Heima

Standard

pict kry

Amber POV

“We don’t have time for you” every year, I would stay at home for weeks because nothing was ‘coming in’. Instead of waiting, for the past five years I’ve been writing my own songs, making my own albums, producing, directing, and or editing my videos, making concepts and styling, writing proposals and presenting marketing plans, and even looking for my own jobs, all so that I could do what I love for my fans. Even after five years, I’m given the same answer. They still tell me I’m not good enough. What more do I have to do?

Intagram picture and caption Posted.

Kututup semua file projekku. Aku tak mengerjakan apa-apa seharian ini dan hanya melihat sendiri hasil karyaku. Setelah lima tahun karirku sebagain solo artis, hanya satu album, dua mini album dan beberapa projek saja yang kukeluarkan. Dan aku tak mengerti dari sekian banyak lagu yang kuberikan, selalu saja bukan lagu andalanku yang mereka approve sebagai tittle track, namun aku tetap berjalan dengan apa yang mereka pilihkan dan memberikan yang terbaik yang kubisa untuk para penggemarku.

Musim semi yang indah, namun tak ada apapun yang bisa kulakukan. Aku menyalakan tv untuk menonton music show dan, ramai sekali. Wajah ceria penuh semangat para boy dan girl groups,  wajah polos dan optimis pada debut stages, dan wajah percaya diri para solois. Panggung yang gemerlap, warna warni, tema yang berbeda dan tarian suka cita. Aku tersenyum melihat mereka, namun bibirku mulai bergetar dan mataku terasa panas. Kutarik napas dalam dan tenggelam di dalam selimutku, di kamar apartemenku yang tak seberapa besar, di tengah Gangnam yang sedang bersemi, aku sendiri disini.

**

Ponselku bergetar di samping telingaku, ah Jackie..

“Heem?” aku masih setengah sadar

“Hi lil sist! I’m going to California next week, come join us! Santa Monica’s beaches is waiting you!”

“Is it summer yet?” belum juga penuh kesadaranku.

“Aku tahu ini masih musim semi, tapi pantai sudah terlalu menggoda, Amber let’s go!” Aku menelan ludahku, membayangkan artis lain sedang sibuk dengan panggung mereka, dengan festival yang ada dimana-mana dan aku hanya bersenang-senang di pantai yang ramai saja?

No, thanks Jackie..” jawabku

“Amber, let’s

“I said no, Jack..” kumatikan telepon genggamku, kembali masuk ke dalam selimut dan diam dengan pikiran yang kosong.

Jackie mengirim beberapa chat.

Hi, Llama. I try to understand your situation, if being alone is what you want, at least spend your free time in the beautiful place with peaceful atmosphere. Your favourite band will be held a concert in their hometown. You better be there. Love you.

Kemudian dia memberikan link pemesanan tiket konser band favoritku. Aku membuka link tersebut.

Spring European Tour, aku memilih salah satu tanggal dan masih ada sedikit tiket tersedia. Persetan dengan Agensiku itu. Aku memesan satu buah tiket konser.

**

Land Rover keluaran 2011 telah siap di depan terminal bandara.

“This is the key, Ms. Liu enjoy one of the most beautiful country in the world”

Will do” Aku mengangguk dan tersenyum kepada petugas agen penyewaan mobil tersebut.

Oxarfjordur, Iceland

Kubuka jendela mobilku, haaaah.. The air is so fresh, tak banyak yang bisa dilihat disini selain jalan sepi di tengah savana hijau dan langit biru yang terbentang tanpa batas. Sesekali aku melihat llama di savana hijau di kanan dan kiriku, aku tak menyangka aku bisa tersenyum. Jalanannya tidak begitu berliku dan cukup datar, di depanku terlihat perbukitan hijau dan kulewati beberapa guest house sederhana dengan beberapa mobil yang terparkir di depannya. Aku melihat GPS pada ponselku yang memerintahkanku untuk berbelok ke kanan. Lamb Inn, tempat aku menginap. Kuparkirkan mobilku di area parkir beralaskan kerkil kecil berwarna cokelat muda. Hanya sebuah ransel berukuran sedang yang kubawa karena aku hanya akan menginap selama satu malam saja.

