Tuesday Blues (First Chapter)

Standard

tues

Monday

Sulli POV

“Bangunlah, Nona. Aku sudah lelah membangunkamu!” nggg… sudah pagi?

“Ugh, Madam, matikan lampu kamarku. Kau bawel sekali” kutarik selimut kesayanganku.

“Bangun atau kulepas merpati ini dari kandangnya.” Mer, merpati apa? Oh tidak! Wanita ini merebut selimutku!

Aku tersenyum getir melihat wanita paruh baya berusia tigapuluh satu tahun yang berdiri di hadapanku. Ia hanya mengancamku, ia tahu aku takut dengan segala jenis burung. Setelah melihatku bangkit dari kasurku, wanita tersebut berjalan anggun keluar dari kamarku, hmmm.. wanita tercantik yang pernah kukenal. Kuacak rambutku yang pendek agar kembali ke posisi semula.

“Hai Pak, aku pesan dua hotdog ukuran ekstra” ledek seseorang, yang satu ini usianya dua puluh empat tahun, ia telah rapih dengan blazer dan rok ketatnya, dia juga sempurna, duduk dengan tulang punggung yang benar-benar tegak lurus, rambutnya bergelombang dengan kemilau yang cukup membuat mataku menyipit. Matanya yang besar selalu melekat memandangiku, seperti keheranan.

“Apa.. pagi ini.. ada hotdog?” tanyaku pada wanita yang tadi membangunkan tidurku. Ia menatapku tajam, oh my God.. tak ada yang lebih cantik darinya!

“Sudah ketiga puluh kalinya kukatakan padamu, kau kularang untuk menyebut junk food di hadapanku” ucap seorang wanita tercantik dalam hidupku. Betapa beruntung ayahku karena telah memilikinya.

“Kakimu semakin panjang saja, Nona Choi” ledekku kepada gadis dua puluh empat tahun di hadapanku. Ia hanya mengangkat alisnya sambil menguyah sandwich berisi telur mata sapi yang digoreng dengan olive oil dan selada segar.

“Kemana ayahku, Nona Choi?” tanyaku padanya.

“San Diego, aku akan segera menyusulnya” jawabnya sambil menuangkan jus—entah jus apa—ke dalam gelas dan memberikannya untukku.

“Apa dia menitipkan pesan untukku?” tanyaku sambil meminum jus berwarna jingga ini, rasanya tak terlalu buruk, atau aku sudah mulai terbiasa dengan makanan-makanan seperti ini.

“Tentu saja, ayahmu bilang, rambutmu terlihat indah pagi ini. Jangan sekali-kali memangkasnya lagi”

“Dia masuk ke dalam kamarku pagi ini?” Nona Choi tersebut mengangguk dengan anggun.

Thank you for the info, Nona Choi, kau terlihat sexy pagi ini”

“Ya! Jaga kata-katamu anak kecil” aku tersenyum sambil memperhatikan langkahnya, ia mencium pipi kanan dan kiri madam cantik berusia tiga puluh satu tahun di sampingku, kemudian mencium kening dan kedua pipiku.

“Tak ingin mencium bibirku, Nona?” kukedipkan sebelah mataku.

“Kau bahkan belum sikat gigi” ia berjalan cepat keluar rumah.

Aku kembali fokus pada sandwichku sambil terus menatap wanita cantik di sampingku yang sudah sangat sibuk dengan tablet di atas mejanya. Tak lama kudengar gelak tawa seorang anak laki-laki.

Good morning, noona” bayi kecilku sudah pandai berbicara.

Good morning, San. Hmmhh kau wangi sekali” ucapku sambil mengambil adikku dari tangan baby sitter.

Look at my new uniform, Noona” ia menunjuk-nunjuk setelan flannel dengan motif kotak-kotak berwarna biru yang ia kenakan.

Aigoo, it looks so good on you” ia hanya mengangguk dan mencium hidungku kemudian turun dari pangkuanku untuk menghampiri ibunya yang sangat cantik itu. Kumakan sarapanku hingga habis kemudian kembali masuk ke dalam kamar, mandi, dan merapihkan diri.

