MOON AMY

Standard

Moon Amy

Aku berselancar dalam gelap

Tidak, aku hanya memeluk papan selancarku dan membiarkan tubuhku terombang ambing di atas ombak malam yang cenderung tenang.

Kurasakan air pasang di bawah full moon malam ini. Bulannya penuh, berwarna jingga. Kunamakan ia.. Amy.

KRYSTAL POV

“Sponsorku bukan Billabong, Krystal hahahaa” ia tertawa terbahak-bahak setelah aku memberikannya celana surfing degan merk yang salah.

“Lalu kau tak akan menggunakan celana dariku pada pertandingan nanti?” tak masalah bagiku. Aku tahu ia bisa menggunakannya lain waktu.

“Akan, tentu akan kugunakan. Terimakasih banyak, Krystal” ia mendekap celana surfing pemberian dariku sambil tertunduk malu, tidak lucu! Hahaa..

My pleasure” Aku memerhatikan ia yang sedang mengolesi wax pada papan selancarnya, aku berbaring di atas pasir putih hangat yang terasa nyaman di kulit punggungku. Setelah mencuci tangannya dengan air laut ia menoleh ke arahku. Aku berlagak sedang memperhatikan pelican yang terbang di atas kami, kulihat dari sudut mataku ia sedang membuka ranselnya dan mengeluarkan kemeja putih dari dalam sana. Ia mendekat ke arahku dan berlutut di sampingku yang masih berbaring di atas pasir hangat pantai California ini.

Ia menutupi sebagian tubuhku yang hanya terbalut bikini berwarna blue navy dengan kemeja putihya kemudian berbaring di sampingku. Ia menoleh ke arahku, menatap mataku tidak lebih dari dua detik. Kuambil topi pantaiku dan menutup wajahku dengan topi tersebut. Menyembunyikan senyum di wajahku.

Gunakanlah sepedah, Am kakimu bias cidera lagi” ucapku sambil mengayuh sepedahku, menyamakan lajuku dengan laku skateboard sahabatku ini.

“Kakiku sudah baik-baik saja, lagi pula jika aku tidak bisa baik-baik saja dengan skateboardku, maka aku tidak akan baik-baik saja dengan papan surfing ku”

“Kau sudah mulai surfing lagi?” ia menangguk, senyum lembut terukir di wajahnya.

“Ya, kau akan mendapatkan apa yang kau usahakan, Am. Aku yakin kau akan berhasil”

“Tapi, Krys ada sedikit halangan..”

“Ceritakan padaku” lalu Amber turun dari skateboardnya dan mengambilnya dari atas aspal,  kemudian ia berjalan cepat ke arah truk eskrim. Tamannya cukup penuh, kami duduk di atas rumput. Aku menoleh ke arahnya, memberikan isyarat agar ia melanjutkan ceritanya.

“Tanggal tournament surfingku, dan tanggal ujian beasiswa kuliahku jatuh diwaktu yang sama” Napasku tertahan, kuturunkan kembali tanganku yang hendak meraih eksrimnya. Kenapa sulit sekali menjadi Amber?

“Tanggal ujian pertamaku adalah 23 dan 24 September, jika aku berhasil maka aku akan mengikuti ujian kedua pada tanggal 25 atau 26 September. Tanggal tournamentku adalah tanggal 26 September. Aku harap aku mendapatkan jadwal ujian pada tanggal 25..”

“Amber, tak mungkin jadwal tersebut tidak bias dikomunikasikan. Kau bilang saja dari awal jika kau tidak bisa datang pada tanggal 26”

“Sudah budaya disana Krystal, hanya jika kau sakit keras, kau bisa mengganti tanggalnya bahkan kau bisa ujian sendiri. Mereka tidak menerima satupun alasan lainnya meski dihari yang sama, ada keluargamu yang dimakamkan. Kau tahu, peminatnya datang dari penjuru dunia”

Kuhembuskan napasku, berharap beban pikiranku dapat terbang terbawa angin sore musim panas ini.

“Hei, ice creamnya” oh, kuraih eskrim tersebut dari tangannya, sudah sedikit mencair. Kujilati bagian eskrim yang telah cair ini. Ew rambutku terhemas angin dan hampir saja menempel di eskrimku. Kulihat Amber melahap eskrimnya dan merangkak ke belakangku, ia berlutut di belakangku, merapihkan rambutku dan mengambil ikat rambut dari pergelangan tangan kiriku. Ia mengikat rambut panjangku dengan hati-hati. Kupejamkan mataku, kutarik napas dalam-dalam agar tak menangis di hadapannya.