Aku masuk ke dalam lobby sederhana penginapanku dan melakukan check in, seorang petugas pria mengantarkanku menuju kamarku.

“Selamat berlibur, anda memiliki bathtub air panas sendiri di bagian luar kamar anda, menghadap ke padang terbuka” lagi-lagi aku tersenyum, kuberikan ia tip sebesar 50 Krona.

Have a nice weekend” ucapnya sambil menutup pintu kamarku.

Kulepas ranselku di sembarang tempat dan dengan segera membuka pintu geser menuju bathtub di depan kamarku. Kusibakkan rambut hitamku yang sedikit menutupi mataku. Terlihat padang savana dengan bukit dan domba-domba putih yang berlarian dimana-mana. Jumlahnya tak terlalu banyak bila dibandingan dengan luasnya padang terbuka ini. Luar biasa.

Aku akan tidur sebentar sebelum berangkat ke konser yang diadakan pukul tiga sore waktu setempat. Kulihat jam dinding dan baru pukul 12:30, aku tidur dengan keadaan pintu yang menghadap ke savana terbuka lebar-lebar. Kutarik selimut untuk mengurangi rasa dingin musim semi Islandia.

**

KRIIIIING…

Alarmku berbunyi pada pukul 14:00, aku bangkit dari tempat tidurku dan masuk ke dalam kamar mandi, kubasuh wajahku beberapa kali. Aku baru menyadari betapa putih pucatnya kulitku, sudah lama sekali aku tak bertemu matahari.

Kucek kembali tiket konserku dan memasukkannya ke dalam dompet, tak ada yang kubawa selain dompet dan ponsel. Kukenakan sweater merah tua dan segera memakai sneakers Nike milikku. Dengan cepat aku berjalan keluar ke arah mobilku. Berbeda dengan tadi siang yang terlihat cukup sepi, kali ini beberapa mobil terlihat keluar bersama-sama dari penginapan- penginapan yang berada di sisi jalan.

Aku mengikuti petunjuk GPS di ponselku, tak banyak perubahan pada pemandangan yang kulihat kecuali beberapa kali terdapat sungai-sungai kecil yang melintasi perjalananku. Kini aku melaui jalan yang lebih kecil dan berpasir, aku semakin tak sabar untuk sampai ke lokasi, Asbyrgi Canyon.

Kuparkirkan mobilku di tempat yang telah disediakan, aku turun dari mobil dan melihat langit yang sangat indah, area parkir ini dikelilingi hutan yang tak kuketahui seberapa luasnya, aku berjalan mengikuti petunjuk arah yang ada. Petunjuk jalan menujukkan jalan yang tidak terlalu luas, aku berjalan di antara pepohonan lebat di sebelah kanan dan kiriku, tak lama pepohonan di sekelilingku semakin sedikit hingga akhirnya yang kulihat adalah…

Place_356_1___Selected

Oh my God, sekali lagi. Langitnya benar-benar biru cerah dan aku berada di tengah lapang luas terbuka, sangat luas, aku berada di tengah ngarai yang dikelilingi oleh tebing tinggi. Aku berhenti sejenak untuk mengagumi apa yang ada di sekelilingku.

Bruk! Seorang anak perempuan berusia sekitar delapan tahun menabrakku.

Pvi midur” ucapnya sambil tersenyum dan sedikit membungkuk lalu ia kembali berlari dengan ceria.

Kebahagiaan karena berada di lapang terbuka membuat semua orang terlihat indah sekali, tak ada pakaian fashionable a la Seoul dan tak ada kecongakkan warga Gangnam. Semua hanya meggunakan sweater dan jeans, beberapa bahkan terlihat hanya menggunakan kaos polos saja. Aku sudah berada di dekat panggung, panggung rendah dengan backdrop tebing-tebing yang agung. Seluruh penonton duduk di atas rumput..

Aku telah melewatkan satu band pembuka dan kini akan tampil band yang kutunggu-tunggu. Hampir tak ada yg memegang kamera, tak ada yg menjerit berlebihan, tak ada yang terlihat memuja tak wajar. Semua penonton duduk tenang memandang ke depan. Thanks Jackie.