“Selamat pagi, Nona Choi” ucap seseorang yang baru tiga hari ini kukenal. Dia Fred, supir baruku.

“Selamat pagi, Fred” Aku masuk ke dalam mobil, menutup pintu mobil kemudian membuka lebar kaca pintu mobilku.

Bye Vic, sampai jumpa sore nanti. Have a good day!” ucapku pada Istri ayahku.

You too, sweetheart” ucapnya, aku tahu dia tulus. Aku tahu dia sangat menyayangiku. Victoria Choi, Ibu tiriku, ia adalah seorang pengusaha dalam bidang fashion. Ia sangat gigih dalam mengembangkan usahanya hingga pada akhirnya, tiga tahun lalu ia memiliki brandnya sendiri, Salli Sparks. Salli adalah nama depanku, sedangkan Sparks adalah nama belakangnya sebelum ia menikah dengan ayahku. See? Dia bahkan menggunakan namaku sebagai brand high end miliknya. Vic sangat tertarik dengan jenis fashion androgini, dimana ia memproduksi item untuk wanita dengan design yang cenderung maskulin. Dan tentu saja, akulah salah satu modelnya, sepertinya ia tak ingin rugi, namun aku menikmati pekerjaan ini. Kututup setengah kaca mobilku, membuatnya sedikit terbuka, aku tak ingin menyia-nyiakan udara pagi disini.

Hari ini merupakan hari ketiga aku resmi menjadi seorang San Franciscan. Ayahku adalah seorang diplomat yang ditunjuk sebagai Charge d’affaires untuk San Francisco dan San Diego, tugas dia adalah menjadi salah satu pengganti duta besar Korea untuk Negara bagian California. Ia ditugaskan secara mendadak karena duta besar Korea untuk Negara bagian ini sedang mengalami masalah kesehatan yang serius. Jadi selama belum ada duta besar pengganti yang diutus, ia akan tetap menjadi salah seorang Charge d’affaires dan kami sekeluarga akan tetap tinggal di kota ini, San Francisco.

Mengenai kepindahanku kali ini, sebetulnya ayahku sudah menganjurkan agar aku mengambil program home schooling saja karena tidak ada kepastian untuk lama penugasannya di kota ini. Tapi ini permulaan musim semi, bagaimana aku bisa mengurung diri di dalam rumah disaat San Francisco seindah ini? Jarak dari rumah menuju sekolahku hanya sekitar lima belas sampai dua puluh menit saja. Fred menurangi laju kecepatan mobil, banyak sekali kendaraan yang mengantri masuk ke dalam kawasan sekolah.

“Ah aku turun disini saja, Fred. Antirannya panjang sekali..” aku langsung meraih tasku dan keluar dari mobil.

Have a good day, Ms. Salli” ucap supirku melalui jendela mobil.

You too” Aku berjalan melalui gerbang sekolah, menikmati kebun sekolah yang penuh warna, lengkap dengan kupu-kupu indah yang berterbangan di atasnya. Aku melirik ke kanan, berjalan cepat dan berhenti di depan pintu school office.

“Selamat pagi” aku mengucapkan salam kepada salah seorang staff yang duduk dekat pintu.

“Ah selamat pagi, apakah kau Choi Salli ?” tiba-tiba seorang wanita paruh baya datang menghampiriku.

“Yes Ms..”

“Ah aku Mrs. Laura, wali kelasmu” aku menjabat tangannya, sepertinya ia orang yang menyenangkan.

“Kau masih belum tahu akan berapa lama disini, nak?” ucapnya sambil menggiringku ke depan mejanya dan mempersilahkanku duduk.