“Krystal, bisa bantu aku sebentar?” Aku mengangguk dan segera meraih nampan dari tangannya.

“Meja nomor 12” Ucapnya lagi, aku berjalan berhati-hati membawa empat gelas minuman dingin di atas nampan kayu menuju meja nomer 12.

“Silahkan, Caribbean float tiga dan Honolulu blast satu” ucapku sambil berlari kecil kembali ke arah meja bar.

Amber masih sibuk membuat minuman lainnya “Biar ku bantu lagi” ucapku sambil menaruh nampan di atas meja bar. Amber menggelengkan kepalanya “Kali ini sudah bisa kutangani” ia berlari ke arah meja lain untuk mengantarkan pesanan para pelanggan. Aku suka melihatnya menjadi seorang waitress.

“Terimakasih bantuannya, Krystal” aku tak meresponnya, lagi pula aku hanya mengantarkan minuman ke satu meja saja.

Kuperhatikan ia berjalan ke arah janitor dan mengambil alat-alat cleaning.

“Aku memecahkan empat gelas pesanan pelanggan, tadi tanganku sedikit gemetar” DEG! Kurasakan seluruh tubuhku mendingin, kukendalikan ekspresiku agar ia tak bisa membaca pikiranku.

“A-amber, you okay?” Amber menoleh ke arahku

“Off course I’m okay, Krystal. Hahaa aku hanya kelelahan saja, tenanglah sayangku jangan berpikir yang macam-macam” aku masih menatap kosong, sepertinya Amber tahu arah pikiranku.

“Ah kau terlambat 10 menit, Drake!” Amber melepas apronnya dan melemparkannya ke arah temannya tersebut.

“Hei, Krystal bidadariku. Bekerjalah disini agar aku tidak terlambat lagi” ucap Drake sambil mengedipkan sebelah matanya. Aku tersenyum dan memukul lengannya. Amber meraih tasnya dan segera berjalan keluar bar, memegang tanganku.

“Tanganmu yang mana yang gemetar?” tanyaku sambil terus berjalan menyusuri sisi pantai, ia masih memegang tanganku, tidak erat namun nyaman rasanya.

“Haha, kenapa? Kau khawatir akan sesuatu? Kedua tanganku gemetar karena sebelum bekerja aku berolah raga terlebih dahulu, aku tadi melakukan pull up cukup lama” Kami duduk di sisi pantai yang cukup sepi, kuraih tangan kanannya dan memijatnya pelan mulai dari lengan hingga telapak tangan dan jari-jarinya yang halus.

“Amber..” ia menoleh, hampir setiap kali ia menatapku, kulihat senyum kecil terukir di wajahnya.

“Aku ingin memotret siluetmu apa boleh?”

“Kenapa? Kau mau menyimpan fotoku untuk kau pandangi sebelum kau tidur?” Ia tersenyum usil.

“Aku ingin memotret sunsetnya, stupid. Hanya saja aku butuh objek lain selain matahari di antara garis cakrawala” kemudian ia mengambil posisi, bersiap untuk kupotret dengan kamera ponselku.

“Heii jangan tegang begitu, yang natural saja, pikirkan apa yang ingin kau pikirkan, anggap aku tidak ada” ucapku pada Amber. Ia menoleh ke arahku untuk beberapa detik, I see her through a lens.. rambut pendeknya terhempas angin sore yang sejuk, mata indahnya terlihat sedikit sayup namun memantulkan cahaya jingga dari ujung laut sana, hidung dan bibirnya membuat gambaran siluetnya benar-benar sempurna. Klik!

Kuturunkan tanganku tanpa melihat hasil jepretanku. Memandangi sisa waktu sepersekian detik sebelum pemandangan indah ini berakhir, you are the view, Amber..

Betul saja, belum sempat aku mengedipkan mata ia sudah kembali berjalan ke arahku.

Amber, aku mencintaimu.

Aku telah selesai menjadi mahasiswa undangan di Salah satu Universitas ternama di California. Aku mendapatkan undangan karena dari segala aspek baik prestasi, absensi dan attitude dinilai baik oleh sekolahku. Namun Amber meskipun ia amat jenius, karena kesibukannya sering sekali ia tidak masuk, attitudenyapun dianggap kurang baik terhadap para guru karena ia cukup sering tertidur di dalam kelas.

Kini aku menemaninya belajar di rumahnya, maksudku bukan untuk menemani, tapi mungkin saja ada sesuatu yang bisa kubantu.

