Tuesday Blues (Third Chapter)

Standard

PicsArt_1420104559204

Aku datang terlambat, namun aku yakin Krystal belum sampai sekolah. Kini aku berdiri di depan gerbang sekolah sambil menunggu kedatangannya. Oh my Good.. Kulihat sebuah mobil Rolls Royce Phantom berhenti sekitar dua puluh meter dari tempat aku berdiri, dan yap! Sesuai dugaanku, Angel ku turun dari mobil dan berjalan menuju ke arahku, maksudku ke arah gerbang sekolah. Dia menyadari keberadaanku, pandangan kami bertemu dan dengan segera aku menyamai langkahnya. I feel a sudden tingle of excitement…

“Perihal kemarin, maafkan aku. Aku benar-benar menyesal..” karena kesalahanku ia semakin menjadi bahan olok-olok semua orang di dalam kelas. Krystal berhenti di ujung tangga dan memasukkan ipadnya ke dalam tas.

“Silahkan masuk lebih dulu, atau kau ingin melihatku…”

“Tidak, aku tidak ingin melihat kau diperlakukan seperti itu lagi karenaku. Apa kau mau memaafkanku?” ia tak merespon. Aku berlari menaiki tangga dan segera masuk ke dalam kelas.

“Pagi, Emily” ya aku menyapanya.

“Pagi, dear..” jawabnya, aku segera berjalan ke mejaku. Ya Tuhan.. kemana meja dan kursi Krystal? Mereka… lagi-lagi. Apa yang mereka mau dari Krystal?! Aku berjalan dan duduk di kursi kosong bagian depan, di sebelah Emily. Tak lama setelah aku duduk, Krystal masuk ke dalam kelas.

“Duduklah di kursiku, Krystal..” Ucapku pelan tanpa menoleh ke arahnya. Aku tak memiliki keberanian untuk menatapnya di dalam kelas.

“Emily, apa kau yang menyingkirkan meja Krystal?”

“Kenapa kau berpikir begitu, Sull? Petugas kebersihan yang melakukannya” Ya tentu saja, atas perintahnya. Entah mengapa yang kupikirkan adalah Krystal yang tak akan makan siang karena mungkin hari ini, aku tak bisa menemaninya di atas rooftop. Maafkan aku Krystal, maafkan aku… Jika saja kau tahu betapa aku merindukanmu.

TUESDAY

I’m feeling blue… Kubasuh wajahku yang memerah dengan air berkali-kali. Krystalku tak masuk sekolah hari ini, semua ini salahku. Aku mundur beberapa langkah dari depan cermin di dalam toilet ini dan memperhatikan apa mata sembabku terlihat jelas dari jarak satu atau dua meter. Ah masa bodoh.. aku keluar dari toilet dan berlari melewati seluruh anak tangga menuju rooftop, kenapa aku bodoh sekali? Kenapa aku egois sekali? Kudorong pintu berat menuju rooftop dan terus berjalan sambil menunduk. Hm? Kucium aroma…

“Soojungah!” ya Tuhan Krystal ada disini! Ia sedang berdiri pada sisi rooftop, membelakangi diriku, semilir angin membuat beberapa helai rambutnya menari dalam harmoni, ia menoleh ke arahku.

“Soojung kau datang ke sekolah? Kenapa tak masuk kelas? Aku menghawatirkan dirimu..” Aku.. mataku terasa panas..

“Maafkan aku, Soojung. Maafkan aku..” aku menunduk di hadapannya, air mataku kembali menetes, tepat jatuh di atas sepatuku.

“Ah, kau belum makan ya… Kubawakan makanan okay?” Tanpa menunggu jawaban darinya aku berlari menuruni tangga, kemudian berjalan cepat menuju kantin.

Mmm apa yang harus kubeli? “Aku mau mango juice nya, tak usah terlalu banyak gula” ah takoyaki, cheese cake, susu kotak, apa lagi? Sepertinya sudah cukup. Setelah semua pesananku selesai aku segera naik kembali ke atas rooftop dengan langkah tergesa-gesa.

“Jung… Soojung…” Aku berusaha mengatur napasku, beginilah orang yang jarang berolah raga. Kini Krystal telah duduk bersila seperti biasa, di tengah rooftop. Kusajikan semua makanan yang kubeli di hadapannya. Kuusap keringat di keningku dan kusibakkan seluruh rambut yang menutupi wajahku. Kini kuberanikan diriku menatap wajahnya, kulihat bibirnya sedikit kering. Ah air mineral! Kenapa aku tidak beli air mineral, aku kembali bangkit dan berlari menuruni tangga untuk membeli dua botol air mineral dan segera kembali naik ke atas rooftop.