“Belum Mrs, tapi sepertinya tak akan lebih dari enam bulan”

“Ah sayang sekali, padahal sekolah ini merupakan sekolah terbaik di San Francisco, aku yakin kau akan mendapatkan banyak teman disini. Anyway, kau benar-benar cantik sekali, nak”

“Terimakasih Mrs. Kuharap rasis bukan merupakan issue di sekolah ini, kau tahu aku ini orang Asia”

“Tapi wajahmu sangat memukau, kau benar-benar bisa menjadi perhiasan sekolah ini. Dan ini sekolah internasional nak, seperempat siswa kami adalah keturunan Asia”

Aku tak akan mengatakan seseorang berlebihan ketika mereka sedang memuji diriku. Aku sudah mulai terbiasa, entah karena mereka memang menganggap aku cantik atau karena kedua orang tuaku menjadi alasan kenapa aku sering terlalu dihormati.

“Nah bel masuk sudah berbunyi, mari kita masuk ke kelas” aku mengikutinya, menaiki tangga dan berbelok ke kanan. Tak jauh dari tangga tersebut kami masuk ke dalam ruang kelas, sepertinya semua telah hadir di kelas.

“Selamat pagi semua”

“Selamat pagi Mrs. Laura” seluruh kelas menjawab salamnya.

“Anak-anak hari ini kelas kalian kedatangan murid baru, silahkan nak perkenalkan dirimu”

“Selamat pagi, perkenalkan aku Choi Salli, kalian cukup memanggilku dengan Sulli. Aku pindahan dari Washington D.C. Nice to meet you all

“Hai, Sulli..” mereka semua menyapaku, sepertinya ini awal yang baik.

“Ada yang ingin bertanya padanya?”

“Apa kau sudah punya pacar, Sul?” ah pertanyaan klise, tentu saja aku hanya perlu tersenyum untuk menjawab pertanyaan anak laki-laki tersebut.

“Sulli, sepertinya aku sering melihat wajahmu, apakah kau model yang sering muncul di lookbook? Kau sangat mirip dengan ambassador untuk brand Salli Sparks” seorang gadis pirang sangat antusias menunggu jawaban dariku.

Yes, that’s me

“Hwoaaah” Seluruh kelas sepertinya terkejut dengan kenyataan tersebut.

“Kenapa namamu sama dengan nama brand tersebut? Hanya kebetulan?”

“Kebetulan pemiliknya adalah ibuku” jawabku cepat.

What? Victoria Sparks adalah ibumu? Kau bercanda umurnya baru tiga puluh tahun” ah cerewet sekali.

Knock.. Knock seseorang mengetuk pintu kelas. Ah terimakasih, kau penyelamatku.

“Good morning, Junk!” seseorang mengolok-ngolok anak yang baru sampai ini.

Oh Junk” lima orang.

Stinky Junk!” hampir satu kelas.

Ada apa dengan murid-murid di kelas ini? Kenapa mereka mengolok-ngolok anak yang telat tersebut dengan sebutan stinky Junk? Aku bahkan bisa menghirup aroma stroberi saat ia berjalan melewatiku meski ia menggunakan hoodie, sama sekali tidak bau.

“Shhhhh tenang anak-anak! Salli, silahkan duduk di sebelah sana” Mrs. Laura menunjuk salah satu kursi di baris ke dua dari depan.

“Sepertinya di belakang sana ada kursi kosong, aku lebih suka duduk di belakang, Mrs” tanpa perlu jawaban darinya aku segera bergegas menuju tempat duduk di kursi paling belakang, di samping anak yang terlambat itu.

You sure? Sebaiknya kau duduk di depan sana, instead of being so closed with that junk” seorang siswi yang duduk di depanku berbisik kepadaku.

“Tak masalah” aku tersenyum padanya.

By the way namaku Jane” ucapnya sambil mengulurkan tangannya kepadaku.

“I’m Sulli, nice to know you, Jane” kualihkan pandanganku dari Jane dan segera fokus pada Mrs. Laura. Oh crap, mata pelajaran kimia? Untung saja aku duduk paling belakang. Aku menoleh ke sebelah kiri, ke arah anak yang tadi datang terlambat, mata kami bertemu, w-whoah. Posisi dudukku berubah menjadi sangat tega. Kurasakan otot di wajahku sedikit menegang..

Is she an angel?