Mereka datang satu persatu ke atas panggung, memainkan lagu-lagu yang membuatku merasa, aku masih hidup. Kali ini aku tersenyum lebar sekali.

Musiknya menghipnotis diriku, kupejamkan mataku dan kubaringkan tubuhku. Menikmati rasa rileks yang jarang kudapati. Semakin lama suara yang kudengar menjadi kabur, kemudian hilang sama sekali. Kubuka mataku lebar-lebar, ah aku ketiduran..

Tiba-tiba kabut terlihat datang menghampiri panggung, sedikit demi sedikit mengaburkan pandanganku. Jarak pandang semakin pendek saja hingga akhirnya aku hampir tak dapat melihat apa-apa. Ahhh come on ini baru pukul setengah lima sore, sesaat setelah ak menggerutu tiba-tiba saja kabutnya perlahan berjalan ke lain arah, dan jarak pandang perlahan semakin jelas, meski tak secerah sebelumnya. Namun entah kenapa musiknya terdengar lebih jernih di telingaku, dentingan glockenspielnya terdengar sangat merdu. Kunikmati kembali pertunjukkan di depanku hingga selesai, kali ini semua bersorak namun dengan suara yang ramah di telinga. Aku berdiri dan mundur beberapa langkah untuk mendapatkan gambar dari panggung indah di hadapanku, beberapa foto dan selesai. Konsernya berakhir di senja yang cukup berkabut, kutatap kembali langit dan bintang-bintang senja sudah mulai menampakkan diri. Belum banyak yang beranjak dari tempat, namun aku rasa aku perlu segera ke penginapan untuk mandi air hangat. Baru melangkah beberapa kali kulihat seorang wanita berambut panjang dengan gaun putih polos dan sepatu merah seperti sepatu pebalet sedang duduk di atas batu yang cukup besar. Ia menyelipkan rambutnya di balik telinga dan menoleh ke arahku.

Oh.. ia menatapku dengan cukup intens, aku berjalan mendekat ke arahnya dan yap. Aku berhenti.

“Kau orang Asia?” tanyaku.

“Uh hum” jawabnya.

“Aku tak melihat satupun orang Asia disini, kau yang pertama kulihat”

“Mereka tak cocok disini” jawabnya tegas. “Kau suka Islandia?”

“Sangat” jawabku sepenuh hati.

“Aku Krystal” ucapnya tanpa menyodorkan tangannya.

“Amber”

“Kau.. Seperti orang Korea, apa kau dari Korea?” tanyaku.

“Ya.. Kau juga?”

Really? Waw, aku tinggal di Korea, hampir sepuluh tahun”

“Dan hampir sepuluh tahun juga aku disini” ucapnya. “Kau akan kemana lagi setelah ini?”

“Tak ada, aku akan ke penginapan, dan pulang besok pagi” ucapku, kulihat raut tak senang dari wajahnya.

“Hanya kau yang datang ke Islandia untuk satu malam saja” ucapnya.

“Ya.. aku juga ragu untuk cepat-cepat meninggalkan tempat ini”

“Kau menginap dimana?”

“Di Lamb Inn

“Dekat Lamb Inn ada peternakan domba dan restoran yang makanannya enak sekali. Kau bisa makan siang disana dan aku akan di air mancur di dekat pacuan kuda pada jam makan siang. Jika kau tak jadi pulang, kita bisa bertemu disana besok”

Entah mengapa aku mengangguk dengan cepat, wanita ini bersiul dengan suara yang cukup nyaring. Tak lama seekor kuda hitam legam datang mengampirinya. Dari atas batu tempat ia duduk saat ini ia melompat ke punggung kuda hitam tersebut.

I’ll see yah” ucapnya sambil mengendarai kuda ke arah yang berlawanan dengan jalan keluar. Ia lenyap di dalam kabut. Glorious..