“Soo..hhh..Jung… minum dan makanlah yang kau mau, yang kau butuhkan” kini aku duduk di hadapannya. Ia meraih botol air mineral, membuka tutupnya kemudian.. menyodorkannya ke arahku?

“Minumlah” ucapnya. Kupejamkan mataku..

Minumlah. Minumlah. Minumlah..’ biar kurekam dulu suaranya yang indah itu di dalam kepalaku. Kubuka mataku dan meraih botol air mineral tersebut dari tangannya, kemudian meminumnya.

Krystal meraih tas Givenchy hitamnya, meraih dompet dengan merk yang sama dan mengeluarkan dua lembar sepuluh dolar dari dalam sana.

“Ambil ini” apa? Untuk apa? Oh! Kuraih uang senilai dua puluh dolar tersebut dari sela-sela jemarinya.

Ia mulai meminum air mineral, kemudian menyesap mango juice yang kubawakan. Ia meraih ipadnya dan menyalakannya. Kuraih cheese cake di depanku, menyendok sisinya dan kuarahkan sendok ini ke mulut Krystal karena kedua tangannya sedang sibuk. Tapi ia meletakkan mango juicenya dan mengambil alih sendok cheese cake dari tanganku dan mulai memakan cheese cake tersebut dengan tangannya sendiri. Hatiku terasa hangat.

THIRD MONDAY

Hari ini adalah Senin ketigaku berada di sekolah ini. Siapa yang menyangka bahwa hari Senin akan menjadi hari favoritku, Senin bagiku adalah kebebasan. Ada rasa lega yang mengalir sejuk di dalam diriku, rasa lega dari haus yang selalu terasa amat menyiksa karena aku tak mendapatkan apa yang kumau. Dan apa yang kumau? Sederhana saja.. melihatnya dengan kedua mataku.

“Mirror.. mirror.. in the wall..” tok tok tok.

“Masuklah, Appa” hanya dia yang mengetuk pintu kamarku sebelum masuk. Aku masih berdiri di depan cermin besar di hadapanku sedangkan ayahku kini duduk pada sudut tempat tidurku.

“Kau tahu, Nak setiap kali aku melihatmu, ada rasa bangga terhadap diriku sendiri. Betapa hebatnya aku bisa bertemu dengan wanita seperti Ibu kandungmu, yang memberikan ruang di rahimnya untuk manusia seindah dirimu…”

“Appa, tunggu.. Kenapa kata-katamu puitis sekali? Tapi lanjutkan..” Appaku tersenyum.

“Ibu kandung yang merawatmu hingga umurmu sepuluh tahun.. Hingga akhirnya karena kesalahanku ia pergi terlalu cepat.. Tapi lihatlah siapa yang kini menjadi istriku, aku tahu tak akan pernah ada yang menggantikan posisi Ibu kandungmu, namun istriku yang sekarang. Dia bisa memberikanmu rasa bahagia yang baru untukmu bukan?”

“Appa, maafkan aku.. perutku terasa geli” kami mulai tertawa bersama. Aku menghampirinya, ia berdiri dan kamipun berpelukkan. Sulit sekali bertemu dengannya di pagi hari, aku suka pagi, aku mencintai ayahku dan jika keduanya bisa kunikmati dalam waktu bersamaan, aku jadi merasa sebagai manusia yang paling diberkati.

“Sarapan sudah siap, Sweethearts..” kami berdua menoleh ke arah sumber suara itu.

“Appa, dia cantik sekali! Katakan padaku apa yang kau lakukan dimasa lalu sehingga bisa mendapatkan dua wanita terbaik di bumi ini? Aku juga ingin mendapatkan yang seperti itu..” Oh!

“Maksudmu kau juga ingin mendapatkan pangeran tampan seperti aku menemukan ratu yang menawankan?” kenapa ia masih saja berpuitis ria?

“Y-ya.. tentu saja”

“Entahlah apa yang kulakukan, aku tak suka mengingat-ingat kebaikanku sendiri” ya begitulah Ayahku. Kami berdua berjalan menuju ruang makan.