Bel istirahat telah berbunyi, pelajaran pertama adalah kimia dan pelajar kedua adalah sejarah. Untuk mata pelajaran sejarah aku tak pura-pura berkonsentrasi, aku menyukai mata pelajaran tersebut.

“Hai, Sul kenalkan aku Emily” read head, kau tahu Marry Jane di film Spider man? Ya, semacam itu.

“Aku Tiffany” blonde, blue eyes, Barbie wanna be.

“Aku Carole” dark brown hair, light brown eyes.

“Aku Tracy” nggg.. semacam Milla Kunis.

Kujabat tangan mereka satu persatu.

“Kau pasti lapar, mari kita ke kantin” ajak Emily.

“Mmmh hai, aku Sulli” aku berdiri dan menghampiri anak yang terlambat itu. Tapi tiba-tiba Emily menarik tanganku dan mengajakku keluar kelas. WTF! Kenapa Emily melakukan itu? Aku pasrah dan berjalan bersama mereka menuruni tangga, mereka terus bertanya padaku mengenai hal-hal yang tak terlalu penting. Kami sampai di kantin sekolah ini, cukup luas untuk jumlah murid yang tak seberapa banyak.

“Kau mau makan apa? Disini tak hanya ada makanan Amerika, tapi banyak juga makanan jepang dan china”

“Really?” I’m excited, jika di rumah ibuku selalu memasak makanan sehat, tak ada makanan sehat yang benar-benar enak, setidaknya aku bisa makan enak ketika sedang di sekolah.

I’m craving for burger, to be honest” aku mengelus-ngelus perutku. Emily mengantarkanku ke booth burger.

“Ah aku mau yang ini, double beef cheese burger

“Kau bercanda, Sul? Kau model..” dia menatapku tajam.

“Hanya sekali-kali saja” kulempar senyum terbaikku ke arahnya.

“Tapi kalorinya besar sekali!” Ya Tuhan kenapa Emily ini amat sangat cerewet?

“Hahaha aku hanya menghidari dari kemungkinan anoreksia atau bulimia” burgerku sudah jadi, woah, heaven. Aku dan Emily kembali ke meja kami, kulihat Tracy, Carole dan Tiffany hanya meminum juice.

Mereka sepertinya terkejut dengan burger yang kubawa, egh kurasa mereka juga model atau model wanna be. Aku mulai melahap burgerku, digigitan kesekian sausnya mulai menempel di sekitar mulutku. Emily membantuku membersikan sekitar mulutkuku dengan tisu yang ia pegang.

Thanks, Em” kuambil alih tisu di tangannya.

My pleasure, honey” ucapnya. Kutaruh burgerku yang masih tersisa setengah potong di atas meja.

“Anak yang terlambat itu.. kenapa semua orang mengolok-ngolok dia? Apa karena dia orang Asia?” sepertinya keempat anak ini langsung antusias.

She’s a professional bitch or something

Yea, I think she’s a ‘user’

Her father is a drugs mafia, Sul”

Aku kaget dengan penjelasan anak-anak ini, professional bitch? User? Mafia?

“Gosip? atau fakta?”

“Lihat saja setiap hari dia diantarkan dengan mobil yang berbeda-beda dan orang yang berbeda pula. Kebanyakan mobil-mobil yang mengantar dan menjemputnya adalah jeep-jeep mewah, ia bahkan pernah beberapa kali dijemput dengan jeep Hummer” jeep Hummer? They’re kidding me? Hwoah.. Jeep tersebut bahkan empat kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan mercy E class milikku.

“Yeah dia memang memiliki satu buah gudang penyimpanan yang besar, supplier electronic or shits. Tapi lingkungan rumahnya dijaga oleh orang-orang bersenjata”

“Mmm ceritamu seperti di dalam film-film saja” aku meragukan ceritanya.

“Ayahmu pengganti duta besar bukan? Ia memiliki kekuasaan untuk mengungkap tempat apa itu sebenarnya”

“Tidak seperti itu, Tiff. Ayahku hanya mengurusi hubungan antara Korea dan US”

That’s it! That Krystal Junk is a Korean

Pardon?