**

Beruntung sekali karena aku memang belum memesan tiket pulang. Wanita itu membuatku tak bisa tidur nyenyak semalam. Sesuai dengan apa yang ia sarankan aku makan siang disini, di peternakan yang tak jauh dari penginapanku. Ah banyak sekali makanku siang ini, sudah lama aku tak menikmati makanan senikmat kali ini. Setelah selesai aku bergegas mencari air mancur di dekat pacuan kuda.

Oh, siang inipun berkabut.. aku berjalan perlahan di tengah kabut dingin untuk mencapai kolam air mancur yang ia maksud. Kurasa aku menemukannya, sebuah kolam air mancur yang cukup besar dengan patung angel yang tinggi di tengahnya. Aku tak melihat Ktystal, aku berjalan mengelilingi air mancur ini.

“Astaga” aku kaget melihat ia sedang berdiri di bibir kolam air mancur. “Kabutnya mengaburkan pandanganku” tambahku. Ia mulai duduk di bibir kolam, namun kakinya ditekuk dan ia memeluk kakinya sendiri, kulihat kakinya yang mulus dan pahanya yang seputih susu. Menyadari cara pandangku kemudian ia duduk bersila disana. Namun dress putihnya berdada rendah dan bahunya cukup terbuka, aku merasakan desir panas ditubuhku. Tak lama ia mengikat tinggi rambut panjangnya dan fuck! angin kencang berhembus begitu saja, gaunnya terangkat dan memperlihatkan, apa yang.. ingin kulihat.

Ia segera merapihkan gaunnya, aku menarik napas dalam dan kurasakan lubang hidungku mengembang karena menarik udara lebih banyak dari biasanya.

“Kau tak punya teman yang diajak kemari?” tanyanya.

“Tak ada manusia yang cukup baik di matakku, mungkin hanya keluargaku saja. Namun mereka semua sedang sibuk”

“Ya, aku setuju” ucapnya sambil menopang wajahnya di atas telapak tangan kanannya. Dadanya semakin terekspos saja, dan aku baru sadar bahwa ia tak menggunakan bra. Shit.

“Ceritakan tentang dirimu, Krystal” pintaku

Krystal menggeleng “Seorang tamulah yang harusnya menceritakan tentang dirinya kepada tuan rumah” bibirnya terlihat manis sekali. “Ceritakan apa pekerjaanmu”

“Aku.. aku seorang penyanyi di Korea”

“Kau seorang selebriti?”

“Ya.. tapi, tak seperti yang kau bayangkan”

“Memang apa yang kubayangkan? Aku suka sekali orang yang hobi menyanyi, Am.. meski ia bukan penyanyi professional”

Really?

“Ya, sangat suka” ia menekankan. Krystal menegakkan posisi duduknya, udara dingin membuat sesuatu di balik bajunya terlihat begitu jelas, ingin rasanya ku…

“Amber, kita bertemu lagi besok pagi oke? Kita bertemu di pohon oak besar disana” ucapnya sambil menunjuk satu pohon besar di sebrang pacuan kuda.

“Hey, kau mau kemana?” aku kesal sekali. Ia bersiul kencang dan kuda hitamnya yang tinggi itu datang lagi. Dari bibir kolam ia menginjak pelana dan naik ke atas kudanya.

“Kutunggu besok jam 10 pagi, oke?”

Krystal can I get your number?” desakku, namun dia hanya tersenyum dan kudanya berlari dengan cepat. Kemudian ia tak terlihat. Aght.. She’s so tempting.

**

Aku kalah, satu malam kutambah untuk tinggal disini. Aku baru saja selesai makan di area outdoor penginapan ini, ini masih jam sembilan dan lama sekali rasanya aku menunggu jam sepuluh. Aku berjalan masuk ke dalam hotel dan menunggu di lobi. Kulihat beberapa lukisan yang tertempel di dinding, kulihat sebuah lukisan pohon besar dengan seorang wanita berkuda di sampingnya. Indah sekali, mengingatkanku pada Krystal.

Kulihat beberapa lukisan lain, lukisan wanita yang telajang bulat berbaring di atas Kasur. Seharusnya tidak ditempel sembarangan, bisa jadi anak-anak melihatnya karena lukisannya cukup terlihat erotis. Kulihat lukisan-lukisan yang lain dan dua lukisan lainnya aku tak begitu paham, lukisan abstrak yang terlihat kelabu dengan beberapa objek yang terlihat seram.