Aku dan Krystal telah duduk di posisi semula, di kursi paling belakang. Senin ketiga dan aku telah berhasil ‘menerobos’ pertahanannya, Krystalku sudah tak se-kaku dulu, Jumat kemarin untuk pertama kalinya aku dapat melihat senyumnya, ya senyuman kecil di wajahnya… Oh bel istirahat telah berbunyi? Kulihat Krystalku menggelung rambutnya, dapat kulihat bagian dalam lengannya yang putih bersih.

Puji Tuhan, tak seorangpun menahan langkahku untuk naik ke rooftop pada siang ini. Aku mengikuti Krystal, kami hanya berjarak beberapa langkah saja. Kini kami berdua telah sampai di atas rooftop, tidak biasanya Krystal berjalan hingga ke sisi rooftop ini. Ia menoleh ke arahku, gulungan rambutnya terlepas dan rambut panjangnya yang kemilau terurai indah.

Di bawah matahari musim semi, Ia berpendar…

So beautiful. Percayalah padaku, Krystal ini indah sekali.

Hm? Seseorang membuka pintu di belakangku. “Hei jungkie! Apa yang kau inginkan dari Sulli ku?” Sulli ku? Sejak kapan aku adalah Sulli-nya Emily?

“Melompatlah dari sisi sana, setidaknya kau akan dikenang oleh kota ini sebagai salah seorang siswi Asia yang bunuh diri” Uh mereka ini.

“Tiff, Em.. Krystal ini pintar, nilai fisikanya terbaik di sekolah ini. Mungkin ia bisa memperhitungkan kalau ia lompat dari rooftop bangunan berlantai tiga dengan banyak pohon yang bisa menahannya di bawah sana, ia tahu kalau kemungkinan ia mati hanya sekitar 50 persen saja” ucapku dengan nada tenang.

“Sulli, katakan pada kami apa yang kau mau dari dirinya? Dia bahkan tak bisa berbicara!” kulihat wajah Emily aaamat menegang.

“Aku ini banyak bicara, Em. Makanya aku suka orang yang tak banyak bicara, agar aku bisa lebih banyak didengar” tidak juga, karena setiap kata yang keluar dari mulut Krystal adalah anugerah bagiku.

“Aku lebih suka melihat kau berbicara dengan dinding saja, dari pada dengan sampah ini!” sampah? Kau yang sampah!

“Setidaknya Krystal ini cantik, Em..”

So gay!” ucap Carole.

So what?” ucapku, lalu Emily dan kawan-kawannya itu pergi menjauhi kita, turun dari rooftop ini. Sekali lagi, Puji Tuhan. Kuhebuskan napas tanda rasa legaku lalu menghampirinya, kami duduk pada sisi rooftop, aku membuka kotak makan yang kubawa dari rumah.

“Aku masak ini, ada nasi, beef tepanyaki dan fruit salad” aku membuka kotak makanku satu persatu. Kini dia memberiku satu lembar seratus dolar, haha kuterima uang itu darinya. Ia mulai melahap makanan buatanku. Aku tak bergeming, hanya sesekali melempar pandangan jauh ke depan. Menikmati detak jantungku yang berirama baik, menghirup aromanya yang manis, dan membiarkan hayalanku berkembang tanpa batas.

Aku.. ingin.. menyentuhnya.

Kubaringkan tubuhku di sampingnya, kulihat punggungnya yang tegak lurus dan rambutnya yang terlihat amat halus dari jarak yang amat dekat ini. Kuangkat tanganku dan berusaha menggapai ujung rambutnya yang tersibak oleh angin sejuk musim semi.

“Krystal…” ia menoleh.

“Sabtu depan aku ada pertunjukkan di Los Angeles Fashion Week, maukah kau datang?” ia meraih ipadnya, membuka sebuah aplikasi yang tidak terlihat jelas dari sini.

“Siapa saja yang kau undang?” Kini aku tak terkejut lagi ketika ia membuka mulutnya, meski tak banyak kata yang keluar, aku sudah mulai terbiasa dengan ia yang mau merespon pertanyaanku.

“Kau yang pertama kuundang, dan jika kau mau, aku hanya akan mengundang dirimu. Aku bosan dengan teman yang ‘begitu-begitu’ saja” tunggu dulu! Dia sedang mempertimbangkan kehadirannya di acaraku? Lambat sekali otakku bekerja. Aku segera bangkit dan menatap matanya.