“Ya namanya Jung Krystal Soo, ia berkewarganegaraan Korea” Korean? Aku sedikit tersenyum mendengar kenyataan tersebut.

“Sul..” Carole memanggilku.

“Nde?” ups. “Yes?” aku segera memperbaiki kata yang salah keluar dari mulutku.

“Kenapa Salli Sparks tidak pernah memberikan diskon sekalipun?”

“Egh, sebenarnya ini rahasia perusahaan, tapi apakah kau benar-benar ingin tahu?”

“Tentu saja” mereka benar-benar penasaran sepertinya.

“Ibuku mati-matian membuat brand ini, sebenarnya brand ini telah ada sejak sepuluh tahun lalu namun baru berkembang pesat tiga tahun terakhir ini. Ia ingin terus mengembangkan brand ini menjadi salah satu brand ternama di dunia. So.. tidak ada diskon untuk barang berharga. She would rather burn unsold items then sell them with discount”

Holly shit! Kalian membakar barang-barang yang tidak terjual??”

“Yaaa, kadang memberikannya kepada kerabat-kerabat dekat, atau memberikan kepada para selebriti sebagai endorsement. Apapun, asal tidak menjualnya dengan harga diskon” dan siapapun tentu ingin menjadi kerabat dekat keluargaku untuk menikmati produk kami dengan gratis, haha. Aku dapat memakluminya.

“Sepatumu, aku tak pernah melihat adidas jenis itu” Emily melirik adidas hitam putih bermotif zebra yang kukenakan.

“Aku mendapatkan ini dari gallery milik Jeremy Scott”

Limited edition?”

“Yang kutahu mereka membuat lima puluh pasang, not so limited

What? hanya lima puluh pasang dan kau mengatakan sepatumu bukan limited edition?? Mereka biasa memproduksi jutaan pasang nona Choi kau bercanda!”

“Hahahaa Scott pernah membuat design yang hanya sepuluh pasang, Em” aku tahu, orang-orang seperti mereka sangat menikmati cerita-cerita seperti ini. Kami habiskan waktu istirahat kami dengan perbincangan semacam ini, something hedonic. Jujur saja aku sudah terlalu bosan.

Jam istirahat berakhir dan kami kembali ke dalam kelas, kukira kami yang terakhir masuk. Ternyata egh siapa namanya? Krystal ya Krystal datang setelah kami.

Semua telah duduk di kursi masing-masing, guru kamipun telah datang namun ia masih sibuk dengan dirinya sendiri. Aku menoleh ke sebelah kiri, aku belum berkenalan secara formal dengan anak ini. Kuulurkan tanganku ke arahnya.

Anyeonghaseyo, Choi Sulli ibnida. Ireumi mwoeyo?” dengan tanpa ekspresi ia melirik ke arahku, hanya bertahan satu atau dua detik, ia malah duduk bersandar sambil menarik earphone dari dalam saku bajunya dan memasangnya. Kemudian ia membuka dua bungkus bubble gum dan mengunyahnya sekaligus.

Seriously! she’s fucking ignoring me. Kulipat tanganku di atas meja dan menyanggahkan wajahku di atasnya. Jinjja, I like this little brat!

To

be

continued…

Chapter pertama! Kok gak ada gambar Ambernya? SABAR HAHA. Kenapa gak jadi gue lock? Ya promosi dulu deh hahah.. pendek banget ya? Iya emang pendek, lagi juga masih perkenalan tokoh biar hapal semua dulu siapa itu Sulli, keluarganya, karakternya, latar belakang mereka, dsb. Sejauh ini pahamkan dengan apa yang dibaca? Memang gue punya kesulitan dalam pemilihan kata yang mudah dimengerti orang, mohon bantuan (misal: sof, gausah pake kata ‘maju ke depan’ maju udah pasti kedepan, dibikin simple aja), lalu gue juga menulis tentang sesuatu yang berbau kedutaan besar padahal gue gak tahu apa-apa, kalau banyak kesalahan dan ada anak dubes atau anak hukum, bolehlah dibenerin. Ohya jujur aja ini tulisan udah ada sejak setahun lalu, dan sempet ditranslate sebagian kebahasa inggris sama orang (iyalah orang), awalnya kita udah sepakat untuk translate semuanya ke bahasa inggris. Tapi setelah gue tahu orangnya maha sibuk, gue juga yang minta untuk gausah jadi ditranslate. Yap begini dulu ya chapter satunya. Draft sih udah ada sampe beberapa chapter ke depan tapi masi ancur banget, semangati saya terus dalam menulis ya *senyum manja* Hahah terimakasih semua!