“Bagaimana menurutmu lukisannya?” aku menoleh dengan cepat, seorang kakek tengah duduk di ruang tunggu lobi sambil membersihkan koleksi jam tangannya.

“Oh, menarik” jawabku tak begitu yakin.

“Ya, begitulah Succubus, mereka benar-benar menarik”

“Oh..” aku tak mengerti dengan apa yang ia ucapkan dan hanya tersenyum canggung kemudian aku keluar dari hotel.

Pohon oak besarnya tak terlihat jelas karena diliputi kabut, aku terus berjalan menyusuri kabut ini hingga aku melihat Krystal sedang berbaring di atas hammock yang dibuat di bawah pohon oak besar ini. Satu kakinya ditekuk, membuat lagi-lagi mengekspos bagian tubuhnya yang indah.

“Selamat pagi Amber, ini tempat favoritku. Berbaringlan di sampingku, hammock ini memang untuk dua orang” aku naik ke atas hammock dan berbaring di sampingnya. Ia memiliki aroma yang khas, aroma bunga mawar yang lembut. Ia tak berbicara dan malah menggigit ibu jarinya sambil menatapku, mati saja aku!

Aku naik ke atas tubuhnya dan menatapnya sebentar, pandangku turun ke arah dadanya, damn.. aku meremas lembut perutnya dan dengan tergesa-gesa melumat bibirnya yang indah, kuhisap bibirnya bergantian dengan menghisap lidahnya yang benar-benar terasa manis. Ciumanku mendarat ke leher putihnya, kuhisap perlahan tanpa peduli akan menyisakan bekas atau tidak. Aku melepas ciumanku dan kembali menatapnya, tanganku yang semula ada di pinggangnya kini kunaikkan ke atas. Kulihat nipplenya sangat tegang dan nampak di balik baju putihnya yang cukup tipis. Kusentuh nippelnya, ia langsung memejamkan mata dan mulutnya terbuka, kumainkan terus hingga aku mendengar napasnya yang berat. Kurendahkan kepalaku kemudian menjilat nipplenya yang masih terhalang kain tipis tapi ia  sudah mendesah pelan, oh well fuck kutarik turun bajunya hingga memperlihat kedua dadanya yang bulat dan nippelnya yang merah muda. Kutenggelamkan wajahku di dadanya untuk sekali lagi menghirup aroma tubuhnya, aku beranjak ke sebelah kiri dan mulai menjilati areolanya. Krystal meremas tanganku kuat seperti sedang sangat menahan sesuatu, sampai akhirnya kujilati dan kuhisap kuat nipplenya suara desahannya pecah. Kumainkan nipplenya dengan lidahku sambil meremas dadanya yang lain. Tangan kiriku turun ke arah perutnya, kemudian di antara dua kakinya. Kuelus lembut paha bagian dalamnya kemudian tanganku meluncur ke tengah.

Oh my God Amber!

“Jackie?” aku mendengan suara Jackie dan lompat turun dari hammock.

“Siapa Jackie?” tanya Krystal sambil memiringkan tubuhnya.

“Aku mendengar suara Jackie, kakakku” mata Krystal membulat seperti terkejut, namun yang berikutnya ia lakukan adalah menyentuh dirinya sendiri, menggodaku untuk kembali kepadanya. Namun sekali lagi aku seperti mendengar suara Jackie namun kali ini lebih pelan. What’s wrong?

Aku hanya berdiri terpaku karena aku nyata mendengar suara panggilan Jackie, namun suaranya bergema dan seperti ada di dalam kepala.

Piiiiiiiiipp! Krystal kembali bersiul dan kuda hitamnya  datang

“Hey Krystal, maafkan aku. Krystal jangan pergi. Krystal dimana kau tinggal?”

“Heima” dan diapun pergi seiring dengan menipisnya kabut.

**

Aku mencari dimana lokasi Heima tepatnya berada, sampai aku kebingungan sendiri.

“Miss, apa kau tahu Heima itu dimana?” tanyaku pada receptionist hotel. Ia tersenyum.