“Datanglah. Kau harus melihat Victoria Choi dengan mata kepalamu sendiri, begitupun Victoria Choi ia harus melihat Krystal Jung dengan mata kepalanya sendiri!”

“Kau… menceritakan tentang diriku kepada Ibumu?” alisnya berkerut.

“Setiap hari” jawabku.

SATURDAY

AUTHOR POV

Auditorium megah di dalam Gedung Vibiana, Los Angeles diliputi oleh suasana panik. Puluhan pragawati berlari kesana kemari dengan hanya menggunakan pakaian dalam, petugas-petugas gedung sibuk menyusun kursi, sementara sejumlah penata panggung membenahi bagian-bagian yang belum rampung. Semua orang berteriak-teriak sambil menunjuk-nunjuk, saling memerintah.

Victoria melempar sepatu Prada miliknya dan berlari kesana kemari di tengah kerumunan orang. Ia berusaha mengatur segala sesuatu. Hanya dua jam sebelum acara peragaan busana akan dimulai, namun semuanya mendadak kacau balau.

“Vic, Adele tidak datang, dia diare, dia bahkan tak bisa berdiri” Vic menggelung rambutnya.

“Berikan baju-bajunya kepada Arissa dan Joan” perintahnya sambil menekan speed dial nomor 2, Choi Salli.

“Kau dimana, kau membuatku gila, satu modelku sakit” nada bicaranya cenderung datar namun cepat.

“Aku sudah di ruang rias Mrs. Choi kau urusi hal lain saja” Victoria memasukkan iphonenya ke dalam saku jeansnya kemudian melompat ke ruang rias.

“Salli, k-kau bercanda! Kami tak membawa baju ukuran lain!” Seorang stylist sekuat tenaga menaikkan resleting baju yang dikenakan Sulli, namun tak berhasil sama sekali.

“Victoria! Lihatlah anaknya suamimu ukuran bajunya sekarang empat!” stylist tersebut mengadu kepada Victoria. Victoria memelototi anak tirinya.

“Ukuranku dua..” sanggah Sulli..

“K-kau! Robek bajunya!” perintah Victoria kepada stylistnya.

“M-maksud mu, Vic?”

“Robek bajunya, kemudian sambung kembali dengan, dengan ini” ucapnya sambil melempar lakban hitam.

No way! Ini buka photo shoot! Dia akan berjalan di atas runway, semua orang akan melihat lakban di punggungnya, Vic!” kemudian Vic melempar jaket kulit yang tadi ia kenakan.

“Tunggu dulu, Nona Stylist.. kurasa jaket inipun tidak cukup di tubuhku…” ucap Sulli pelan.

“Victoria jaketmu tidak cukup!” Sulli menelan ludahnya.

“Salli kau lebih gemuk dari seorang Ibu dengan satu orang anak tiri berusia tujuh belas dan satu orang anak kandung berusia empat tahun? Kau lebih gemuk dariku?!” Sulli memainkan kuku-kuku jarinya, tak berani menatap mata Victoria yang sepertinya penuh dengan kilat yang siap menyambar dirinya saat ini juga.

SULLI POV

Aku melirik ke arah Krystal yang sedang duduk di pojok ruangan ini lalu berjalan cepat menghampirinya.

“Aku butuh sedikit bantuan…” ucapku pelan namun penuh permohonan. Sepertinya ia mengerti maksudku.

“Vic, ini temanku…” Victoria menoleh ke arah kami. Dalam waktu kurang dari tiga detik ketegangan di wajahnya memudar. Ia menghampiri Krystal dan memperhatikannya dari kepala hingga ujung kaki.

“Kau Krystal, ya?” tanya Vic dengan suara keibuannya, sebelumnya nada bicara itu hanya dapat didengar olehku dan adikku saja.

Krystalku bangkit dari kursinya, ia mengangguk.

“Maukah kau menggantikan anakku yang gemuk ini? Aku kekurangan model” Krystal melirik ke arahku sebentar aku tersenyum getir kepadanya, kuharap ia bersedia.

“Baiklah, tapi tinggi badanku hanya”

“NICKY dandani bidadari ini!” ucap Victoria sambil menunjuk Krystal dan melompat kembali ke bagian wardrobe. Aku membungkuk sembilan puluh derajat di hadapan Krystal.