I’ll see you soon!

Sincerely Yours

Sofi

Ps: yang belum baca oneshot saya, baca ya adatuh di bawah, heee..

Advertisements

56 responses »

  1. hai salam kenal ya..
    izin baca chingu..
    ceritanya menarik..
    ini ff nya cart utamanya siapa sih ??
    sulli-krytal atau kryber ??
    aku sih berharap kryber .
    lanjur chingu..
    ditunggu..

  2. Hai thor salam kenal, new reader here XD
    Wuahaha first chapter ngebikin penasaran siapa itu krystal..
    Keren thor bahasa bikin ngerti kok, it’s ok semua orang pasti bikin kesalahan
    Lanjut thor!! Ditunggu nextnya~

  3. wah banyak yg nyariin amber hihi
    apa yaa… i found something different gt, kamu msh ttp dgn gaya nulismu, cm disini ada beberapa hal yg bikin beda, yg bikin identitas kamu disini mulai dipertanyakan (serius, ini ak ngmg apa?)
    haha intinya tuh ada bagian2 yg kaya bukan kamu gitu lah, tapi tidak bernilai negatif ya, ttp bagus kok cuma pas bagian penjelasan keluarga sulli agak ribet yak dia ngmgnya haha
    okelah, ttp semangat nulisnya shelter! Awas jangan hilang selera ditengah jalan ya!
    Fighting!

    • Iya gatau gimana handlenya hahah. Apa yg beda apaaa gapaham you should tell me directly lol, kenapa jadi identitas akulah yg dipertanyakan 😱 nah iya emang pasti bngun ada 2 ms choi (1nya sulli, 1nya umur 24) sama ada mrs choi alias vic hahah. Nggaklah inikan bukan coveran..
      Thank uuu swanky 😉

  4. halo kak, reader baru. agak ribet ya bahasanya di awal, sampe baca berkali2 baru ngerti haha.
    Sosok Krystal masih misterius. Sulli juga kesian amat diabaikan Krystal wkwk

  5. Tor. . Gw bener2 brharap ini kryber smpe ending pun tetep kryber :-D. Karena masi prkenalan jd.a mgkn masi santai2 baca.a, aplg gw kayak baca novel terjemahan. Byk setting place yg diambil dluar dan jbtan2 yg gw ga ngerti, tp ga apalah nambah wawasan .maklum tor gw ga pinter2 amat. Hehe

  6. Sorry bru ngomen, 2 hri mratapi rambut gw yg kna malpraktek… Oh damn…

    eh thor.. Gw dah pernah bilang blom gaya nulis pov side lo ‘shometing’ bgt??
    Ah., entahlah.. gw lupa abisnya tiap ngomen gw gnti nama & email mlulu haha..

    Tpi bneran deh.. Gya nulis lo itu.. Bzzbzbzzjjjjah… The Buestt bangtttt.. Kaya gimana gtu… 3D ‘kecap bango’ terasa luar dalamya gtu… Haha..
    Gya nulisnya gak mirip2 YON manis2 gimana gtu sulinya..

    #kbanyakan gtu-nya gw hri ni

    okhe2 masuk ke cerita, seperti biasa 4 jempol untukmu…
    GW suka jungie yng judes & misterius.. + galak Ouch sexy…
    Bikin penasaran gendrenya bkal kaya gimana gitu-lagi (?)?
    Action? mafia? Jeep? Tembak2an kah?