“Amber, Ibumu..” Aku berdiri kaku, hendak menolong namun tak tahu apa yang harus kulakukan.

“Ada yang bisa kubantu, Amber?” tanyaku kikuk.

“Tolong ambilkan teh hijau di dalam teko kuning di dapur, Krystal” aku berjalan cepat menuju dapur.

“Tak perlu terburu-buru begitu, haha” Hish, protes saja.

“Amber, tehnya dingin” Amber mengangguk, ia menuangkan teh tersebut ke dalam gelas yang sudah ada sedotannya. Amber berlutut di hadapan Ibunya yang duduk di atas kursi roda, dengan berhati-hati ia mengarahkan sedotan tersebut ke arah mulut Ibunya.

Amyotrophic Lateral Sclerosis yang biasa disebut dengan ALS merupakan penyakit saraf yang menyerang neuron yang mengendalikan otot lurik. Penyakit ini menyebabkan disfungsi otot sehingga otot menjadi lemah. Penyakit inilah yang menyerang Ibunya Amber, tahun kemarin aku masih bisa melihatnya berjalan meski tertatih-tatih, namun saat ini, ia bahkan sudah tidak bisa berbicara.

“Ah, rambutmu sudah kering, Mom. Biar kusisir dan kuikat dulu rambutmu” Amber meraih sisir yang tak jauh dari jangkauannya, ia mulai menyisir rambut Ibunya dengan berhati-hati kemudian mengikatnya dengan ikatan yang agak kendur agar Ibunya tetap merasa nyaman. Aku teringat kejadian bulan lalu dimana Amber mengikat rambutku, aku tahu ia tak pandai mengikat rambut karena sejak sekolah dasar, ia tak pernah memiliki rambut yang panjang.

“Ada yang bisa kubantu lagi Amber? Aku akan membantu apapun yang kubisa” Aku berdiri tak jauh dari dirinya.

“Ibuku suka mendengarkanku bernyanyi, bernyanyilah untuknya. Apa kau keberatan, Krys?”

“Tapi suaraku..”

“Suaramu sangat indah, Ibuku pasti menyukainya” Aku mengangguk, Amber kembali ke meja belajarnya dan aku mulai menyanyikan lagu yang terlintas di kepalaku.

Talking to the moon by Bruno Mars

Kupandangi sesekali wajah Ibu Amber yang meski dalam keadaan seperti ini, ia masih terlihat tenang dan lembut. Ibunya Amber menatapku, ia terlihat berusaha menyentuhku dengan ujung jarinya. Kuraih tanganya dan mengelusnya lembut.

“Mrs. Liu, Ambermu memiliki banyak sekali teman-teman yang baik padanya, kau tak perlu menghawatirkan dirinya, Ada aku dan teman-temannya yang lain. Aku harap keadaanmu bisa membaik..” aku menatap matanya dan tersenyum padanya. Kulihat matanya berkaca-kaca, aku berharap aku tidak mengatakan hal yang salah.

Aku duduk di lantai, memandang lurus menuju pantai California yang indah, ombaknya tinggi sekali..

Hai laut, berbaik hatilah kau kepada Amberku..

Ujian masuk Universitas Amber berjalan dengan baik, ia lolos tahap pertama dan mendapatkan tanggal yang tidak bentok dengan pertandingan surfingnya hari ini

2015 ISA World Surfing Championship at La Jolla Shores, San Diego, California, USA

Day 1, September 26

Amber telah bersama timnya yang sibuk mereview apa yang telah mereka pelajari selama ini, aku tak begitu mengerti dengan pembahasan mereka, pertandingan terlambat sekitar dua jam karena salah satu juri pertandingan hari ini mengalami kecelakaan ringan ketika berangkat dari hotelnya yang hanya berjarak satu kilometer dari lokasi pertandingan hari ini.

“Krystal, jika pukul tiga sore aku belum juga selesai acara, kumohon pulangnya terlebih dahulu. Aku tidak enak kepada Bibi Annie, ia juga perlu istirahat” Bibi Annie adalah tetangga Amber yang membantu merawat ibu Amber. Aku menangguk, jarak dari tempat ini ke rumah Amber sekitar satu setengah jam.

“Dalam tiga puluh menit pertandingan akan dimulai, kalian nomor urut pertama!” ucap salah satu panitia championship ini.