“Tolong cepat lepas pakaianmu, Nak! Dan pakai killer heels ini” Oooh my God, aku mundur beberapa langkah hingga punggungku menyentuh dinding ruangan ini. Berharap dinding di belakangku cukup kuat untuk menopang tubuh dan imajinasiku yang mengembang seperti balon udara. Krystal membelakangiku dan mulai melepas kaus Saint Laurant yang dikenakannya, rambutnya berjatuhan menutupi separuh punggung polosnya.. Oh Lord. Kepalaku makin terasa berat hingga akhirnya ia melepas kancing jeansnya dan menurunkan resletingnya. A-aku harus apa?

“SULLI! Bantu aku memasangkan dasi-dasi mereka!” suara nyaring Victoria menyelamatkanku dari bumi yang hampir saja menelanku hidup-hidup.

Kini kami sedang di ruang makan VVIP pada acara after party Los Angeles Fashion Week yang baru saja selesai, masih di dalam gedung Vibiana. Sebenarnya tidak tepat jika dikatakan after party karena acara ini terasa semi-formal, lebih seperti Gala Dinner.

Aku berdiri di belakang Krystal yang sedang duduk di kursinya. Kubungkukkan tubuhku kemudian membisikkan sesuatu.

“Semua orang membicarakan tubuhku yang hanya bertambah satu size ini, bersiaplah kau ‘diganggu’ oleh mereka” aku kembali berdiri tegak dan mengelus kedua bahunya. Aku ingin sekali memeluk erat dirinya.

“Duduklah” ucap Krystal sambil meraih tangan kananku, lututku terasa lemas. Seorang MC melakukan pembukaan singkat, tentu saja itu permintaan Victoria karena ia tak suka basa-basi. Dari sini kulihat Victoria menggunakan gaun hitam panjang namun dengan belahan hingga pangkal paha, ia berjalan dengan anggun menuju mejaku.

“Cantik sekali..” ucap Krystal sambil sedikit tersenyum. Yap! Tersenyum. Bayangkanlah bagaimana cantiknya Ibu tiriku ini hingga dapat membuat seorang yang keras hatinya seperti Krystal dapat tersenyum pada hari pertama mereka bertemu. Aku mengisyaratkan waitress di dekatku agar tak perlu menarik kursi untuk Ibuku, aku sudah biasa melakukannya.

“Terimakasih, sayangku..” sayangku? Dia tak marah padaku?

“K-kau tak marah padaku, Vic?”

“Kalau kau tak membawa Krystal kemari, tentu saja aku amat marah padamu” lalu Victoria menggengam telapak tangan Krystal dan tersenyum anggun kepadanya.

“Terimakasih, Krystal” ucap Victoria tulus. Krystal membalas senyum Victoria, kemudian mereka mulai berbincang. Victoria ini memang luar biasa.

Aku tak diizinkan makan apapun disini. Pada fashion week kali ini terdapat tiga brand yang ditampilkan, jadi selain Victoria, ada dua orang Designer lainnya namun memang Victorialah pusat perhatiannya. Acara malam ini belum usai namun kami pulang lebih dulu, setelah berpamitan kepada banyak orang, kami keluar dari gedung ini. Vic berjalan dengan dua orang sekertaris pribadinya sedangkan aku dan Krystal berjalan di belakang mereka.

“Krystal apa kau suka hari ini?” ia diam sebentar, sepertinya ia sedang menimbang-nimbang perasaannya.

“Aku.. suka Ibumu”

“Ya! Kau tidak naksir dia kan?” Krystal tersenyum. Apa artinya senyum itu??

“Tak usah berhayal yang tidak-tidak” kami berhenti di luar lobby gedung ini. Aku dan Krystal berdiri berhadapan, kenapa aku gugup begini?

“Krys..” Krystal melangkah maju, meraih bahuku kemudian.. mencium kedua pipiku. I die, I literary die.

Aku tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini, langsung saja kuraih pinggangnya dan memeluknya erat. Seketika setelah ia di dalam pelukanku, pertahananku hancur.. ratusan kupu-kupu di dalam perutku menerobos keluar.

“You’re so soft..” bisikku. Kutenggelamkan wajahku di bahunya yang lembut..

Tak ada penolakkan darinya, dan dalam waktu beberapa detik saja kegugupanku memudar. Everything’s feels so right.