    Ah makin penasaran.. Di tunggu lanjutannya..

      • Oouch maaf typonya! haha maklum kemarin mata gw masih belekan bgn tidur 😀

        Something, emh.. Kmarin liat MAMA? lagu yang di nyanyiin teteh2 yg namanya.. Apaya, girls day? Yang Uwoaah SOMETHIIiING..

        itu someting nya lee senggi yg lagi di ina dulu some~mee~ting~
        versi aslinya syahrini -> see~sua~tuu~ (wave2)

        atau mau lebih merakyat.. Versi dangdut roma irama? Teer~laa~lu~
        #mulai deh gw (-.-“) ouch.. Lol

  7. Jujur aja nih aku bkn kryber shipper, tp aku suka sma gya penulisanmu yg bkn penasran, ditunggu chap selanjutnya, btw aku suka bgt ma ff mu yg TAN

  8. Bersyukur gue thor,akhirnya lu update juga..sbenernya sih gue reader lama loe tp gue seribg gnti2 username :v
    Ceritanya sih bagus walau gue agak susah mendalami bagian awal cerita,n gue pasrah aja ama pairingnya(walaupun gue hardcore kryber shiper) tp gue yakin kalo cerita punya loe tuh gk pernah mengecewakan..
    Oh ya katanya punya akun di AFF,username nya apa? Gue jga punya lho

  9. hmmm your ff is very good, hahaha pemilihan katanya udah bagus, ini semacam gue baca novel transletan tapi gue suka 😀 ditunggu kelanjutannya, oh ya salam kenal…. oh ya jangan bikin jung gue kenapa napa di ff ini xD

  10. KAK SOFI. UNTUNG UDAH ADA PART DUANYA. anyway… ini salah satu cerita yang gue suka. Gue suka bete kalo ceritanya belum kelar, (gue tipe readers yang kalo baca cerita yang gue suka pengen langsung abis), but I think it will be worth it. Soal kedutaan besar dkknya, HAHA. gue kagak ngerti, jadi ga bisa bantu. Tapi so far, gue belum mengernyit jadi gue merasa riset lo untuk chapter satu cukup sukses kok…

    Kedua, gue tuh suka tertantang banget untuk nulis apapun berbau fashion. Jadi gue salut aja kalo ada orang yang ngangkat tema fashion, riset lo tentang brand-brand dkknya itu oke.

    Ketiga, PLIS TELL ME PAIRINGNYA BAKAL KRYSTAL SULLI PLIS. PLIS AAAAKKKH! Gue lebih suka krystal sama sulli, dibanding sama amber. errr. duh. (pardon my bluntness), tapi saya serahkan pada author ya. Tapi plis lah thor…

    Keempat, gue penasaran nih sama tokoh Victoria. She’s one of my favourite member. Cantik dan sensualnya itu ga obat sih.

    Kelima, gue juga suka tokoh krystal yang badass gimana gitu. Tadinya gue udah deg-degan Amber bakal jadi siapa. Ternyata di chapter satu belum ada Amber. (thank God) (Once again, pardon my bluntness).

    Singkat kata (singkat darimananya, bego?!) gue mau lanjut ke chapter dua, dan trims banget untuk passwordnya. Ribuan segala bentuk cium virtual untuk anda.

    • Ih gilak gua seneng kalau ada yg komen panjang kali lebar begini hahahaha! Mampus kedutaan besarnya mamphus! Blagak ngerti aja gue tp gue nulis ssuai apa yg gue baca dan gue pahami kok.
      Ttg fashion ya, gue belum nulis apa2 jugak, tar bkal gue lbh bahas lagi itu si fashion2an.
      Pairingnya…… Akakakak rahasia! Oh victotria, shes my religion hahah. Sip silahkan ke chapter 2! Makasi banyak ya komennya i heart it!

  11. Ngerasa kalo gaya penulisannya author beda-beda ya. Yang ini lebih ngalir, lebih nggak abstrak. Dari setting, feel, karakter, alur, penokohannya lebih jelas. Perkembangan yang baik kok.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s