“Heima means ‘at home’, miss” damn, aku tak mendapat jawaban apa-apa.

“Apa kau kenal seseorang bernama Krystal, dia orang Asia dan biasa berkuda kemana-mana. Kudanya hitam” receptionist hotel tersebut malah mengerutkan keningnya, ia melihat ke arah lukisan.

“Aku tidak tahu. Miss, jika bertemu lagi pastikan ia menginjak tanah” jawabnya dengan nada sedikit bercanda.

Kuputuskan untuk kembali ke pohon oak besar itu, aku berjalan cepat melalui kabut yang semakin menebal hingga akhirnya aku sampai namun tak kudapati siapa-siapa disini. Kuambil ponselku dari saku dan berusaha menghubungi Jakie, aaargt tak ada sinyal.

Aku mendengar suara orang sedang bersenandung, awalnya pelan namun lama-lama terdengar jelas. Aku mundur beberapa langkah dari pohon dan kulihat Krystal di atas sana, pohon ini memiliki tangga dan dibuatkan tempat duduk di atas sana.

Oh my darling, Krystal!” aku segera menaiki tangga yang terpasang di batang pohon ini dan naik ke atas pohon. Kali ini tanpa menunggu waktu aku langsung menurunkan bajunya dan menjilati buah dadanya secara bergantian, menghisap sambil meremasnya. Sesekali melumat bibir atau lehernya, hingga akhirnya aku bisa benar-benar menyentuhnya di bawah sana..

**

Landspitali National Hospital, Reykjavic, Iceland 

Jackie POV

Di kamar ICU dengan segala perlengkapannya yang rumit, aku mendapati adikku Amber terbaring tak berdaya lebih dari satu minggu lamanya.

Hey Llama, I know maybe you are not here.. Maybe you’re somewhere out there.. tapi kumohon, kembalilah.. kembalilah kemari dan bangunlah my lil’ sister.” Aku tertawa getir dan melanjutkan kata-kataku.

I know maybe this sounds stupid, tapi jika legenda Succubus itu benar ada dan kau sedang bersamanya. Komohon kembalilah, wanita yang kau cintai di dunia nyata ada di sampingmu. Tinggalkan iblis wanita yang hanya bisa kau nikmati dalam tidur panjangmu ini” ucapku sambil menatap Minah yang sedari tadi tak bisa menahan air matanya.

Amber, can you comeback home?

.

.

.

.

.

FIN

Succubus adalah sesosok setan berwujud wanita cantik yang merayu laki-laki (mungkin juga wanita) melalui mimpi untuk melakukan hubungan seksual.

whatsapp-image-2017-04-01-at-8-49-26-pm

Okay ini dua April I know lol. Tapi guys, ini April Fools Project. Gue gatau berapa banyak yang sempet liat post gue sebelumnya, but this! I’m coming back hehe.. oke gue dan tujuh author lainnya memang merencanakan semua ini, sebagian mungkin taunya si author NAVAYA lah yang punya ide ini, tapi nope. Ini ide gue sebenernya hahaa..

Maap ini ceritanya NO ONE UNDER 18 YAH! Jangan nyuruh temennya baca kalau under 18! Terus ya, karena ada rencana ini dan beberapa orang di luar sana tahu, dibilang deh gue dan yang lainnya adalah anak buah author Navaya itu hahaa.. Hello mbak! Cara lo mikir di bawah adik gue yang baru banget nginjek 17 tahun, lo ngomporin anak-anak baik yang kelihatan biasa-biasa aja sama si Navaya bahkan baca dan suka hasil karya dia, segala bilang author yang lain adalah (((anak buahnya))) dia, tanpa dasar apa-apa. Adik-adik yang baik, jangan mudah terpengaruh sama hal buruk yang disebarkan oleh tante/ kakak yang seharusnya bisa jauuuh lebih bijaksana dibandingkan kalian, ya. Meskipun yang disampaikan ada sedikit benarnya, tapi kalau terlalu banyak kebenciannya, dimana untungnya?