Universe, please let me stay ‘here’ for a while…

 

To

Be

Continued

Hai Kryber shippers, masih tahan sama Junglinya? Hahah.. percaya gak gue gak suka sama Taeny tapi tetep baca ff mereka kalau memang ceritanya bagus. Eh gue udah bilang ya? Bahkan gue nulis ff Taeny karena gue mau coba ‘karakter lain’. Intinyasih gue harap readers bisa tetap nikmatin ff ini dan gak usah terlalu ‘kaku’.

Tapi saya kasih tahu sedikit kalau Amber sekarang ada di Kota yang sama dengan Sulli dan Krystal berada saat ini, yap Amber ada di Los Angeles. Apa mereka ada di tempat yang sama? Kita lihat di chapter berikutnya.

Anw Selamat tahun baru ya, guys! Ah sekarang 2k15, ya? Sok hipster banget ya nulisnya 2k15? Hahah. Sudah tak bisa saya lihat lagi angka 2014 di tablet saya. Syukurnya 2014 saya tidak seburuk 2014nya dunia per k-popan dimana tiga girl group favorit saya diterpa cobaan yang amat besar. f(x) saya hanya dua minggu promosi red light karena Sulli nya saya mengalami ‘kelelahan’ mental yang luar biasa, 2ne1 saya habis karena skandal ‘obat penenang’ yang Park Bom konsumsi ditahun 2012, terakhir SNSDnya saya kehilangan salah satu Dewinya, Jessica Jung.

Tapi bagi saya, 2014 kemarin cukup menyenangkan. Di 2014 kemarin saya akhirnya—setelah sekian lama banget—lulus kuliah juga, di 2014 juga—segala Puji Bagi Tuhan semesta alam—saya bisa mendatangi Bromo!

Saya juga diperkenalkan dengan orang-orang yang menyenangkan, pertama saya diberi kesempatan berkenalan dengan seorang fan f(x) yang amat… menawan hati. Kemudian saya berkesempatan untuk bertemu dengan Stephanie aka Madu aka Fav aka Swanky hahah lihatlah betapa specialnya anda hingga banyak sekali panggilan ‘kesayangan’ dari saya. Let’s meet up again this year, Swank! Mari kita jelajahi tempat ‘keramat’ itu *wink*

Selain mereka saya juga diberi kesempatan bertemu author-author ff lainnya, yay! ada Roti, Tia, Desi, dll. Semoga kita masih bisa bertemu dilain kesempatan. Pokoknya banyak sekali yang musti saya syukuri, semoga 2015 ini jadi tahun yang lebih manis, yang lebih banyak manfaatnya untuk orang lain.

Ohya ingat saya pernah berpesan kalau jangan sampai kita merugikan orang lainkan? Kalau kalian ada masalah dan masalah itu sudah sampai tahap merugikan orang lain segera cari bantuan! Cari bantuan ke orang yang tepat, entah ke guru, dosen, kalau gabisa ke orang tua ya ke om, tante, atau sepupu. Harus ke orang yang tepat. Atau ke psikolog? Saya ada info kalau mau (saya bukan lagi promosiin siapa-siapa). Pokoknya, jangan sampai menyakiti/ merugikan orang lain.

Segala keburukan akan berbalik, begitupun segala kebaikan juga pasti berbalik. Gausah ngarepin kebaikan dari orang yang kita ‘baikin’ karena kebaikan itu akan kembali dari mana saja.

I hope you guys enjoy this chapter. And Im sure it would be nice if you re-read this third chapter. Okay everyone, I’ll see yaah!

Sincerelly yours,

Sierra omega fanta india

Advertisements

37 responses »

  1. Wohoho jungli udah deket XD
    Krystal suka vic? Masa iya..
    Ahh.. Amber kgk nongol dichapt ini.. Mungkin nongolnya next chapt kkk~
    Buat gwa mau JungLi KryBer or Krystoria gak masalah asalkan seru!

  2. Pertama gue ketipu ama tuh foto yg ada si llama
    Kedua ternyata si klee naksir vic oma ciee
    Dan ketiga congrats buat sulli yg bisa cipika cipiki ama baby jung duh senengnya gk ketulungan pasti
    Nice one author…

  3. Sukaa bgt ama Karakter Krystal di sini,ngomongnya irit bgt dah pengen kaya krystal.. haha
    Authornya kaya Jin doyan ngilang2,sekalinya nongol udh Chapter 3 dan gw ga tau,, hehe
    Happy New Year ,smga di taun ini Kesampean jalan2 keliling indonya.. amiiin,, oh ya ..Jgn trlalu benci ama Taeny,Hukumnya dosa bhahahaha
    yupps GoodLuckkkk !!

