ekspresi yang sama.

“Ibuku suka bunga mawar, kadang aku kesana hanya untuk menaruh satu atau dua tangkai mawar di atas pusaranya.” Kini ia terlihat sedikit menerawang.

“Kenapa kau tidak menanam mawar saja disana, Am?”

“Ya, pemakaman keluarga kami penuh dengan bunga mawar, aku hanya memetiknya dan menaruh pada tempatnya”

“Tak terbayang olehku jika aku harus kehilangan ibuku” ucapku sambil menghembuskan napas berat, hufffhh.

“Tak terbayang olehku jika aku harus kehilangan ayahku. Tapi tak usah dibayangkan, aku harap orang tua kita berumur panjang” amen. Kini senyum kecil terukir diwajahnya.

“Amber, aku ingin bertanya sesuatu padamu.. kaukan jarang bercerita. Apa hanya kepadaku kau jarang bercerita?” sebenarnya aku ingin menanyakan hal ini dari beberapa hari yang lalu, namun kurasa ini waktu yang tepat.

“Mhhh.. aku hanya bingung apa yang harus kuceritakan kepadamu.. tapi aku tak terlalu pendiamkan?” matanya menyipit karena senyumnya melebar.

“Tidak, aku tak pernah bilang kau kau ini pendiam. Hanya saja adakah hal yang kau ceritakan kepada orang lain namun tak kau ceritakan padaku?”

“Ada..” jawabnya.

“Kenapa begitu? Memang kenapa tidak diceritakan padaku?” aku pasti tidak cukup menyenangkan baginya.

“Bagaimana caranya aku membicarakan tentang Krystal kepadamu?” hm?

“Krystal? Siapa Krystal?” aku menatap matanya.

“Hahaa, kau.. siapa lagi Krystal dihidupku?” Amber terkekeh geli.

“Kau membicarakan keburukanku? Kepada teman-teman sekelasmu?” aku mendorong lengan Amber.

“Aku tak pernah ingin membicarakan keburukan orang lain, aku hanya membicarakan apa adanya dirimu. Dan bagiku kau tidak buruk sama sekali”

“Apa yang kau bicarakan tentang diriku?”Aku penasaran sekali!

“Tak banyak, dan itu-itu saja sepertinya”

“Itu-itu saja? Apa saja?” aku mendesaknya

“Aku menyukai teman sekamarku, dia begini dan begitu.. semacam itu” a-apa?

“Berhati-hatilah, itu menyangkut nama baikku, Amber!” Amber mengangguk. Kini kami sudah sampai di taman kota.

“Mau istirahat dulu?” tanya Amber. Kurasa tak perlu.

“Apa katamu yang akan kita lakukan disini? Mengukur diameter tiga jenis pohon yang ada di taman ini, ya?”

“Ingatanmu sempurna!”

“Berapa banyak?” tanyaku.

“Sebanyak-banyaknya, apa kau keberatan?” aku menggelengkan kepalaku, kemudian Amber memberikan tabel isian dan alat pengukur panjang. Amber berjalan menjauhiku, menuju area taman yang lain.

Aku mulai mengukur pohon-pohon yang ada di sekitarku, whoa! Seekor kupu-kupu biru kehijauan hinggap di tanganku, aku membiarkannya sambil kuperhatikan sayapnya yang indah. Tak lama ia terbang dan hinggap di atas bunga. Ku lanjutkan tugasku.

 

Aaaah, kapan selesainya? Sudah satu jam lebih tapi Amber belum juga menghampiriku.

“Amber, kapan selesainya?” ucapku dengan wajah cemberut, namun Amber tersenyum lebar melihatku yang berjalan lambar menghampirinya.

“Ada apa anak muda? Kau lelah?” tanyanya sambil berlari ke arahku.

“Usiaku sudah tak muda lagi, aigoo.. bahu kananku” Amber masih tersenyum riang kemudian mengambil rasel dan tabel isianku

“Marilah kita duduk di depan danau itu” ia meraih tanganku kemudian menggengamnya dengan erat sambil berjalan ke depan danau. Aku dan Amber duduk bersila di hadapan danau yang indah ini. Amber merogoh tasnya dan memberikanku sebotol air mineral, segera kuraih dan meneguknya cukup banyak. Kemudian Amber memberikanku selembar tisu, aku mengangguk dan mengelap keringat di keningku. Setelah aku selesai membersihkan wajahku Amber menyodorkan kotak makan siang untukku, sepertinya aku belum terlalu lapar, kali ini kutolak pemberiannya.