“Amber, focus!” teriak pelatihnya. Ah, Amber aku hendak meraih tangannya namun ia telah terlebih dahulu meraih pinggangku, merengkuh tubuhku dan memelukku erat. Ia tenggelam di sudut bahuku, aku bersandar di atas dadanya. Kuremas kaus putih yang ia kenakan, kenapa aku seperti ingin sekali menahannya pergi dari hadapanku.

Namun dekapannya mengendur, ia melepas pelukkan kami dan meraih sesuatu dari saku belakang celana surfingnya, ia menggunakan celana surfing Billabong pemberian dariku sementara papan selancarnya bermerk Roxy. Kulihat kalung berwarna perak dengan liontin kerang berwarna merah muda di pasangkan di leherku. Kemudian ia memasang kalung yang sama di lehernya. Ia kembali mendekat dan menyentuh pipi kananku dengan telapak tangannya, aku tak berani menatapnya.

Chup

Ia mengecup pipiku

Lembut sekali..

I wish you the best, my Amber.

Aku berlari ke arah jajaran penonton untuk mendapatkan tempat yang paling strategis untuk menonton Amberku bertanding.

Hari ini aku menggunakan bikini berwarna merah marun, tanpa corak sama sekali dan menggunakankemeja berwarna putih oversize milik Amber. Merah marun adalah warna favorit Amber, kurapihkan rambutku dan mengikatnya tinggi. Um? Ohya Amber baru saja memberikanku sebuah kalung kerang berwarna merah muda, karena kalungnya tidak terlalu panjang aku menggunakan cermin untuk melihat bentuk jelas kalung yang kukenakan ini. Apa ini? Kerangnya bisa dibuka? Ah! Ia bisa dibuka, kuperhatikan bagian dalam kerang ini, ada tulisan di dalamnya.

KRYSTAL,

Kenapa ada tanda koma di ujung namaku? Dan tak ada tulisan lainnya selain tulisan tersebut, kututup cangkang kerang ini dan mengangkat wajahku untuk melihat langit La Jolla Shores, kenapa mataku sedikit berkabut? Apa anginnya terlalu kencang? Kuturunkan pandanganku ke arah lautnya..

Tinggi sekali ombaknya.

“WOOHOOOOOO!!!” tiba-tiba kudengar sorakan keras para penonton, siulan, tepukkan tangan bahkan beberapa orang melepaskan confetti menyambut.. Astaga, team 1 sudah bersiap, Amberku sudah berlari dengan papan selancarnya menuju arah ombak.

“Amber! Amber!!” beberapa wanita menjerit dan meneriaki nama Amber namun Amber hanya tersenyum tanpa menoleh sama sekali, tsk! Fans servicenya buruk sekali. Kini ia telah berlari di dalam air kemudian melompat di atas papan selancarnya, ia mulai mendayung dengan tangannya.. Maju menuju ombak pantai California.

Yap, kini ia sudah pada standing position. Ia mulai berselancar di atas ombak, kemudian turun berbelok dan masuk ke dalam lorong ombak. Semua orang bersorak sorai, telingaku terasa pengang sekali..

Tak kukuliat Amber karena ia masih di dalam lorong ombak, deg! Kenapa detak jantungku mendadak cepat begini. Aku berjalan maju beberapa langkah untuk memperjelas pandanganku. Ombaknya telah pecah namun tak terlihat Amber sama sekali.

“Oh my God, where is she?” suara yang awalnya bising mendadak menghilang dan semuanya hening. Kulihat sekitar empat orang Life Guards berlari ke arah ombak dan mengayuh papan selancarnya dengan cepat.

Amber kau baik-baik sajakan? Amber

“AMBER!!!” Teriakanku pecah, entah mengapa aku kehilangan berat tubuhku, aku ambruk.

Kuangkat papan selancarku yang sebelumnya menancap di atas pasir pantai ini, malam ini indah sekali. Aku mulai berlari ke arah ombak dan lompat ke atas papan selancarku.

Aku berselancar dalam gelap

Tidak, bukan berselancar.. aku hanya memeluk papan selancarku dan membiarkan tubuhku terombang ambing di atas ombak malam yang cenderung tenang.

Kurasakan air pasang di bawah full moon malam ini. Bulannya penuh, berwarna jingga. Kunamakan ia.. Amy.

“I know you’re somewhere out there

Somewhere far away

I want you back

I want you back

My neighbors think I’m crazy

But they don’t understand

You’re all I had

You’re all I had

 

At Night when the stars light up my sea

I surf by myself

Talking to the moon

Trying to get you

In hopes you’re on the other side talking to me too

Or am I a fool who sits alone talking to the moon..”