Dunia ini sudah penuh sesak dengan orang-orang kurang cerdas dan berarus pendek, jadilah orang dengan pikiran terbuka, bisa menyaring informasi sebelum meyakininya, banyak belajar hal-hal baru, lihat artis-artis lain juga gakpapa kok, gak ada yang ngelarang kalian menduakan idola karena idola itu bukan Tuhan, hahaha. So let’s be one of the stars in the darkness!

FYI

  1. Gue pakai judul ‘Heima’ yang mana adalah Bahasa Islandia yang artinya adalah ‘at home’. Heima merupakan judul dvd milik band asal Islandia Sigur Ros. Lokasi konser yang gue gunakan dicerita ini juga merupakan lokasi yang digunakan oleh Sigur Ros pada dvd tersebut. Gue mati-matian cari nama lokasinya, dari googling segala macem kata kunci, bacain komen-komen di youtube, buka macem yahoo answer dan akhirnya ketemu dengan kata kunci ‘ngarai di Islandia’ karena tempat itu memang sebuah ngarai dan ketemu!
  2. Di cerita gue selalu menceritakan Krystal sedang duduk di atas batu, di punggung kuda, di atas air mancur, dan rumah pohon. Krystal sama sekali gak pernah nginjak tanah. Gue terinspirasi dari MV nya Evanescence yang ‘My Immortal’.
  3. Kabut yang selalu turun setiap kali Amber akan bertemu Krystal, menandakan sebenernya Amber sedang masuk ke alam lain, alam ketidaksadaran, ya entah tidur, entah pingsan ataupun koma. Kabut itu gue dapet inspirasi dari film ‘Sillent Hill’ dimana tiap kali mau pindah alam ada kabut asap/ abu yang turun.
  4. Ketidaksadaran Amber karena ‘tersesat’ di alam tidur gue dapetin dari film Insidious.
  5. Just an MV that worth to watch, Hopippolla by Sigur Ros Live From Heima: https://www.youtube.com/watch?v=KbPWi1gshzI
  6. Komen dong, udah lama banget gak nulis. Kali aja ada komen membangun yang bikin gue yakin buat lanjutin ‘Tuesday Blues’ lagi haha.

Oke udah lengkap semua, mohon maaf untuk keisengannya. No Hard Feeling ya Guys! Have a good life ahead!

Sincerelly yours,

Sofi

Advertisements

6 responses »

  1. jadi kemaren cuma keisengan author..
    kyaaaaaa gk apa2 thor… yg penting author gk jadi nutup nih wp..
    kyaaaaa seneng nya makasih authorrrrr ^^
    semangatttttt

  2. Duh gw geregetan pengen obrak abrik wp lo hahaha suka bgt kentang2 yee tante wkwk mksd gw kentang ceritanya, seenak lo aeeee ngelarin cerita wkwk, di awal blm berasa ff nya miles to go nih, pas tengah2 baru deh, apalagi di akhir, pas tamat, wiiih elu bgt hahahaa detailnya di wa ya tante, rindu gw belom terobati niiih baca tulisan lo, ditunggu karya selanjutnyaaaa

  3. Nah nah ini banyak yang nanggung, gye masih penasaran si amber nanti balik lagi apa enggak, kalau gue enggak baca penjelasan di akhir pasti gue kagak ngerti si krystal ini. Gue pengin ngomong banyak tapi susah gue ungkapin dalam tulisan.
    Dan gue suka tulisan author miles to go, bikin kening gue berkerut mikir kearah mana cerita ini, karakternya gimana dan udah gak bisa komen lagi. Hahahahahah maaf ya komen gue rada kurang jelas dan kalau menyinggung perasaan, gue minta maaf banget. Terima kasih.

  4. keren nih ff delusi nya tinggi banget.. klo bukan yg kreativ mah gak akan kepikiran kesitu thor..
    kayaknya lu suka banget ya hal hal yg berbau mistic? ok well gua itu readers baru thor..
    gua kira author kryber tuh gak banyak.. eh ternyata gua nemuin lu thor.. salam kenal ya
    nambah lagi nih author keren.. baru sekali baca ff lu gua langsung suka alurnya,coz main banget sma delusi gua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s