“Ini baru pukul sepuluh, aku belum lapar, aku mau sesuatu yang manis!” pintaku.

“Aku?” tanyanya sambil menunjuk wajahnya, hahahaa apa-apaan sih. Amber merogoh sisi tasnya dan menemukan lollipop, wala!

“Waaah!” aku segera menyambar lollipop tersebut, membuka bungkusnya dan mengemutnya dengan semangat.

“Aku hanya punya satu lollipop, aku juga ingin, bagi aku sedikit” ucapnya dengan puppy eyesnya.

“Ewh.. ini bukan sesuatu yang bisa dibagi, Amber” anak ini ada-ada saja.

“Itu tergantung hatimu, jika kau iba padaku kau akan memberikannya untukku” haaaa.. baiklah! Aku mengemutnya sekali lagi.

“Aaaaaa..” kusodorkan lollipop tersebut ke mulutnya.

“Aum!” dia mulai mengemut lollipopku sambil terus menatapku, DEG!

“Mmm.. banyak kupu-kupu ya? Datang dari mana mereka?” berusaha mengalihkan pikiranku.

“Lepas dari suatu tempat” ucap Amber.

“Mana? Dari mana?” tanyaku penasaran.

“Dari mulutku yang terbuka.. banyak sekali kupu-kupu di dalam perutku, Krystal. Banyak sekali hingga saat ini mereka sudah tidak bisa hanya berdiam diperutku lagi..” ia tersenyum padaku, kemudian sedikit mengangguk meyakinkan bahwa apa yang di kepalaku ini benar, ia berdiri dan mengambil tabel tugasnya lagi. Sedangkan aku disini memejamkan mataku.. merasakan kupu-kupu yang sangat menggelitik perutku, jadi ini yang dibilang Jessica? Aku.. tak bisa berhenti tersenyum..

 

 

T.B.C

Gajadi diprotect, maaf banget gue lama updatenya, ada sesuatu yang bikin lama.. bukan masalah skripsi gue yang gak kelar-kelar.. nanti ya gue ceritain kalau ini udah selesai. Terimakasih yang kemarin udah pada komen ya, I love you, dear readers!

 

 

Advertisements

23 responses »

  1. Udah mau serius nih hubungan.a. . Mantep. Buat skripsi.a smga cpat kelar ya tor, kyak.a pas jaman Tan udh mulai ngurus it ya. #soktaugw hehe.

  2. Kurang bsa membayangkan bahwa ini cerita KryBer,, soal nya masih ada bayang” Kim dan Pie .
    Tpi secara keseluruhan bagus ko ceritanya .
    Semangat terus Thor

  3. Wah krystal mulai mnyadari prsaanya nih… 😀 amber prhatian bnget sih gue gmbarin dsini amber orangnya bijak bnget and penybar lagi, ngadepin sifat jutek krystal aja dia bsa kkk^ hyuna msih jd penggangu antara amber and krystal ckckck blom lagi ntar jessica yg nglarang hbungan kryber 😦 fighting deh buat kryber smoga cpet jdian 😀
    Buat authornya dtunggu lnjutanya fighting!! (ง’̀⌣’́)ง

  4. Yeaaah ga di protect karna ini Nice ChapteR! Kalo baca ini bukan muka kryber yg kebayang tp malah si TiAom kyk ng’review filmnya hahahh.. Okeoke lanjut kak! Hwaitaeng!!

  5. senengnya ga diprotek,,, di Yon sifat mrk jomplang bgt,krystalnya childish, ambernya dewasa. Faktanya pbedaan karakter kaya gt yg bikin hubungan jd panjang tp blum tentu jg ga bakal end,,,

  6. Senengnya ga di protect haaa iya gapapa tor di tunggu selanjutnya yaa ini udah mulai mau ke klimaksnya yohooo hahahhaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s