Kau tahu? Setelah kau pergi dariku sudah tidak ada lagi hal yang dapat membuatku lebih sedih dari pada itu.

Hm, sesuatu menyangkut di jariku. Kuangkat tanganku untuk melihat apa itu, ya Tuhan kalungku terlepas. Aku segera duduk di atas papan selancarku untuk memasang kembali kalungku yang terlepas, tapi.. kalungku masih melingkar di leherku.

Tanganku terasa gemetar, kubuka cangkang kerang tersebut dan mulai memperhatikan huruf demi huruf yang terukir di dalam sana. Disana tertulis..

I LOVE YOU

-AMBER-

FIN

KRYSTAL,

I LOVE YOU

-AMBER-

Yap, begitulah jika dua kalung itu disatuin.

Oke, Guys! Apa kabar aaaa L  Writer’s Block Detected! Awalnya gue berhenti nulis adalah karena netbook gue rusak total dan laptop adik gue yang baru banget dibeli dicuri orang T,,T. Berapa bulan berlalu segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa, nyokap gue beliin sebuah laptop untuk dipakai bersama. Tapi sayangnya saat udah ada laptop gue udah kerja, ngantor dimana gue berangkat setengah tujuh pagi dan sampe rumah jam setengah tujuh malam. Jam delapan malem gue udah tidur, sabtu minggu, hampiiir setiap sabtu minggu gue traveling atau pergi nemenin keluarga gue sana situ (baca: pasar atau tempat les) jadi belum bisa menyesuaikan diri gue dengan kegitan baru gue yang cukup padat itu, gue lelaaah.

Setelah dalam sementara waktu ini gue puasa traveling (karena udah ada rencana traveling yang rada jauh di bulan depan haha) dan sudah mulai cukup terbiasa dengan kegiatan gue yang padat. Akhirnya gue coba nulis lagi, tapi WHYYY gue merasa kesulitan saat nulis, inspirasi gak semudah dulu gue dapetin. Do I need a new Muse? Anyone? Lol kidding, the Muse (Goddess of Art ) of this story is still the same with the Muse of my previous story (Tuesday Blues). Kenapa saya beri judul Moon Amy? Because as long as I know my Muse is in love to the Moon and outer space thingy (I do love outer space too), and Amy is one of Payung Teduh’s song title which is one of my Muse’s favorite band (I do love that band and song too). Kalau ada yang nanya, does Muse is the one that you love? The answer is yes it could be like that.. tapi nggak selalu, itu lebih ke sumber inspirasi, contoh aja sumber inspirasi kita adalah saat kita merasa galau, apa kita cinta akan rasa galau itu? Nggakkan? Tapi itu bisa jadi sumber inspirasi yang baik. Fine, begitulah pokoknya. Untuk reader baru dan mau kontak gue please go follow my semi-fanacc twitter @fx_parade

Yah pokoknya readers, im sorry for this  ‘writer’s block state’ doain gue punya banyak inspirasi lagi untuk nulis. And thank you for Mew-Witness which is my jamming for this story

I hope everyone’s doing well. I hope yous doing well, and go write some words for me in the comment bar. Thank you, hope to see you all in the near future.

And I can see through waves hand, one less you*

*some lyrics from Mew-Witness

Sincerely yours

Shelter-

Advertisements

22 responses »

  1. Astaga gw kirain apa an eh…kryber yg sad end…uh…seharian gw baca ff isinya sama aja…sad smua…gw puyeng..tapi nih ff bagus thor….lanjut nulis ff kryber ya..soalnya ff kryber jatang banget d updet d wp..thanks thor..see you again…keep spirit..n

  2. salam kenal thor saya reader baru.
    Sad ending… Saya kira amber & krystal bkal brsatu.Tapi saya suka.ceritanya bgitu mnyentuh.
    Bgaimna cra contct nya Saya gk pnya twiter thor.
    Semangat terus thor

  3. Gue new readers thor, hallo. Hehehehhe enggak ngeh sama ceritanya. Langsung baca part ini, yaudah gue mau baca dari awal. Ijin baca ya Thor hehehe

  4. why do i’ve to read this ‘angst’ in the middle of night T—-T now i can’t back to sleep with my delulu-dreams-of-kryber. Lol.
    it’s a nice shot, author ssi 🙂
    *giveYouMyBigThumbsUp*

  5. Hallo author Recet haha.. sad ending ye,
    nanti mama amber siapa yg urus ??
    Kepikiran gw ampe kesitu..

    udh mulai nulis lagi ga ada info ni.. jd ketinggalan hayati.. haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s