    • Iya lo juga kadang irit kok ngomongnya, cmn skali ngomong pedesss bgt hahah.
      Lumayan cepet ya gue updatenya? Mklum bener2 gada kerjaan ci skrng. Doain gue cepet dapet kerja yaaa
      Aamiin keliling indo *ngayal* tapi aamiin YA ALLAH.
      Nggak benci ci, rugi amat gue benci mreka. Cmn gakdemen doang, gada demen2nya padahal gue sone haha.

  4. Aku menikmati ff ini
    Aku suka karakter krysnya
    Sulli disini amat tergila gila
    Dengan krys

    Aku menunggu ambe
    Muncul di cahpter
    Selanjutny
    Oke thor semangat^^

  5. si alexithymia mulai merespon…
    Alurnya lambat menurut aku, ya kamu tau selera ak gmn haha bkn salah dikamu emang
    aku ga trlalu suka jungli, tp km bs bikin ak enjoy bgt baca junglinya xD
    ummm… seseorang yang banyak panggilan kesayangannya dr km itu pasti keren banget! Kirim salam sama dia ya qaqa ;;)
    okay 2015, lets meet up! Ada yg kangen bgt soalnya katanya sama aku :p
    keep writing dear author Shelter yang baik hatinya semangat ya ^^

      • Ah ak kan udh cerita, ak suka jungli kok, tp suka kalo mreka sahabatan, partner in crime, atau sodara kembar yg doyan brantem, nah itu suka bgt haha kalo lovey dovey nya kurang suka hahah kasian amber xD
        Okay kalo ga kangen, gausah ajak2i ak ktemu lg kalo gt -_-

      • Tapi yang amber cinta cuma krystal seorang hahahapaaaaini
        Ngapain? Pengen kurus? Niat bgt sampe larinya dari kenyataan gt :p

  6. Hahahha still jungli,, come on we are waiting kryber here, hahahah,,,
    Anw gw baru ngeh loe udh update next chapter ini, hahaha, oya happy new year too sof,, can’t wait for ur next chapter , please asap #semacammekso 😂

  7. Hehhe miane thor dari foto.a gue kira bneran ada part amber… d.cari dari atas smpe akhir gx ada part amber.a jadi maaf gbaca.a cuma sekilas doang….
    Hhhuuaaa knpa gue cinta.a cuma amber doang yahhb…
    d.tunggu bgt part amber.a ^^

  8. cie jungli makin deket ciee
    amber belum nongol ternyata, dia munculnya dilama lamain juga gag papa kok thor
    yang penting lo updetnya cepet *radakmaksa* khekhe

  9. Chap 3 makin kerenn, sayang gak bsa baca chap 2 nya, thor boleh minta pw nya buat chap 2??
    Saya sangat menikmati ff ini, keliatannya authornya kryber shiper akut ya :-D, berharap sih ini jungli couplenya, tp kalo nanti kryber jg gak masalah, saya suka 2 couple itu. 😀 lanjutkan thor 🙂

  10. ga sabar nunggu lanjutannya :D. berharap banget jadi kryber couple. gw reader baru thor, habis ngubek2 blog elu, suka banget sama tulisan2 elu, beda, ga monoton kayak ff yang biasa gue baca. jatuh cinta banget sama TAN, jadi nambah pengetahuan karna protect an elu, hahaha. the best thor, seneng banget gue nemu blog yang kayak gini. lanjutnya jangan lama2 thor.

  11. Gue pengen komen panjang, tapi entar lo illfeel ama gue kak gara-gara kebawelan. mahahaha

    anyway, what a nice chapter you got here. di sini krystal dan sulli sudah banyak perkembangan. gue masih penasaran mengenai penyakit Sulli. Btw, Krystal nggak ada perasaan apa2 kan ke Vic? Please jangan, it would be… weird? karena… Vic seharusnya sama gue?

    HAHAHA.

    Gue tunggu chapter selanjutnya!

  12. Ini please ya ini ceritanya harus Jungli. Susah banget nyari ff yg castnya Jungli. Please ya thor, Jungli. Not kryber! Sudah terlalu sering baca ff cast kryber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s